sukabumiheadline.com – Pembangunan jalur poros yang menghubungkan Kabupaten Lebak, Banten dengan. Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diharapkan dapat segera terwujud.
Hal itu disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto. Ia mengharapkan poros tersebut bakal membuka akses baru sekaligus menggerakkan ekonomi kawasan barat Bogor. Dijelaskannya, pembangunan ruas tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas konektivitas wilayah barat Bogor yang berbatasan dengan Lebak dan Sukabumi.
Wacana tersebut muncul setelah pembangunan Jalan Nirmala di Desa Malasari mulai memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Jalan sepanjang 18,5 kilometer itu telah membuka akses menuju kawasan wisata di kaki Gunung Halimun Salak yang sebelumnya sulit dijangkau sehingga mendorong peningkatan kunjungan wisatawan dan aktivitas usaha warga setempat.
Menurug Rudy, dalam video yang diunggah di akun media sosial Bogor Istimewa, pemerintah daerah telah memasukkan rencana pembangunan jalan penghubung Malasari-Cianten dalam perencanaan pembangunan tahun 2026.
“Kami pun pada 2026 membuat perencanaan baru, yaitu menghubungkan antara Jalan Malasari dengan wilayah Cianten sehingga ekonomi bisa bergerak,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (3/6/2026).
Ia mengaku mulai membangun komunikasi dengan pemerintah daerah di dua wilayah tersebut untuk mewujudkan jalur poros lintas kabupaten.
“Kami mulai membangun komunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Lebak dan Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk bersama-sama membangun jalur Poros Lebak-Bogor-Sukabumi,” ungkap Rudy.
Ia juga menjelaskan jalur tersebut akan terhubung dengan Jalan Malasari, Kecamatan Nanggung, yang saat ini sedang dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bogor sebagai akses menuju kawasan barat Bogor.
Apabila jalur itu terwujud, masyarakat yang hendak menuju Sukabumi maupun Palabuhanratu tidak lagi harus melalui jalur tengah Bogor.
“Apabila jalur poros tersebut terbangun, Bogor membangun, menuntaskan, melebarkan Jalan Malasari, lalu terhubung dengan Lebak-Banten, lalu terhubung dengan Sukabumi,” katanya.
Ia menilai keberadaan jalur alternatif tersebut dapat memperpendek waktu tempuh sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan yang selama ini relatif terisolasi.









