sukabumiheadline.com – Siapa bilang kurma hanya akan tumbuh di gurun pasir. Faktanya, meskipun dikenal sebagai tanaman khas padang pasir, kurma juga bisa tumbuh di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Kurma secara tradisional memang tumbuh subur di wilayah kering dan panas seperti Timur Tengah (Arab Saudi, Irak) dan Afrika Utara (Mesir, Aljazair).

Secara umum, kurma memang tumbuh di gurun pasir dan wilayah dengan tanah lempung berpasir, cuaca panas, dan curah hujan rendah, seperti kawasan Teluk Persia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, saat ini kurma dapat dibudidayakan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia seperti di Pasuruan, Riau, Bogor, dan Aceh hingga Sukabumi menggunakan varietas khusus seperti KL-1 dan Barhee.

Di Sukabumi, kini ratusan pohon kurma berbuah lebat tampak di lahan seluas tujuh hektare di Kampung Cidahon Girang, Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas.
Keberadaan Kebun Kurma Ciletuh diharapkan menjadi ikon agrowisata sekaligus wisata edukasi. Sehingga, wisatawan ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu tidak hanya menikmati keindahan pantai, curug dan geopark, tetapi juga bidang pertanian.

Keberhasilan menanam kurma di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi, antara lain karena kurma membutuhkan paparan sinar matahari penuh, air yang cukup (terutama saat berbuah), dan tanah yang mudah mengalirkan air dengan pH alkalis.
Karenanya, keberhasilan budidaya kurma di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu bukan hanya sekadar eksperimen pertanian, melainkan sebuah inovasi yang membuka peluang besar di sektor pangan sekaligus pariwisata.

Di Indonesia, kurma dapat tumbuh di NTT, NTB, dan beberapa wilayah Sumatera (Riau, Aceh, Sumut) dengan menggunakan bibit kultur jaringan atau kurma tropika yang adaptif terhadap kelembaban tinggi.
Pohon kurma membutuhkan waktu sekitar 4 hingga 8 tahun untuk mulai berbuah dan dapat tumbuh hingga usia matang untuk dipetik.

Kebun kurma Sukabumi ini juga menjadi magnet baru bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu.
Terbukti, sejak kurma Sukabumi ini mulai berbuah banyak pengunjung datang untuk melihat dari dekat, bahkan memetik dan membeli kurma yang sudah matang.

Selain menikmati panorama alam Geopark Ciletuh yang sudah mendunia, pengunjung kini bisa merasakan pengalaman unik memetik dan mencicipi kurma langsung dari pohonnya.
Kebun Kurma Ciletuh Sukabumi diharapkan berdampak pada meningkatnya kunjungan wisatawan serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat.









