Polres Sukabumi ungkap dugaan penipuan Rp2 miliar didirikan dapur MBG

- Redaksi

Sabtu, 18 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satreskrim Polres Sukabumi - Istimewa

Satreskrim Polres Sukabumi - Istimewa

sukabumiheadline.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi sedang menyelidiki kasus dugaan penipuan jual beli tanah yang dilaporkan merugikan korban hingga Rp2 miliar.

Menurut Kapolres Sukabumi AKBP Samian melalui Kasatreskrim Iptu Hartono, lahan yang menjadi objek sengketa berlokasi di Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan kini telah berdiri bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kasus ini dilaporkan oleh Siti Eni Nuraeni (40) ke Polres Sukabumi pada 9 April 2026, dengan nomor laporan STTLP/B/184/IV/2026/SPKT/POLRES SUKABUMI/POLDA JAWA BARAT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Polda Jawa Barat, Hartono membenarkan bahwa laporan tersebut sedang dalam tahap penyelidikan awal. Dugaan penipuan ini dilakukan oleh seorang pria berinisial Yudistira, berawal pada 20 Maret 2019.

“Siti Eni Nuraeni awalnya sepakat membeli tanah seluas sekitar 557 meter persegi seharga Rp300 juta. Namun, sertifikat tanah tersebut diklaim masih dijaminkan ke bank,” paparnya, dikutip Sabtu (19/4/2026).

Terlapor kemudian meminta tambahan dana sebesar Rp180 juta untuk menebus sertifikat dan Rp30 juta untuk biaya operasional pengurusan dokumen. Korban memenuhi permintaan ini secara bertahap, hingga total dana yang dikeluarkan mencapai Rp280 juta.

Ia bahkan diizinkan menempati lahan tersebut dan membangun rumah serta toko material.

Seiring berjalannya waktu, sertifikat tanah tidak kunjung diserahkan, dengan alasan proses pengurusan masih berjalan. Puncaknya, pada Februari 2026, Siti mengetahui bahwa tanah tersebut diduga telah dijual kembali kepada pihak lain bernama Roni.

“Akibatnya, Siti mengalami kerugian besar, termasuk nilai transaksi, uang tambahan, dan bangunan yang telah didirikan di atas lahan tersebut, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar,” jelas dia.

“Lahan tersebut kini dikuasai oleh pembeli baru dan telah berdiri bangunan MBG/SPPG,” imbuh Hartono.

Pihak kepolisian masih dalam tahap penyelidikan awal untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut terkait kasus ini.

“Masyarakat yang memiliki informasi terkait dugaan penipuan ini diharapkan dapat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lansia biadab hamili gadis di bawah umur di Sukabumi
Dirugikan secara materi, warga protes Jalan Kabupaten Sukabumi hancur di Nyalindung
Teganya si Robi, pria asal Sukabumi mau tagih utang malah dicuri motornya
Ini jumlah ASN Kota Sukabumi 2026 menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin
Respons DPRD Kabupaten Sukabumi: Viral video limbah MBG di perbatasan Cisaat-Gununggguruh
Pria asal Sukabumi ditemukan tewas di Mulyosari
TKA China dinilai arogan, DPRD Kabupaten Sukabumi desak Satpol PP tak tebang pilih
Perahu dihantam ombak besar dua nelayan Sukabumi nyaris tenggelam

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 23:59 WIB

Polres Sukabumi ungkap dugaan penipuan Rp2 miliar didirikan dapur MBG

Jumat, 17 April 2026 - 18:35 WIB

Lansia biadab hamili gadis di bawah umur di Sukabumi

Jumat, 17 April 2026 - 02:38 WIB

Dirugikan secara materi, warga protes Jalan Kabupaten Sukabumi hancur di Nyalindung

Kamis, 16 April 2026 - 20:35 WIB

Teganya si Robi, pria asal Sukabumi mau tagih utang malah dicuri motornya

Kamis, 16 April 2026 - 00:28 WIB

Ini jumlah ASN Kota Sukabumi 2026 menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin

Berita Terbaru