sukabumiheadline.com – Kepuasan warga terhadap hasil kerja Dedi Mulyadi dan Erwan Setiawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir tergolong sangat tinggi.
Hal itu diketahui dari hasil survei lembaga survei Indikator yang dilakukan dalam kurun waktu 30 Januari 2026 hingga 8 Februari 2026.
Pendiri sekaligus Peneliti Indikator Prof. Burhanudin Muhtadi menyebutkan kepuasan atas kinerja gubernur yang akrab dipanggil KDM, itu mencapai 95.5 persen atau sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jika dibanding dengan temuan pada Mei tahun lalu, tingkat kepuasan masyaraka relatif stabil bahkan cenderung meningkat.
Meskipun demikian, hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan warga terhadap Erwan Setiawan jauh lebih rendah dibandingkan terhadap KDM, yakni di kisaran 54 persen saja.
Adapun, jumlah sampel dalam survei tersebut mencapai 800 responden yang tersebar di desa-desa di 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
“Ini menandakan bahwa gebrakan-gebrakan di awal masa jabatan Dedi Mulyadi pascapelantikan tidak hanya mendapat antusias yang sangat tinggi dari warga Jawa Barat,” kata Burhanuddin Muhtadi.
“Tapi evaluasi atas pelaksanaannya juga mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi selama satu tahun masa jabatannya,” ujarnya.
Hanya sebagian kecil kelompok warga yang kepuasannya kurang dari 90 persen, itu pun tidak kurang dari 80 persen di tiap segmen demografi dan wilayah Jawa Barat.
Masyarakat yang menjadi sampel dalam survei ini puas dengan program kerja KDM, salah satunya penghapusan denda dan tunggakan pajak kendaraan di Jawa Barat. Program tersebut memberikan insentif bagi sekitar sepertiga warga Jawa Barat, sekaligus menambah jumlah wajib pajak baru sebanyak 1,4 juta.

Beberapa kebijakan yang dinilai memengaruhi tingkat kepuasan warga Tatar Pasundan, antara lain:
- Pendekatan Langsung: Intensitas dan efektivitas interaksi tokoh dengan masyarakat (turun langsung ke lapangan).
- Dampak Kebijakan/Program: Keberhasilan program yang dirasakan (misalnya: pembangunan, pelayanan publik, sosial).
- Kepercayaan Publik: Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap integritas dan kemampuan pemimpin.
- Larangan Study Tour: Begitu juga dengan program-program kerja lainnya yang dinilai memuaskan oleh masyarakat. Contohnya, larangan sekolah mengadakan study tour, jam malam bagi siswa sekolah, dan mengirim siswa bermasalah ke barak militer.
- Pembangunan Infrastruktur: Program dalam bidang infrastruktur juga memuaskan bagi masyarakat Jawa Barat, seperti pembangunan dan perbaikan ratusan kilometer jalan, penyediaan penerangan jalan umum, dan pemasangan listrik gratis.
- Normalisasi Sungai: Termasuk program lingkungan, seperti normalisasi sungai dan penutupan tambang ilegal juga dianggap memuaskan oleh masyarakat.
- Realokasi Anggaran: Pada kondisi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berimbas sangat signifikan terhadap kapasitas fiskal pemerintah daerah, Dedi Mulyadi dinilai berhasil dalam melakukan realokasi dan efisiensi anggaran dengan mengalihkan belanja yang kurang penting menjadi belanja yang bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Menurut Burhanuddin Muhtadi, survei ini mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap pendekatan personal dan hasil nyata yang dihasilkan oleh KDM dalam kurun waktu tertentu.
Kinerja gubernur menurut kelompok demografi dan wilayah

Kabupaten
Ada tiga kabupaten yang warganya menjawab Puas 100%. Sedangkan, Sukabumi masuk kategori dengan tingkat kepuasan rendah, yakni hanya 90,8%.
- Bandung Barat: Puas 100%
- Indramayu: Puas 100%
- Kuningan: Puas 100%
- Tasikmalaya: Puas 98,5%, Tidak Puas 1,5%, Tidak Jawab 0%
- Cianjur: Puas 98,3%, Tidak Puas 1,7%, Tidak Jawab 0%
- Cirebon: Puas 97,8%, Tidak Puas 0%, Tidak Jawab 2,2%
- Sumedang: Puas 97,8%, Tidak Puas 2,2%, Tidak Jawab 0%
- Subang: Puas 97,3%, Tidak Puas 2,7%, Tidak Jawab 0%
- Garut: Puas 96,7%, Tidak Puas 3,3%, Tidak Jawab 0%
- Ciamis: Puas 96,2%, Tidak Puas 0%, Tidak Jawab 3,8%
- Karawang: Puas 96,1%, Tidak Puas 3,9%, Tidak Jawab 0%
- Purwakarta: Puas 94,6%, Tidak Puas 5,4%, Tidak Jawab 0%
- Bekasi: Puas 93,2%, Tidak Puas 6,8%, Tidak Jawab 0%
- Bogor: Puas 92,8%, Tidak Puas 4,3%, Tidak Jawab 3%
- Sukabumi: Puas 90,8%, Tidak Puas 8,1%, Tidak Jawab 1,1%
- Majalengka: Puas 89,8%, Tidak Puas 10,2%, Tidak Jawab 0%
- Pangandaran: Puas 88,9%, Tidak Puas 11,1%, Tidak Jawab 0%
- Bandung: Puas 87,6%, Tidak Puas 12,4%, Tidak Jawab 0%
Kota
Untuk kelompok kota, Sukabumi memiliki tingkat kepuasan terendah, yakni hanya 82%. Sedangkan, Bogor, Tasikmalaya, Cirebon, dan Banjar menjawab Puas 100%.
- Kota Bogor: Puas 100%
- Kota Tasikmalaya: Puas 100%
- Kota Cirebon: Puas 100%
- Kota Banjar: Puas 100%
- Kota Bandung: Puas 99,2%, Tidak Puas 0,8%, Tidak Jawab 0%
- Kota Depok: Puas 97,8%, Tidak Puas 2,2%, Tidak Jawab 0%
- Kota Bekasi: Puas 96,5%, 3,5%, 0%
- Kota Cimahi: Puas 90,6, Tidak Puas 9,4%, Tidak Jawab 0%
- Kota Sukabumi: Puas 82%, Tidak Puas 18%, Tidak Jawab 0%
Dengan demikian, berdasarkan data survei kelompok kabupaten dan kota di atas, warga Kota Sukabumi memiliki tingkat kepuasan terendah terhadap kinerja Dedi Mulyadi.









