Kesan Gen Z Sukabumi nonton film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?

- Redaksi

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? - Ist

Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? - Ist

sukabumiheadline.com – Film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? sebuah drama keluarga Indonesia yang tayang di bioskop mulai 9 April 2026.

Film berdurasi 1 jam 43 menit ini mengisahkan tentang Dira (Mawar De Jongh) dan Darin (Rey Bong) yang tumbuh dengan sosok ayah (Dwi Sasono) yang ada secara fisik namun tidak hadir secara emosional (fatherless).

Film yang disutradarai Kuntz Agus ini menyampaikan pesan bahwa ketika krisis keluarga terjadi, mereka harus belajar hidup mandiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya? diangkat dari novel dengan judul sama karya Khoirul Trian, menceritakan anak kecil yang kehilangan jalan pulangnya.

Salah seorang Gen Z Sukabumi menyebut bahwa banyak sosok ayah lebih memilih diam ketika menghadapi masalah, sehingga keluarga jadi terbelah akibat tidak adanya komunikasi.

“Film tentang perjalanan emosional seorang anak yang kehilangan sosok ayah, penunjuk arah dalam hidupnya, dan harus belajar menemukan jalan pulang serta makna hidup sendiri di tengah kesepian dan tantangan, karena terbatasnya komunikasi,” kata Nazla Fauziah kepada sukabumiheadline.com, Selasa (21/4/2026).

Menggambarkan perasaan anak yang lelah menjalani kehidupan dewasa, merasa kesepian, dan kesulitan menemukan arah hidup setelah beranjak dewasa.

“Ada kerinduan, dan proses pendewasaan diri. Ceritanya relatable dan menyentuh hati,” imbuh gadis 20 tahun itu.

Nazla pun mengaku memahami bahwa dalam kehidupan nyata, ada banyak keluarga yang terlihat hangat di luar namun rapuh di dalam, yang dipicu oleh peristiwa berat seperti ledakan dan tekanan ekonomi, memaksa anak (Dira) menjadi dewasa lebih cepat.

“Tapi pada akhirnya, kita seperti dibimbing untuk memahami bahwa cinta orang tua kadang hadir dalam bentuk yang tidak terlihat, serta upaya berdamai dengan masa lalu,” ungkapnya.

“Aku yakin banget banyak penonton yang memiliki kondisi sama,” tambahnya.

Namun, kata dia, intinya bagaimana menemukan kekuatan diri untuk tetap melangkah meskipun merasa tidak memiliki panduan atau kehilangan arah.

“Secara keseluruhan bagus sih. Pesan moralnya, intinya sih mengingatkan pentingnya komunikasi. Bagaimanapun kondisinya,” kata Nazla.

“Jadi menurut aku mah pesan moralnya, banyak masalah timbul karena tidak ada komunikasi,” pungkasnya.

Berita Terkait

5 film box office Indonesia hingga April 2026, sudah nonton?
Pemeran dan sinopsis Dilan ITB 1997 tayang di bioskop bulan ini, catat tanggalnya
Palestine 36: Sinopsis dan bintang film karya sineas Eropa & Palestina layak raih Oscar
Daftar film buat para fans sepak bola, cocok ditonton saat libur Lebaran
Profil dan kesan Angling Sagaran syuting di Sukabumi, ingin Sunda Emperor ditonton se-Indonesia
Sunda Emperor segera tayang di bioskop, dibintangi Laura Moane syuting di Sukabumi
Sunda Island Pit Viper, si Gary De’Snake dalam Zootopia 2 produksi Walt Disney
Sinopsis Titip Bunda di Surga-Mu, drama keluarga dibintangi artis senior tayang bulan depan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 00:34 WIB

Kesan Gen Z Sukabumi nonton film Ayah, Ini Arahnya Ke Mana, Ya?

Jumat, 17 April 2026 - 04:17 WIB

5 film box office Indonesia hingga April 2026, sudah nonton?

Senin, 6 April 2026 - 00:54 WIB

Pemeran dan sinopsis Dilan ITB 1997 tayang di bioskop bulan ini, catat tanggalnya

Sabtu, 4 April 2026 - 02:30 WIB

Palestine 36: Sinopsis dan bintang film karya sineas Eropa & Palestina layak raih Oscar

Kamis, 19 Maret 2026 - 22:24 WIB

Daftar film buat para fans sepak bola, cocok ditonton saat libur Lebaran

Berita Terbaru

Diego Michiels, bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim - Ist

Konten

Bintang Borneo FC tanya kesediaan KDM jadi Gubernur Kaltim

Senin, 20 Apr 2026 - 17:50 WIB