sukabumiheadline.com – Petani adalah orang yang mata pencahariannya bercocok tanam atau mengelola lahan (sawah/kebun). Secara filosofis menurut Presiden ke-1 RI, Ir. Soekarno, petani adalah akronim dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia. Mereka berperan krusial dalam ketahanan pangan dan ekonomi.
Secara umum, petani identik dengan orang yang menanam padi di lahan. Secara bahasa, petani disebut juga penggarap, penanam, pemanen, pengolah tanah, hingga buruh tani atau petani yanh bekerja di lahan orang lain.
Selain itu, sebutan petani juga dapat merujuk pada orang yang memelihara organisme hidup, seperti budidaya tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, atau peternakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jumlah petani di Indonesia
Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023 Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah usaha pertanian perorangan di Indonesia mencapai 29,34 juta jiwa. Jumlah tersebut mengalami penurunan sekira 7,45% dari 31,70 juta pada 2013.
Mayoritas petani berusia di atas 45 tahun, dan terdapat lebih dari 17 juta petani gurem yang mengelola lahan kurang dari 0,5 hektar.
Sementara menurut data Kementerian Pertanian (Kementan) RI, berikut poin penting terkait jumlah petani Indonesia:
- Jumlah Usaha Pertanian: 29.342.202 unit (Sensus 2023).
- Petani Gurem: Sebanyak 17.251.432 petani (mengelola < 0,5 ha).
- Tren: Jumlah petani cenderung menurun, turun 7,45% dalam satu dekade terakhir.
- Demografi: Rata-rata usia petani adalah 45–55 tahun.
- Petani Milenial: Sebanyak 6.183.009 orang, atau 21,93% dari total petani.
Data per Agustus 2023 menunjukkan tenaga kerja di sektor pertanian mencapai 36,46 juta orang, atau sekira 26,07% dari total tenaga kerja Indonesia.
Jumlah petani di Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan

Berikut adalah jumlah petani terbanyak sekaligus menjadi lumbung pangan menurut kecamatan dirangkum sukabumiheadline.com dari Jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian Menurut Kecamatan dan Jenis Kelamin Kepala Rumah Tangga di Kabupaten Sukabumi, 2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS), Rabu (29/4/2026):
- Surade: Laki-laki 15.444 jiwa, Perempuan 2.329 jiwa, total 17.773 jiwa
- Jampang Tengah: Laki-laki 13.991 jiwa, Perempuan 2.108 jiwa, total 16.099 jiwa
- Ciemas: Laki-laki 13.158 jiwa, Perempuan 1.904 jiwa, total 15.062 jiwa
- Ciracap: Laki-laki 12.177 jiwa, Perempuan 1.494 jiwa, total 13.671 jiwa
- Cisolok: Laki-laki 11.258 jiwa, Perempuan 1.269 jiwa, total 12.527 jiwa
- Kabandungan: Laki-laki 9.897 jiwa, Perempuan 1.334 jiwa, total 11.231 jiwa
- Pabuaran: Laki-laki 9.885 jiwa, Perempuan 1.339 jiwa, total 11.224 jiwa
- Sagaranten: Laki-laki 9.368 jiwa, Perempuan 1.679 jiwa, total 11.047 jiwa
- Simpenan: Laki-laki 8.696 jiwa, Perempuan 1.145 jiwa, total 9.841 jiwa
- Tegalbuleud: Laki-laki 8.260 jiwa, Perempuan 1.178 jiwa, total 9.438 jiwa
Berita Terkait: 20 kecamatan dengan petani perempuan terbanyak dan sedikit di Sukabumi, di bawah Nasional
Sementara itu, 10 kecamatan dengan jumlah petani paling sedikit, adalah:

- Sukabumi: Laki-laki 1.714 jiwa, Perempuan 165 jiwa, total 1.879 jiwa
- Kebonpedes: Laki-laki 2.184 jiwa, Perempuan 313 jiwa, total 2.497 jiwa
- Gunungguruh: Laki-laki 2.900 jiwa, Perempuan 400 jiwa, total 3.300 jiwa
- Bojonggenteng: Laki-laki 3.033 jiwa, Perempuan 299 jiwa, total 3.332 jiwa
- Parakansalak: Laki-laki 3.203 jiwa, Perempuan 267 jiwa, total 3.470 jiwa
- Cidahu: Laki-laki 3.472 jiwa, Perempuan 279 jiwa, total 3.751 jiwa
- Sukalarang: Laki-laki 3.613 jiwa, Perempuan 375 jiwa, total 3.988 jiwa
- Parungkuda: Laki-laki 3.884 jiwa, Perempuan 368 jiwa, total 4.252 jiwa
- Cisaat: Laki-laki 4.192 jiwa, Perempuan 407 jiwa, total 4.599 jiwa
- Cireunghas: Laki-laki 3.987 jiwa, Perempuan 614 jiwa, total 4.601 jiwa
Sementara sisanya tersebar di 27 kecamatan sebagai berikut:

- Nyalindung: Laki-laki 8.087 jiwa, Perempuan 1.089 jiwa, total 9.176 jiwa
- Kalibunder: Laki-laki 7.849 jiwa, Perempuan 1.299 jiwa, total 9.148 jiwa
- Palabuhanratu: Laki-laki 8.029 jiwa, Perempuan 1.031 jiwa, total 9.060 jiwa
- Waluran: Laki-laki 7.781 jiwa, Perempuan 1.157 jiwa, total 8.938 jiwa
- Cikidang: Laki-laki 8.183 jiwa, Perempuan 749 jiwa, total 8.932 jiwa
- Jampang Kulon: Laki-laki 7.670 jiwa, Perempuan 1.025 jiwa, total 8.695 jiwa
- Cikembar: Laki-laki 7.676 jiwa, Perempuan 950 jiwa, total 8.626 jiwa
- Gegerbitung: Laki-laki 7.304 jiwa, Perempuan 1.176 jiwa, total 8.480 jiwa
- Curugkembar: Laki-laki 6.867 jiwa, Perempuan 1.084 jiwa, total 7.951 jiwa
- Lengkong: Laki-laki 6.915 jiwa, Perempuan 987 jiwa, total 7.902 jiwa
- Cikakak: Laki-laki 6.714 jiwa, Perempuan 1.084 jiwa, total 7.798 jiwa
- Purabaya: Laki-laki 6.656 jiwa, Perempuan 971 jiwa, total 7.627 jiwa
- Cibitung: Laki-laki 6.178 jiwa, Perempuan 865 jiwa, total 7.043 jiwa
- Warungkiara: Laki-laki 6.117 jiwa, Perempuan 619 jiwa, total 6.736 jiwa
- Kalapanunggal: Laki-laki 6.131 jiwa, Perempuan 547 jiwa, 6.678 jiwa
- Bantargadung: Laki-laki 5.396 jiwa, Perempuan 844 jiwa, total 6.240 jiwa
- Sukaraja: Laki-laki 5.524 jiwa, Perempuan 605 jiwa, total 6.129 jiwa
- Cidadap: Laki-laki 4.783 jiwa, Perempuan 1.005 jiwa, total 5.788 jiwa
- Cimanggu: Laki-laki 4.958 jiwa, Perempuan 738 jiwa, total 5.696 jiwa
- Cidolog: Laki-laki 4.520 jiwa, Perempuan 895 jiwa, total 5.415 jiwa
- Nagrak: Laki-laki 5.975 jiwa, Perempuan 725 jiwa, total 6.700 jiwa
- Cicurug: Laki-laki 5.572 jiwa, Perempuan 429 jiwa, total 6.001 jiwa
- Caringin: Laki-laki 4.965 jiwa, Perempuan 603 jiwa, total 5.568 jiwa
- Kadudampit: Laki-laki 4.802 jiwa, Perempuan 429 jiwa, total 5.231 jiwa
- Ciambar: Laki-laki 4.722 jiwa, Perempuan 397 jiwa, total 5.119 jiwa
- Cicantayan: Laki-laki 4.310 jiwa, Perempuan 569 jiwa, total 4.879 jiwa
- Cibadak: Laki-laki 4.391 jiwa, Perempuan 430 jiwa, total 4.821 jiwa

Dengan demikian, jumlah rumah tangga di Kabupaten Sukabumi yang bekerja di sektor pertanian, 312.391 laki-laki, dan 41.568 perempuan, total 353.959 jiwa petani.
Sedangkan, berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Sukabumi per semester 1 tahun 2025, jumlah penduduk mencapai 2.889.139 jiwa.
Dengan demikian, jumlah petani di Kabupaten Sukabumi 10,22% dari total jumlah penduduknya. Sedangkan nasional, sebanyak 26,07%.









