Di depan Bupati Sukabumi, Dedi Mulyadi sampaikan ironi

- Redaksi

Selasa, 22 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Desa Pasir Munjul, Purwakarta - Istimewa

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi Desa Pasir Munjul, Purwakarta - Istimewa

sukabumiheadline.com – Di depan Bupati Sukabumi Asep Japar, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan ironi yang terjadi di daerah yang dipimpinnya, Selasa (22/7/2025).

Hal itu disampaikan Dedi Mulyadi ketika mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meresmikan sistem pengairan pertanian di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.

Dalam sambutannya, Asep Japar menyambut baik peresmian proyek irigasi di Ciracap. Dirinya optimis dengan sistem pengairan ini petani di Ciracap dapat meningkatkan frekuensi panen hingga tiga atau empat kali dalam setahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini adalah awal dari perubahan besar bagi petani kami. Semoga masyarakat semakin sejahtera dan Sukabumi bisa terus maju,” kata dia.

Sementara itu, Maruli Simanjuntak, menyampaikan bahwa irigasi baru tersebut akan mengairi lahan seluas 424 hektare yang selama ini hanya mengandalkan hujan. Menurutnya, dengan ketersediaan air yang stabil, panen petani bisa meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun.

“Proyek ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami juga berdiskusi dengan Gubernur Jabar dan Bulog agar inisiatif ini menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia,” jelasnya.

Kasad menuturkan, Jawa Barat mendapat perhatian khusus dari TNI AD karena dukungan aktif dari pemerintah provinsi.

“Pak Gubernur adalah satu-satunya kepala daerah yang secara serius datang ke kami, berdiskusi dan mencari solusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya

Sementara itu, Dedi Mulyadi menargetkan bahwa seluruh sawah tadah hujan di Jawa Barat akan selesai ditangani dalam dua tahun ke depan. Ia menilai pertanian merupakan fondasi ekonomi daerah harus ditunjang dengan sistem pengairan yang memadai.

“Saya sudah meminta kepada Pak KASAD agar proyek serupa digarap di seluruh wilayah Jabar. Selain pengairan pertanian, kami juga menargetkan pembangunan 1000 titik air bersih untuk kebutuhan warga, terutama saat musim kemarau,” terangnya.

Gubernur menambahkan, meskipun banyak wilayah di Jawa Barat menggunakan nama yang mengandung kata cai (air), faktanya masih banyak desa yang kesulitan air bersih.

“Ini ironi yang harus kita ubah,” cetusnya.

Berita Terkait

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang
Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM
Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN
Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil
Niat cek air, pria Nagrak Sukabumi tewas dalam sumur
Polisi selidiki penemuan tengkorak wanita di Sungai Cikole Sukabumi
4 kecamatan di Kabupaten Sukabumi punya kapolsek baru

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Dua remaja Cibadak Sukabumi tenggelam di Pantai Citepus, satu hilang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Dosen asal Kota Cimahi ditemukan tewas di Desa Cimahi Sukabumi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi bahas Raperda IKB, dan perubahan Perumda AMTJM

Rabu, 30 September 2026 - 15:00 WIB

Kepala BKN ingatkan Pemkab Sukabumi terkait pentingnya Manajemen Talenta ASN

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WIB

Pria Sukabumi merampok di Tangerang ditangkap di desa terpencil

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB