Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 30 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung RI, Gatot Taroenamihardja - Istimewa

Jaksa Agung RI, Gatot Taroenamihardja - Istimewa

sukabumiheadline.com – Sukabumi, Jawa Barat, tidak hanya dikenal talenta-talentanya yang berkarier di dunia hiburan Tanah Air, banyak di antaranya juga berkiprah di bidang olah raga, politik, hingga bisnis berskala multinasional.

Di dunia bisnis, kita mengenal sosok Adrian Zecha. Pria kelahiran Sukabumi ini menjadi raja hotel berjejaringan tersebar di 20 negara. Berita Terkait: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi Pemilik Jaringan Hotel di 20 Negara

Masih di bidang yang sama, bisnis, ada sosok mojang cantik pendiri startup bernilai triliunan Rupiah, Tessa Wijaya. Baca lengkap: Tessa Wijaya, Wanita Sukabumi Pendiri Startup Xendit Bernilai US$1 Miliar

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, tak sedikit talenta asal Sukabumi sukses berkarier dan menorehkan prestasi gemilang dengan menduduki jabatan strategis di eksekutif, legislatif dan yudikatif. Salah satunya adalah sosok diplomat dan duta besar, Sjachwien Adenan. Baca lengkap: Profil Sjachwien Adenan, Diplomat asal Sukabumi Pernah Jadi Dubes di Berbagai Negara

Selanjutnya, sosok jenderal bintang tiga yang pernah menjadi Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen. TNI Djaja Suparman. Baca lengkap: Akhir Karier Djaja Suparman, Warga Sukabumi Pertama yang Jadi Pangkostrad

Namun, ada satu yang namanya masih terdengar asing di telinga warga Sukabumi sendiri, yakni Gatot Taroenamihardja. Tak kalah membanggakan, ia adalah pejabat Jaksa Agung Republik Indonesia yang pertama.

Bahkan, ia dua kali didapuk menjabat Jaksa Agung RI oleh Presiden RI Pertama, Ir Soekarno, untuk dua periode berbeda.

Gatot Taroenamihardja dikenal lurus dan antikorupsi

Pemilik nama lengkap Meester in de Rechten (Mr) Raden Gatot Taroenamihardja. Ia adalah Jaksa Agung Republik Indonesia pertama yang menjabat pada 12 Agustus 1945 – 22 Oktober 1945, atau di masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta.

Sosok Gatot dikenal lurus dan antikorupsi. Sehingga, namanya dikenang jajaran kejaksaan sebagai teladan. Baca lengkap: Gatot Taroenamihardja, dari Sukabumi Jadi Jaksa Agung Pertama Dikenal Lurus dan Antikorupsi

Baca Juga :  Jumlah wanita di Kabupaten Sukabumi menurut kelompok umur, ratusan ribu usia nikah

Ia juga dikenal sebagai sosok pejuang hukum, Gatot Taroenamihardja lahir di Sukabumi pada 24 November 1901 dan wafat 24 Desember 1971, pada usia 70 tahun. Ia adalah anak kedua dari enam bersaudara putra-putri, dari ayah Dr. R. Tanoemihardja.

Saat menjabat Jaksa Agung, Gatot sangat dibenci kalangan pejabat yang hobi korupsi. Sejumlah upaya mencelakai dirinya berulangkali dilakukan oleh sejumlah oknum pejabat yang tidak menyukainya. Ia bahkan pernah dicelakai hingga membuat luka cacat pada kakinya.

Di masa perjuangan pra kemerdekaan, Gatot tercatat pernah aktif di politik dengan bergabung bersama Partai Nasionalis Indonesia Staatspartij. Bahkan, pada 1929 ia pernah beberapa kali ditangkap oleh Belanda dan dipenjarakan bersama Bung Karno dan Bung Hatta.

Kemudian pada masa penjajahan Jepang, pria lulusan pendidikan hukum di Rijksuniversiteit Leiden, Belanda pada 1922 itu diangkat menjadi Tihoo Hoin atau Hakim Ketua di Pengadilan Negeri Purwokerto.

Selanjutnya pada 19 Agustus 1945, ketika dibentuk Kabinet Pertama, Gatot Taroenamiharja diangkat menjadi Jaksa Agung Republik Indonesia yang pertama.

Gatot tercatat pernah dua kali diangkat menjadi Jaksa Agung. Hal itu karena saat menjabat Jaksa Agung kali pertama, ia mengundurkan diri atas permintaan sendiri pada 24 Oktober 1945.

Berita Terkait: Deretan Jenderal TNI asal Sukabumi, Jabatannya Tak Main-main

Menjadi Tawanan DI/TII Kartosuwiryo

Gatot Taroenamihardja pernah mengalami masa-masa kelam dalam hidupnya. Bermula ketika pada Maret 1946, ia ditangkap dan ditahan selama satu bulan oleh Perdana Menteri Syahrir karena dituduh menentang negosiasi dengan Belanda.

Setelah bebas, Gatot Taroenamiharja kemudian menjadi Penasehat Hukum Gerilja Wehrkreise Gunung Slamet di Banyumas Utara, Jawa Tengah. Kala itu, ia mendapat tugas menemui pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau DI/TII, Kartosuwiryo.

Baca Juga :  Profil Sjachwien Adenan, Diplomat asal Sukabumi Pernah Jadi Dubes di Berbagai Negara

Namun, kedatangan Gatot menemui Kartosuwirjo malah berbuah penahanan yang dilakukan Darul Islam hingga selama 13 bulan lamanya. Akibatnya, Gatot pernah menderita penyakit busung lapar dan penyakit lainnya selama masa penahanan.

Namun, ia kemudian mengalami nasib beruntung ketika kembali terjadi pertempuran antara Darul Islam dengan TNI, yang menyebabkan Raden Gatot Taroenamiharja ditinggalkan oleh penawannya, Darul Islam.

Namun karena kesalahpahaman, Gatot Taroenamiharja malah diserahkan oleh warga kepada TNI. Sehingga, ia kembali harus masuk penjara, kali ini ia menghadapi tuduhan dan tuntutan terkait keberadaannya di Darul Islam Kartosuwiryo.

Setelah selama 9 bulan Gatot Taroenamiharja berada di Penjara Bantjeui, Bandung, ia kemudian dibebaskan dari segala tuduhan dan tuntutan karena tidak terbukti terlibat Darul Islam.

Berita Terkait: Pengamat Militer dan Intelijen Connie Bakrie Menikah dengan Pria Sukabumi dan Punya Tiga Anak

Kembali Menjadi Pejabat Pemerintahan

Usai mengalami masa-masa tak mengenakkan, Gatot Taroenamiharja kemudian diangkat menjadi Pegawai Tinggi Departemen (sekarang Kementerian) Kehakiman RI.

Kemudian pada 1 April 1959, Raden Gatot Taroenamiharja kembali dilantik dan disumpah menjadi Jaksa Agung Republik Indonesia Kelima, atau menduduki jabatan yang sama untuk kali kedua.

Aku pada 10 Juli 1959, Jaksa Agung Gatot Taroenamiharja diangkat sebagai Menteri Negara Ex-Officio dalam Kabinet Ke-18 Negara Republik Indonesia.

Sebagaimana yang pertama menjabat Jaksa Agung, di masa jabatan yang kedua pun berlangsung singkat. Pada 22 September 1959, ia diberhentikan dengan hormat. dan kembali ke Departemen Kehakiman.

Profil lengkap Gatot Taroenamihardja bisa dibaca di tautan berikut: Gatot Taroenamihardja, dari Sukabumi Jadi Jaksa Agung Pertama Dikenal Lurus dan Antikorupsi

Gatot Taroenamihardja wafat pada 24 Desember 1971 dan dimakamkan di TPU Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan.

Namun, sejak Kamis 25 November 2021, jasadnya dipindahkan, dan kini bersemayam di Taman Makam Pusara Adhyaksa Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat
Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya
Hasil rukyatul hilal di Sukabumi, 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin 31 Maret 2025
Mengenang kiprah Wisjnu Mouradhy, jurnalis dan tokoh film nasional asal Sukabumi era 1940
Masih binggung? Jangan abaikan aturan qadha dan fidyah bagi yang batal puasa Ramadhan ini
Ramadhan di Masjid Baitul Kurnia Banten, didedikasikan untuk miliarder asal Sukabumi, Wu Lai Tjang

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 00:01 WIB

Reinwardt pendaki pertama Gunung Gede, sekarang ditutup karena aktivitas vulkanik meningkat

Selasa, 1 April 2025 - 20:44 WIB

Fatimah Al-Fihri, pendiri universitas tertua di dunia dan pengaruhnya di bidang pendidikan

Senin, 31 Maret 2025 - 21:56 WIB

Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi

Senin, 31 Maret 2025 - 10:00 WIB

Muslim Sukabumi mau puasa Syawal? Ini tanggal, fadhilah dan panduan lengkapnya

Minggu, 30 Maret 2025 - 00:01 WIB

Mengenang Gatot Taroenamihardja, Jaksa Agung RI pertama tokoh antikorupsi dari Sukabumi

Berita Terbaru

Lambang atau logo koperasi lama dan baru - Istimewa

Regulasi

Mengenal definisi, logo, prinsip, tujuan dan jenis koperasi

Sabtu, 5 Apr 2025 - 01:04 WIB

Bojan Hodak dan Gustavo Franca merayakan gol - Persib

Olahraga

3 laga penentuan! Catat jadwal Persib Bandung April 2025

Jumat, 4 Apr 2025 - 10:00 WIB