Dedi Mulyadi ancam tak perpanjang izin AQUA, langgar aturan dan merusak jalan

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Razia truk AMDK AQUA - Istimewa

Razia truk AMDK AQUA - Istimewa

sukabumiheadline.com – Setelah sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dikagetkan dengan sumber air AQUA menggunakan sumur bor, bukan dari mata air atau sungai, kini ia dibuat kesal dengan truk-truk AQUA yang disebut langgar aturan tentang angkutan jalan dan merusak jalan. Baca selengkapnya: Sidak pabrik, KDM kaget sumber air AQUA dari sumur bor bukan mata air

Ia pun mewanti-wanti tak memperpanjang izin pengambilan dan pemanfaatan air tanah untuk perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) AQUA jika masih menggunakan truk yang kelebihan muatan atau over dimension over loading (ODOL).

Dalam video yang diunggah pada Rabu (22/10/2025) pukul 21.00 WIB di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, pria yang populer dipanggil KDM itu melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik PT Tirta Investama (TIV) di Subang.

Dalam kesempatan itu, dia menyebut tak segan bila tak memperpanjang izin air minum dalam kemasan berjenama AQUA. Karenanya, KDM meminta perusahaan menggunakan armada yang sesuai, yakni bukan yang memiliki muatan berlebihan atau ODOL.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sidak pabrik AQUA
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sidak pabrik AQUA di Kabupaten Subang – Ist

Hal itu bertujuan untuk menjaga infrastruktur jalan dan keselamatan warga sekitar. Jika masih melanggar aturan tentang ODOL, KDM mengancam tak akan memperpanjang izin pengambilan air kepada AQUA.

“Nanti izinnya enggak saya perpanjang loh, izin pengambilan airnya [tidak diperpanjang] kalau mobilnya enggak diganti,” ujarnya.

Dedi pun melanjutkan kegiatan inspeksi dengan mendatangi tempat armada pengangkut terparkir, menanti keberangkatan. Di antara sejumlah truk, Dedi mendatangi salah satunya dan menanyakan total muatan kepada perwakilan pabrik.

Dari situ, dia mendapatkan truk yang mengangkut total 720 galon. Dengan volume air per galon sebesar 19 liter, total muatan truk mencapai 13,68 ton. Sementara itu, kapasitas angkutnya sebesar 5 ton.

Baca Juga :  Sidak pabrik, KDM kaget sumber air AQUA dari sumur bor bukan mata air

“Kendaraan cepat rusak, rem cepat rusak, as roda cepat rusak, jalan cepat rusak,” katanya.

Dedi juga bertanya kepada salah seorang sopir yang berusia senja. Pengemudi yang bertopi dengan rambut dan kumis putih itu mengatakan bahwa dia mendapatkan upah Rp125.000 per hari untuk mengangkut galon.

Dedi memberitahunya bahwa upahnya tak sepadan dengan risiko yang ditanggung, yakni mengemudi truk kelebihan muatan.

Dia turut menyebutkan bila dia melarang truk kelebihan muatan melintas, sopir acap kali berdemo menolak kebijakan itu saat mereka hanyalah korban.

“Kelipatan [muatan] tidak sebanding dengan kesejahteraan sopir,” katanya.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, truk air minum dalam kemasan atau AMDK dari Sukabumi dan Bogor, Jawa Barat, diduga banyak melakukan pelanggaran terhadap aturan kendaraan ODOL. Baca selengkapnya: Kajian KPBB ungkap dugaan truk AMDK dari Sukabumi dan Bogor 100% langgar aturan

Berita Terkait

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad
KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan
Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal
Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA
Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak
Jalan Nasional lintasi pusat kota se-Jawa Barat bakal diserahkan ke kota/kabupaten
Bupati di Jawa Barat ini wajibkan 1 kecamatan 1 hektar hutan
Bye-bye seng, KDM siapkan aturan penggunaan ijuk, sirap, genteng

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 02:40 WIB

Helikopter dokter dan pasien, RSUD Jampang Kulon Sukabumi akan dilengkapi helipad

Sabtu, 21 Februari 2026 - 03:43 WIB

KDM: Lebaran opang, becak, angkot libur dua pekan

Kamis, 19 Februari 2026 - 03:30 WIB

Kalau masih ada maling motor, KDM: Gubernur gagal

Sabtu, 14 Februari 2026 - 10:00 WIB

Zero waste to landfill: Dalam 10 laga Persib kelola 33,35 ton sampah di Stadion GBLA

Minggu, 8 Februari 2026 - 20:30 WIB

Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131