Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi model kilang modular - sukabumiheadline.com

Ilustrasi model kilang modular - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Rencana pembangunan kilang minyak di Sukabumi, Jawa Barat, akhir semakin benderang, setelah Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi saat konferensi pers di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025).

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, pembangunan kilang minyak modular di Sukabumi, Jawa Barat, akan segera terwujud. Hal itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. Baca selengkapnya: Pemerintah akan bangun kilang minyak Sukabumi nilai investasi Rp160 triliun, ini fungsinya

Bahlil mengungkapkan bahwa tahap studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk pembangunan 17 kilang minyak modular sudah hampir rampung. Baca selengkapnya: Feasibility study pembangunan kilang modular Sukabumi hampir rampung

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang 17 kilang, sekarang FS-nya hampir final. Tim kami yang ke beberapa negara di Afrika dan Amerika sudah balik,” kata Bahlil.

Berita Terkait: Karakteristik dan 5 kelebihan kilang modular yang akan dibangun di Sukabumi

Kilang minyak Pertamina
Kilang minyak Pertamina – Pertamina

Prasetyo menyebut pemerintah bakal memulai pembangunan atau groundbreaking enam proyek hilirisasi prioritas bulan ini, Januari 2026.

Enam proyek itu menjadi bagian dari 18 program hilirisasi yang diajukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional. Rencanannya proyek ini bakal dikerjakan oleh BPI Danantara.

Prasetyo mengatakan groundbreaking proyek hilirisasi lainnya bakal berlanjut sampai Maret 2026. Ia menegaskan 18 proyek hilirisasi yang diajukan Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional telah disepakati.

“Ada enam groundbreaking dari program hilirisasi yang kemudian nanti dilanjutkan di Februari dan Maret untuk menyelesaikan kurang lebih 18 program yang sudah kita sepakati,” kata Prasetyo.

Baca Juga: Mengenal kilang modular yang akan dibangun Danantara di Sukabumi

Menurut Prasetyo, sejumlah proyek hilirisasi yang tengah didorong pemerintah di antaranya gasifikasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME). Selain itu, dia mengatakan, pemerintah juga menaruh perhatian pada program pembangkit sampah atau waste to energy (WtE).

Di sisi lain, dia menambahkan, program hilirisasi itu juga menyasar pada komoditas pertanian dan perkebunan seperti kopi, cokelat dan pala. Prasetyo berharap program hilirisasi pada sektor ini dapat menyerap banyak pekerja di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Satu wanita, dua tokoh asal Sukabumi diusulkan jadi Pahlawan Nasional

“Itu adalah salah satu program padat karya tetapi juga memiliki nilai investasi yang cukup besar,” kata dia.

Sebelumnya, seperti dilansir Bloomberg, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani membeberkan proyek awal yang akan masuk tahap groundbreaking di antaranya Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR), pabrik bioavtur di Cilacap, serta pabrik bioetanol di Banyuwangi.

“Tadi saya juga lapor ke Pak Presiden bulannya, tetapi kita bikin pada awal Januari kita groundbreaking di 6 [proyek],” kata Rosan, Rabu (17/12/2025).

Sebagai informasi, nilai paket proyek yang disodorkan Satgas Hilirisasi itu mencapai US$38,63 miliar atau sekitar Rp640,4 triliun (asumsi kurs Rp16.578 per dolar AS).

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, dari 18 proyek yang diajukan, 8 di antaranya program hilirisasi di sektor mineral dan batu bara, masing-masing 2 proyek di sektor transisi dan ketahanan energi, dan masing-masing 3 proyek di sektor pertanian, kelautan dan perikanan.

18 Proyek Prioritas Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Proyek Sektor Minerba

  1. Industri Smelter Aluminium (bauksit) Mempawah, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp60 triliun.
  2. Industri DME (batu bara) di Bulungan, Kutai Timur, Kota Baru, Muara Enim, Pali, Banyuasin dengan nilai investasi Rp164 triliun.
  3. Industri aspal di Buton, Sulawesi Tenggara dengan nilai investasi Rp1,49 triliun.
  4. Industri Mangan Sulfat di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan nilai investasi Rp3,05 triliun.
  5. Industri Stainless Steel Slab (nikel) di Kawasan Industri Morowali, Sulawesi Tengah dengan nilai investasi Rp38,4 Triliun.
  6. Industri Copper Rod, Wire & Tube(katoda tembaga) di Gresik, Jawa Timur dengan nilai investasi Rp19,2 triliun.
  7. Industri Besi Baja (pasir besi) di Kabupaten Sarmi, Papua dengan nilai investasi Rp19 triliun.
  8. Industri Chemical Grade Alumina(bauksit) di Kendawangan, Kalimantan Barat dengan nilai investasi Rp17,3 triliun.
Baca Juga :  Satu di Sukabumi! Satgas ESDM, Danantara & Setkab finalisasi kajian 18 proyek hilirisasi

Proyek Sektor Pertanian

  1. Industri Oleoresin (pala), di Kabupaten Fakfak, Papua Barat dengan nilai investasi Rp1,8 triliun.
  2. Industri Oleofood (kelapa sawit) di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan Timur (MBTK) Rp3 triliun.
  3. Industri Nata de Coco, Medium-Chain Triglycerides (MTC), Coconut  Flour, Activated Carbon (kelapa) di Kawasan Industri Tenayan, Riau dengan nilai investasi Rp2,3 triliun.

Proyek Sektor Kelautan dan Perikanan

  1. Industri Chlor Alkali Plant (garam) di Aceh, Kalimantan Timur, Jawa Timur, Sumatra Selatan, Riau, Banten, dan NTT dengan nilai transaksi Rp16 triliun.
  2. Industri Fillet Tilapia (ikan tilapia) di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur dengan nilai investasi Rp1 triliun.
  3. Industri Carrageenan (rumput laut) di Kupang, NTT dengan nilai investasi sebesar Rp212 miliar.

Proyek Ketahanan Energi (Kilang 1 Juta Barel) 

Desain kilang modular - pau.go.ug
Desain kilang modular – pau.go.ug
  1. Kilang Minyak (oil refinery) dengan nilai investasi sebesar Rp160 triliun. Baca selengkapnya: Pembangunan kilang minyak Sukabumi masuk Proyek Prioritas HKEN 1 juta barel
  2. Tangki Penyimpanan Minyak (oil storage tank) dengan nilai investasi sebesar Rp72 triliun. Baca selengkapnya: Ternyata ini tujuan kilang minyak Sukabumi dibangun

Proyek tersebut tersebar di Lhokseumawe, Sibolga, Natuna, Cilegon, Sukabumi, Semarang, Surabaya, Sampang, Pontianak, Badung, Bima, Ende, Makassar, Donggala, Bitung, Ambon, Halmahera Utara dan Fakfak.

Dari paparan Prasetyo, dipastikan groundbreaking pembangunan kilang modular di Sukabumi akan dilakukan paling lambat Maret 2026.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto berharap agar realisasi kesepakatan negosiasi tarif dagang dengan Amerika Serikat (AS) dapat dilakukan mulai tahun ini. Dengan begitu, pembangunan kilang modular dengan perusahaan AS dapat segera dimulai. Baca selengkapnya: Bangun kilang minyak Sukabumi, Danantara gandeng 3 perusahaan AS ini

Proyek Transisi Energi

  1. Modul Surya Terintegrasi (bauksit dan silika) di Kawasan Industri Batang, Jawa Tengah dengan nilai investasi Rp24 triliun.
  2. Industri Bioavtur (used cooking oil) di KBN Marunda, Kawasan Industri Cikarang dan Kawasan Industri Karawang dengan nilai investasi Rp16 triliun.

Berita Terkait

Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa
Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan
Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek
Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan
IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik
21 kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
AHY ancam bakal kejar pemilik dan sopir truk ODOL
Daftar kecamatan penghasil melon Sukabumi

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 21:59 WIB

Bukan gratis, Kopdes Merah Putih harus kredit mobil India ke bank jaminan Dana Desa

Senin, 23 Februari 2026 - 10:00 WIB

Rp232 miliar! Merinci nilai tangkapan ikan di pelabuhan Sukabumi per bulan

Minggu, 22 Februari 2026 - 01:32 WIB

Infografis: Peta elektrifikasi jalur commuter line Tanjung Priok – Sukabumi dan Cikampek

Sabtu, 21 Februari 2026 - 01:18 WIB

Kisah Azis, pejuang tangguh asal Cisaat, 16 tahun jualan bubur Sukabumi di Kalimantan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:45 WIB

IMF minta pajak penghasilan karyawan di Indonesia naik

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131