sukabumiheadline.com – Daging sapi merupakan sumber protein hewani yang kaya akan nutrisi seperti zat besi, seng, dan vitamin B12. Di Indonesia, daging ini diolah menjadi berbagai hidangan tradisional populer mulai dari rendang, semur, hingga berbagai jenis sup dan sate.
Untuk informasi, jenis potongan dan kegunaannya setiap bagian tubuh sapi memiliki karakteristik tekstur yang berbeda, sehingga cara memasaknya pun perlu disesuaikan.
Untuk tenderloin atau has dalam, dikenal sebagai bagian yang paling empuk dan rendah lemak, sangat cocok untuk steak atau sate. Demikian dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Kementerian Pertanian (Kementan) RI, Jumat (27/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sirloin atau has luar, memiliki tekstur sedikit lebih kenyal dibanding tenderloin namun tetap lembut untuk dipanggang atau dijadikan steak. Sedangkan brisket atau sandung lamur, adalah bagian dada bawah yang berlemak dan berserat padat, ideal untuk masakan yang memerlukan waktu masak lama seperti rawon, sup, atau gulai.
Sementara itu, flank atau samcan adalah bagian daging yang berasal dari otot perut, biasanya digunakan untuk semur atau sop karena butuh waktu rebus lama agar empuk. Sedangkan, knuckle atau paha depan/belakang sering digunakan sebagai bahan dasar adonan bakso karena seratnya yang padat.
Manfaat daging sapi untuk kesehatan

Mengonsumsi daging sapi dalam porsi moderat, sekira 65 gram per hari untuk dewasa memberikan manfaat bagi tubuh, antara lain meningkatkan hemoglobin, karena kandungan zat besi heme yang tinggi membantu mencegah anemia.
Daging sapi juga baik untuk masa pemulihan jaringan sel rusak karena zat besi dan protein yang dikandungnya, serta menjadi sumber energi karena dalam 100 gram daging sapi giling terdapat sekira 217 kalori yang mendukung aktivitas harian.
Sedangkan bagi pertumbuhan anak, daging sapi membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi penting selama masa pertumbuhan.
Produksi daging sapi di Sukabumi
Dikutip dari data Jumlah Produksi Daging Sapi Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Produksi di Provinsi Jawa Barat (kg), Badan Pusat Statistik (BPS) per 18 Februari 2025, dari Laporan Pemotongan Ternak Bulanan 2024 dan Kementerian Pertanian (Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan), berikut adalah produksi daging sapi di Sukabumi:
Produksi Daging Sapi – Jumlah Produksi Daging (Karkas) (Kg): Kabupaten Sukabumi sebanyak 3.512.979,59 kg. Sedangkan Kota Sukabumi 1.176.944,94 kg.
Produksi Daging Sapi – Jumlah Produksi Daging (Meatyield) (Kg): Kabupaten Sukabumi sebanyak 2.718.837,71 kg, sedangkan Kota Sukabumi 963.962,09 kg.
- Untuk diketahui, produksi daging sapi mencakup sapi potong lokal, sapi potong ex-impor, dan sapi perah. Data produksi daging diperoleh dari total pemotongan ternak dikalikan rata-rata produksi daging per ekor di RPH/TPH dan di luar RPH/TPH yang tercatat ditambah perkiraan jumlah pemotongan ternak di luar RPH/TPH yang tidak tercatat.
- Rata-rata produksi daging per ekor untuk karkas, daging murni/skeletal, dan jeroan bersumber dari Laporan Pemotongan Ternak Bulanan 2024 periode Januari – Juli, serta estimasi periode Agustus – Desember oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian.
- Rata-rata produksi daging per ekor untuk daging variasi bersumber dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian
Sentra peternakan sapi di Sukabumi
Berdasarkan data potensi dan sentra peternakan, beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi yang menjadi penghasil daging sapi potong utama tersebar di wilayah tengah hingga selatan.
Di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, Kecamatan Cikembar dikenal sebagai salah satu pusat peternakan, didukung dengan adanya pengembangan peternakan sapi.
Lalu, Kecamatan Cibadak dan sekitarnya juga merupakan pusat administratif pertanian/peternakan yang didukung oleh berbagai peternakan lokal. Selain itu, Kalapanunggal, Sukabumi dan Sukaraja memiliki populasi peternak yang cukup signifikan.
Untuk wilayah selatan Sukabumi, antara lain Palabuhanratu, Purabaya, dan Surade. Wilayah bagian selatan ini merupakan sentra pengembangan sapi potong karena didukung oleh ketersediaan lahan pengangonan (penggembalaan) dan bahan pakan hijauan.
Dinas Peternakan Kabupaten Sukabumi terus mengembangkan Sentra Peternakan Rakyat (SPR) di berbagai kecamatan untuk menutupi kebutuhan daging, dengan target tiap peternak memiliki minimal dua ekor sapi. Selain itu, terdapat sentra sapi perah di wilayah Kecamatan Nyalindung di Lembur Sawah.
Harga daging sapi
Untuk informasi, harga daging sapi per Februari 2026, berdasarkan data dari berbagai sumber pasar dan ritel di Indonesia, berikut adalah estimasi harga daging sapi per kilogram (kg):
- Harga Rata-Rata Nasional: Sekitar Rp137.867/kg.
- Daging Sapi Murni/Super: Berkisar antara Rp131.230 hingga Rp150.000/kg.
- Daging Khusus Rendang/Gulai: Berkisar antara Rp106.010 hingga Rp129.000/kg.
- Daging Tetelan/Kepala: Lebih terjangkau di kisaran Rp75.500/kg.
- Harga Menjelang Ramadan: Dapat mengalami kenaikan hingga Rp180.000/kg di beberapa pasar tradisional karena lonjakan permintaan.









