Sejarah Ponpes Taman Surga dan geliat perkembangan Islam di Sukabumi

- Redaksi

Jumat, 31 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Santri Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat - Istimewa

Santri Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat - Istimewa

sukabumiheadline.com – Yayasan Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat, didirikan oleh almarhum KH Cucu Komarudin. Hingga saat ini, yayasan aktif berjuang di sektor pendidikan baik formal maupun nonformal.

Sejak yayasan yang berarti “Taman Surga” ini didirikan, KH Cucu Komarudin telah membuat divisi atau pembagian pengelolaan yayasan yang bergerak di bidang pendidikan ini antara lain; Pengelolaan Pondok Pesantren, Kegiatan Majlis Taklim, Madrasah Ibtidaiyah, dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Adapun, masing-masing divisi dikelola oleh pihak keluarga, pondok pesantren dan PKBM dikelola langsung oleh KH Cucu Komarudin. Kegiatan Majelis Taklim (MT) dikelola oleh Samsul Puad sedangkan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dikelola oleh H. Abdullah Amin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KH Cucu Komarudin sebagai salah seorang tokoh ulama sekaligus Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Sukabumi telah menempuh langkah-langkah akomodatif dengan mendahulukan sikap al-mashalah al-ammah (kebaikan untuk semua) di dalam mengelola yayasan tersebut, antara lain dengan melibatkan orang-orang luar untuk bersama-sama mengembangkan yayasan ke arah kemajuan.

Di awal tahun 1980, MI didirikan, sekaligus merupakan sejarah baru bagi lembaga ini, bahwa latar belakang dan motivasi pembangunan karakter religious bagi masyarakat menjadi modal dari kegiatan lembaga ini. Pendidikan Luar Sekolah (PLS) untuk tingkat SMP dan SMA di Kota Sukabumi berjalan tidak semeriah sekolah-sekolah formal.

Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat
Santri Ponpes Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat – Istimewa

Pada 2010, Yayasan Riyadlul Jannah memokuskan kegiatan pendidikan pada sektor formal. Hamzah, salah seorang putra KH Cuci Komarudin mendirikan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Riyadlul Jannah.

Di awal pendiriannya, sebanyak 34 siswa menjadi peserta didik di MTs Riyadlul Jannah. Mayoritas dari mereka adalah anak-anak lulusan MI dan SD Negeri Cikundul. Hingga kini,  sekira 83 siswa mengisi ruang-ruang kelas baru dari kelas I sampai kelas III.

Wasiat ulama tentang pentingnya pendidikan

Baca Juga :  Profil KH. Masthuro dan Catatan Perjalanan Satu Abad Lebih Ponpes Al-Masthuriyah Sukabumi

Peran KH Cucu Komarudin tersebut tidak terlepas dengan adanya koneksi yang dilatarbelakangi oleh hubungan dekat antara dirinya dengan keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mashturiyah, Cisaat. Baca lengkap: Profil KH. Masthuro dan Catatan Perjalanan Satu Abad Lebih Ponpes Al-Masthuriyah Sukabumi

Pandangannya terhadap pentingnya mengembangkan pendidikan – salah satunya – dipengaruhi oleh wasiat KH Muhammad Masthuro, “Ulah pagirang-girang dina ngamajukeun pasantren” (Jangan berebut jabatan di dalam memajukan pondok pesantren).

Enam Wasiat (Washaya Sittah) KH Muhammad Masthuro secara khusus telah dibahas secara lengkap oleh Abdul Jawad di dalam tesisnya “Washaya Sittah KH Muhammad Masthuro (1901-1968) dalam Pembentukan Islam Lokal di Sukabumi Jawa Barat”. Baca lengkap: Memahami 6 Wasiat KH. Masthuro Sukabumi, Relevan dengan Kondisi Indonesia Saat Ini

KH Cucu Komarudian menyadari benar pentingnya mengejawantahkan wasiat tersebut sebab secara personal, istri beliau Hj Oom Hasanah merupakan cucu dari KH Muhammad Masthuro, sudah tentu wasiat-wasiat yang disampaikan oleh kakek mertua sekaligus sebagai gurunya wajib dilaksanakan.

Abdul Jawad (2017:164) menyebutkan Tarekat Abah sebagaimana yang tercantum dalam butir keenam dari Washaya Sittah KH Muhammad Masthuro merupakan jalan hidup yang telah ditempuh oleh para kiai.

Baca Juga:

Profil KH Cucu Komarudin

Aplikasi nyata darinya adalah penerapan akhlak al-kariimah seperti; saling menyayangi, mencintai, tidak dengki, dan menutupi kelemahan serta kekurangan orang lain.

Ketika masih hidup, menurut penuturan Hamzah, salah seorang putera KH Cucu Komarudin, beliau selalu memperlihatkan raut muka soméah (berseri-seri), sering ingin membahagiakan orang lain meskipun hanya melalui raut wajah.

Sebagai salah seorang kiai di Sukabumi, KH Cucu Komarudin biasa menjadi pemateri dan pendakwah dalam berbagai pengajian baik di lingkungan masyarakat juga pemerintahan.

Baca Juga :  Bukan SMAN 1, Ini Daftar SMA Terbaik Nasional di Sukabumi 2023
Yayasan Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat, didirikan oleh almarhum KH Cucu Komarudin
Yayasan Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat, didirikan oleh almarhum KH Cucu Komarudin – Istimewa

Suatu hari, seseorang menyapa beliau, meskipun, tapi KH Cucu Komarudin tidak keluar pertanyaan; “Siapa ini, saya lupa?” karena khawatir akan melukai hati penanya.

Sebagai salah seorang sesepuh NU, KH Cucu Komarudin memahami dengan benar persoalan kaidah-kaidah kemaslahatan bagi umat. Salah satu jasa beliau di bidang kemasyarakatan yaitu terwujudnya Jalan Merdeka saat Kota Sukabumi dipimpinan oleh Wali Kota H. Udin Koswara.

Masyarakat diajak duduk bersama, memusyawarahkan pelebaran jalan, sebab pelebaran jalan oleh pemerintah itu pada akhirnya berdampak baik juga bagi kemajuan masyarakat Cikundul.

KH Cucu Komarudin merupakan tipikal kyai atau ajengan yang memusatkan perhatiannya kepada keluarga terutama kepada istrinya, Hj. Oom Hasanah. Pemerintah memberikan penghargaan kepada ia dan istrinya sebagai keluarga sakinah teladan.

Kecintaan kepada keluarga telah dibuktikannya, beberapa tahun sebelum meninggal dunia, beliau telah menyampaikan wasiat agar pendidikan dan melayani umat dilanjutkan oleh keluarga.

Setelah mengabdikan diri untuk kemajuan pendidikan dan kemasyarakatan di Kota Sukabumi dan kampung halamannya, KH Cucu Komarudin wafat pada tahun 2013.

Tokoh-tokoh yang hadir bukan hanya dari kalangan ulama dan kiai, para tokoh dari lintas agama seperti; Kristen, Katholik, dan Buddha juga mengikuti prosesi pemakaman beliau.

Prosesi pemakamannya ada kalimat yang keluar dari beberapa tokoh agama, jika diibaratkan, KH Cucu Komarudin sangat layak mendapatkan julukan “Gus Dur”-nya Sukabumi.

Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat
Gedung Ponpes Riyadlul Jannah, Cikundul, Kota Sukabumi, Jawa Barat – Istimewa

Islam berkembang di Sukabumi

Jika melihat kepada perkembangan Islam di Kota Sukabumi, didapati benang merah, kakek buyut hingga kepada ayahanda KH Cucu Komarudin yang merupakan tokoh-tokoh berjasa di dalam menyebarkan dan mengembangkan Islam di daerah ini.

Diketahui, penyebaran Islam di Sukabumi tentu berbanding lurus dengan semakin kokohnya Kekuasaan Kerajaan Islam di Banten, Sundakelapa dan Cirebon.

Berita Terkait

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout
Jadwal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1447 H Muhamadiyah – NU dan perbedaan metode

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:55 WIB

Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Berita Terbaru

Ilustrasi meminjam uang untuk modal bisnis ke bank syariah - sukabumiheadline.com

Regulasi

Menkeu nilai keberpihakan ke ekonomi syariah nyaris tidak ada

Jumat, 13 Feb 2026 - 22:29 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali - Facebook Budi Azhar Mutawali

Legislatif

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi puji Program Pro Women 3

Jumat, 13 Feb 2026 - 21:12 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131