sukabumiheadline.com – Polres Sukabumi tengah melakukan penyelidikan kasus temuan kerangka berjenis kelamin perempuan yang ditemukan warga di area kebun kosong di Kampung/Kedusunan Cioray, Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Ahad (23/6/2024).
Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan lebih dalam untuk mengetahui identitas dan penyebab kematian jasad manusia yang ditemukan sudah menjadi tengkorak dan kerangka lainnya tersebut.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Desa Bojongraharja, Kecamatan Cikembar dan meminta keterangan dari warga sekitar dan saksi yang menemukan jasad perempuan yang sudah tinggal tulang belulang tersebut,” kata Tony Prasetyo, Selasa (25/6/2024).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, Kasi Humas Polres Sukabumi Iptu Aah Saepulrohman menambahkan pihaknya sudah mengevakuasi kerangka tersebut ke rumah sakit untuk pemeriksaan secara medis yang bertujuan mengungkap kapan dan penyebab korban meninggal.
Berdasarkan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, diduga tengkorak dan kerangka tulang tersebut, merupakan berjenis kelamin perempuan dan masih berusia muda.
“Diduga seorang wanita, perkiraan umur antara 20 sampai 30 tahunan,” ujarnya.
Hasil pemeriksaan terhadap saksi, ternyata kerangka sudah ditemukan pada Ahad (23/6/2024) pagi, namun warga yang menemukan baru mengadu kepada tokoh masyarakat di keesokan hari atau Senin (24/6/2024).
Sebelumnya, warga Kampung Cioray, Desa Bojongraharja, digegerkan dengan penemuan tengkorak kepala dan kerangka jasad manusia di sebuah kebun kosong di kampung mereka.
Sekretaris Desa Bojongraharja, Taufik Hidayat mengatakan, tengkorak dan kerangka manusia ini, kali pertama ditemukan warga bernama Anwar saat tengah mencari rumput di wilayah tersebut pada Ahad (23/6/2024) sore.
“Ditemukannya kemarin sore, tapi oleh warga ini baru dikabarkan pagi tadi itu pun ramai di grup desa. Saya langsung mengecek ke lokasi ternyata benar itu tengkorak manusia,” kata Taufik.