Hidup Serba Sulit Warga Kampung Bangbayang di Selatan Sukabumi

- Redaksi

Senin, 26 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampung Bangbayang minim infrastruktur. l Istimewa

Kampung Bangbayang minim infrastruktur. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Keterbatasan akses jalan menuju salah satu kampung yang terletak di Hutan Lindung Gonggang, membuat salah satu kampung di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi sulit mendapat aliran listrik.

Baru empat tahun lalu Kampung Bangbayang, Desa Cicukang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi mendapat aliran listrik dengan cara patungan untuk menerangi warga yang menghuni kampung seluas 7 hektar itu.

Kampung Bangbayang, tepatnya berada di perbatasan antara Kabupaten Sukabumi dengan Cianjur. Akses ke kampung tersebut begitu sulit karena berada di Gunung Gonggang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rahma (41 tahun), salah seorang warga mengatakan untuk menuju ke kampung Bangbayang hanya ada jalan setapak yang bisa dilewati kendaraan  bermotor.

“Karena berada di Gunung Gonggang dan akses jalan untuk masuk ke desa juga susah. Di sini hanya ada 13 kepala keluarga (KK), mata pencaharian warga di sini sebagai besar buruh tani atau buruh perhutani,” kata Ahmad,warga RT 06/04 kepada sukabumiheadlines.com, Senin, 26 Juli 2021.

Bahkan, untuk mendapatkan aliran listrikpun, warga terpaksa harus patungan hingga terkumpul Rp 10 juta.

“Agar kampung kami dialiri listrik, kami patungan hingga terkumpul Rp 10 juta untuk biaya pemasangan dan  terpasang 1.300 watt dengan repling kabel sejauh dua Kilometer dari kampung terdekat. Lalu kami bagi ke 13 rumah yang ada di sini,” lanjut Rahma.

Tak hanya itu, untuk pergi sekolah SD pun para pelajar harus menempuh jarak sejauh empat kilometer yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 30 menit karena akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan.

“Lokasi Kampung dekat dengan Hutan Lindung Gunung Gonggang jadi warga tak kaget lagi jika ketemu hewan endemik seperti kera, orang utan, dan lutung. Selama ini keberadaan hewan-hewan liar tersebut tidak mengganggu warga. Masyarakat di ini juga sangat menjaga hutan dan sumber mata air,” ungkap Rahma.

Meski hidup di pelosok dan infrastruktur jauh dari kata layak, warga tetap memilih bertahan di Kampung Bangbayang. “Kami hanya minta kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan keberadaan kampung ini,“ pungkas dia.

Berita Terkait

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus
Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana
Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan
Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat
Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT
5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji
Polsek Kalapanunggal Sukabumi berbagi makan gratis
Ahmad Nadhi Fadilah asal Jakarta ditemukan tewas di Pantai Karangnaya Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:02 WIB

Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT

Berita Terbaru

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:28 WIB

Sandy Walsh - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Olahraga

Sandy Walsh pasang target four-in-a-row bagi Persib Bandung

Jumat, 28 Agu 2026 - 05:43 WIB