sukabumiheadline.com – Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menegur Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki. Teguran disampaikan saat melakukan pertemuan di Kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta baru-baru ini.
Sejatinya, pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong percepatan penanganan persoalan kebersihan di Kota Sukabumi. Karenanya, Hanif Faisol menegur Ayep Zaki terkait rendahnya nilai penanganan sampah di Kota Mochi tersebut.
Dalam keterangannya, Ayep Zaki menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Alhamdulillah baru saja selesai bertemu dengan Menteri Lingkungan Hidup dan banyak hal dibicarakan. Beliau akan mensupport Kota Sukabumi untuk menyelesaikan masalah sampah, karena nilai kebersihan kita masih rendah, yaitu 44. Saya juga mendapat teguran, tapi kita berkomitmen meningkatkan nilai kebersihan di atas 50 atau 60,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Sukabumi akan memperbaiki berbagai indikator kebersihan sebagai bentuk tanggung jawab untuk menjadikan Sukabumi sebagai kota yang bersih dan layak huni.
“Ini teguran yang harus kita terima dan kita perbaiki. Alhamdulillah Pak Menteri menyatakan akan mendukung, bahkan Januari beliau akan datang ke Kota Sukabumi,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, wali kota juga menyampaikan rencana pembangunan TPS3R di Kota Sukabumi sebagai salah satu upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Dukungan pemerintah pusat diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan.
Pertemuan antara Wali Kota Sukabumi dan Menteri Lingkungan Hidup diharapkan membawa manfaat besar bagi penanganan masalah lingkungan di Kota Sukabumi. Diharapkan pertemuan ini akan membuka peluang untuk memperoleh dukungan kebijakan dan anggaran, dalam mengatasi permasalahan sampah serta peningkatan infrastruktur sanitasi.
Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah memiliki peluang lebih besar untuk menjalankan program strategis seperti pembangunan fasilitas pengelolaan sampah terpadu, peningkatan edukasi masyarakat, dan penguatan regulasi untuk mengurangi pembuangan sampah sembarangan.
Jalinan kolaborasi dengan pemerintah pusat memungkinkan adanya pertukaran pengetahuan dan teknologi terkait pengelolaan lingkungan hidup. Pemerintah Kota Sukabumi berkesempatan mengadopsi praktik terbaik dalam manajemen sampah yang berkelanjutan, termasuk melalui rencana aksi bersama.









