sukabumiheadline.com – BPI Danantara bakal mengucurkan dana hingga Rp50 triliun untuk membenahi sektor perkeretaapian nasional. Salah satunya perluasan jaringan rel kereta api di lima jalur lintas prioritas yang akan dielektrifikasi antara lain Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Rangkasbitung.
Menurut COO Danantara, Dony Oskaria, pihaknya menargetkan percepatan elektrifikasi jalur kereta api, sekaligus menutup impor rangkaian kereta.
Karenanya, seperti dilansir Bloomberg, Danantara mewajibkan KAI memproduksi lokomotif dan gerbong di dalam negeri melalui PT Industri Kereta Api (INKA). Kebijakan ini diharapkan menciptakan kepastian pasar bagi INKA sebagai produsen sarana perkeretaapian nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Elektrifikasi kereta api listrik ini akan menghidupkan kota-kota baru dan tahun ini harus dilakukan,” ujar Dony, dikutip sukabumiheadline.com, Jumat (8/5/2026).

Elektrifikasi tersebut dinilai memiliki nilai investasi yang relatif terbatas, namun berpotensi menghidupkan sedikitnya empat kota baru dalam waktu dekat.
Dony menegaskan, total nilai transformasi sektor perkeretaapian yang mencapai sekitar Rp50 triliun harus diarahkan untuk memperkuat rantai industri dalam negeri.
Tanpa kebijakan yang melarang impor, investasi besar tersebut dinilai berisiko tidak menghasilkan dampak ekonomi yang optimal bagi Indonesia.
“Saya mewajibkan kereta api itu tidak boleh lagi mengimpor gerbong maupun loko-nya,” tegasnya.









