sukabumiheadline.com – Selama 3,5 abad gempa megathrust dan tsunami pernah 10 kali terjadi di selatan Jawa, mengakibatkan 11 daerah terdampak. Menurut catatan, gempa maha dahsyat sudah beberapa kali terjadi sejak 1780 dari Banyuwangi, Jawa Timur hingga Pangandaran, Jawa Barat.
Bahkan, BMKG dalam keterangan terbarunya menyampaikan gempa megathrust bisa terjadi di Indonesia dan tinggal menunggu waktu. Meski begitu, masyarakat diminta tidak perlu khawatir.
Rekomendasi Redaksi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejatinya, Indonesia sudah berkali-kali dilanda gempa megathrust dan tsunami di selatan Jawa. Bahkan dalam catatan sejarah, gempa megathrust sudah terjadi sejak 1700-an.
Sejak era tersebut, zona megathrust dan tsunami di selatan Jawa sudah terjadi selama beberapa kali. Aktivitas gempa besar atau disebut dengan major earthquake dan gempa dahsyat atau great earthquake sering terjadi.
Rekomendasi Redaksi: Waspada Warga Sukabumi, Jabar dan 6 Provinsi Ini Terancam Tsunami Setinggi 34 Meter
10 kali gempa bumi 11 wilayah di Jawa terdampak

Prediksi ini sepertinya memang bukan isapan jempol, setidaknya ada 10 gempa megathrust di selatan Jawa. Gempa megathrust di daerah pesisir selatan Jawa, biasanya dibarengi dengan tsunami. Bukti pernah ada peristiwa tsunami di Selatan Jawa dapat dilihat dalam katalog tsunami Indonesia yang diterbitkan oleh BMKG.
Dalam katalog tersebut disebutkan tsunami pernah terjadi pada tahun: 1840, 1859, 1921, 1994, dan 2006.
Dalam situs kkp.go.id dijelaskan, gempa megathrust adalah Istilah untuk menyebut sumber gempa di zona subduksi lempeng di mana subduksi kedalaman dangkal dan landai kurang dari 50 km. Zona subduksi ini dianalogikan sebagai “patahan naik yang besar”, sehingga disebut zona megathrust.
Rekomendasi Redaksi:

Setidaknya ada 11 wilayah di selatan Jawa yang pernah dilanda tsunami. Dalam catatan katalog gempa bumi dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG), ada 11 tsunami yang diawali gempa bumi, yakni tsunami Banyuwangi (1818) dan tsunami Bantul (1840).
Kemudian, tsunami Tulungagung (1859), tsunami Kebumen (1904), tsunami Jember (1921), tsunami Pangandaran (1921), tsunami Banyuwangi (1925), tsunami Purworejo (1957), tsunami Banyuwangi (1994), tsunami Pangandaran (2006), dan tsunami Jawa Barat Selatan (2009).
Sedangkan, 10 gempa megathrust di selatan Jawa pertama kali terjadi pada 1780 hingga terakhir tahun 2009, dengan kekuatan 7,0 hingga 8,5 magnitudo.
- 1780 dengan kekuatan 8,5 magnitudo
- 1859 dengan kekuatan 8,5 magnitudo
- 1903 dengan kekuatan 7,9 magnitudo
- 1921 dengan kekuatan 7,5 magnitudo
- 1937 dengan kekuatan 7,2 magnitudo
- 1943 dengan kekuatan 8,1 magnitudo
- 1981 dengan kekuatan 7,0 magnitudo
- 1994 dengan kekuatan 7,9 magnitudo
- 2006 dengan kekuatan 7,8 magnitudo
- 2009 dengan kekuatan 7,3 magnitudo.
Sementara di Jawa Barat, ada 5 kabupaten yang rawan diterjang tsunami, yaitu kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.