sukabumiheadline.com – Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus perceraian tertinggi di Indonesia. Sementara itu, Kabupaten Bandung penyumbang terbesar kasus perceraian di Tatar Pasundan.
Berdasarkan data awal Badan Pusat Statistik (BPS) 2025/2026, tingkat perceraian di Indonesia didominasi provinsi di Pulau Jawa.
Jawa Barat menempati posisi tertinggi dengan 98.903 kasus. Tren menunjukkan kenaikan dengan 438.168 kasus pada 2025, mayoritas cerai gugat sebanyak 79%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Faktor utama pemicu perceraian, menurut data Kementerian Agama RI, meliputi konflik rumah tangga, masalah ekonomi, dan kurangnya komunikasi.
5 provinsi kasus perceraian tertinggi di Indonesia

Berikut 5 provinsi dengan angka perceraian tertinggi, data berdasarkan tren 2025/2026, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (23/4/2026).
- Jawa Barat: 98.903 kasus, menjadikannya provinsi dengan tingkat perpisahan tertinggi.
- Jawa Timur: 83.208 kasus (data 2025).
- Jawa Tengah: 67.500 kasus (data 2025).
- Sumatera Utara: 15.660 kasus (tren 2024/2025).
- DKI Jakarta: 14.381 kasus (tren 2024/2025).
Peningkatan angka ini dipicu oleh pertengkaran terus-menerus, judi, hingga faktor ekonomi. Mayoritas cerai terjadi pada usia 25–33 tahun.
10 kabupaten kasus perceraian tertinggi di Jawa Barat
Kementerian Agama RI mencatat Jawa Barat sebagai provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Total kasus di wilayah ini mencapai 98.903, memuncaki statistik nasional dibandingkan provinsi lainnya.
Berikut 10 daerah penyumbang kasus perceraian tertinggi di Jawa Barat:
- Kabupaten Bandung: 7.974
- Kabupaten Indramayu: 7.894
- Kabupaten Cirebon: 6.833
- Kabupaten Bogor: 6.556
- Kabupaten Garut: 6.288
- Kota Bandung: 5.753
- Kabupaten Cianjur: 4.779
- Kabupaten Tasikmalaya: 4.421
- Kabupaten Majalengka: 3.986
- Kabupaten Bekasi: 3.084









