Tak hanya sawah, luas panen sayuran di Kabupaten Sukabumi menurun dalam 4 tahun terakhir

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sayuran - sukabumiheadline.com

Ilustrasi sayuran - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Lahan pertanian produktif terus berkurang akibat konversi menjadi non-pertanian. Kondisi ini menjadi ancaman terbesar, karena berkurangnya luas lahan pertanian akibat konversi menjadi permukiman dan infrastruktur, pertambangan, hingga bencana alam mengancam ketersediaan pangan lokal.

Di Kabupaten Sukabum, tren penurunan lahan sawah terus terjadi secara bertahap. Pada 2020 tercatat sisa lahan sawah sekitar 56.873 hektar, namun angka ini terus tertekan oleh pembangunan.

Di sisi lain, luas sawah di Kabupaten Sukabumi mengalami penyusutan dari sekitar 66.000 hektar menjadi sekitar 56.000-58.000 hektar pada awal 2020-an, akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, data pasti bervariasi tergantung tahun survei. Untuk data 2022, menunjukkan luas areal tanam padi sawah mencapai 126.415 hektar, kemungkinan termasuk lahan irigasi dan non-irigasi. Baca selengkapnya: Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petani sedang menanam padi di sawah – sukabumiheadline.com

Dikutip sukabumiheadline.com dari data Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi tentang Luas Panen Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi (ha), 2022–2025, lahan pertanian sayuran dan buah-buahan berkura signifikan, kecuali kubis dan wortel.

Berikut rinciannya, seperti dikutip dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2026, Rabu (21/4/2016).

Bawang Daun: 708 hektar (2022), 626 hektar (2023), 560,50 hektar (2024), 437,75 hektar (2025)

Bawang Merah: 47 hektar (2022), 55 hektar (2023), 119,10 hektar (2024), 55,08 hektar (2025)

Bayam: 47 hektar (2022), 45 hektar (2023), 53,95 hektar (2024), 42,65 hektar (2025)

Buncis: 842 hektar (2022), 605 hektar (2023), 577,40 hektar (2024), 526,85 hektar (2025)

Cabai Besar: 674 hektar (2022), 519 hektar (2023), 543 hektar (2024), 495,30 hektar (2025)

Cabai Keriting: 1.876 hektar (2022),.1.534 hektar (2023), 1.540,40 hektar (2024), 1.071,10 hektar (2025)

Cabai Rawit: 1.521 hektar (2022), 1.529 hektar (2023), 2.096,40 hektar (2024), 1.051,40 hektar (2025)

Jamur Tiram1: 0 hektar (2022), 478.629 hektar (2023), 163.747,94 hektar (2024), 64.562 hektar (2025)

Ilustrasi petani bawang merah sedangkan panen - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petani bawang merah sedangkan panen – sukabumiheadline.com

Kacang Panjang: 990 hektar (2022), 791 hektar (2023), 787 hektar (2024), 670,90 hektar (2025)

Kangkung: 55 hektar (2022), 88 hektar (2023), 135,50 hektar (2024), 99 hektar (2025)

Ketimun: 1.208 hektar (2022), 1.060 hektar (2023), 914,35 hektar (2024), 929,35 hektar (2025)

Kubis: 688 hektar (2022), 664 hektar (2023), 606,50 hektar (2024), 737 hektar (2025). Baca selengkapnya: 9 kecamatan penghasil kubis di Sukabumi, cek kandungan gizinya

Labu Siam: 105 hektar (2022), 126 hektar (2023), 130,70 hektar (2024), 139,60 hektar (2025)

Petsai: 2.021 hektar (2022), 1.486 hektar (2023), 1.270 hektar (2024), 1.381,70 hektar (2025)

Terung: 683 hektar (2022), 514 hektar (2023), 515,40 hektar (2024), 460,80 hektar (2025)

Tomat: 1.035 hektar (2022), 885 hektar (2023), 869,80 hektar (2024), 685,40 hektar (2025)

Wortel: 322 hektar (2022), 219 hektar (2023), 117,92 hektar (2024), 124,73 hektar (2025). Baca selengkapnya: Kabupaten Sukabumi terbesar ke-4, ini 5 kecamatan penghasil wortel

Ilustrasi petani wortel tersenyum sambil memperlihatkan wortel hasil panen - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petani wortel tersenyum sambil memperlihatkan wortel hasil panen – sukabumiheadline.com

Sementara itu di Kota Sukabumi, urbanisasi, investasi industri, dan perubahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang kurang mempertimbangkan keberlanjutan pertanian juga membuat lahan pertanian terus menyusut signifikan setiap tahunnya. 

Padahal, Kota Sukabumi bukan daerah sentra produksi pangan, sehingga pasokan pangan sangat bergantung dari daerah sekitar, terutama Kabupaten Sukabumi. Sementara itu, luas lahan pertanian di kota ini, berkurang sekira 26 hektar pada 2024 yang dikarenakan meningkatnya alih fungsi lahan pertanian seperti menjadi permukiman atau fasilitas lainnya. Baca selengkapnya: 5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi

Berita Terkait

Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?
1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi
Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut
Membanding produksi jahe Sukabumi, Jawa Barat dan Indonesia, jutaan ton!

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:12 WIB

Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?

Berita Terbaru