sukabumiheadline.com – Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia di Arab Saudi. Kabar duka pun seketika menyelimuti keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole tersebut.
Informasi diperoleh, wanita berusia 37 tahun itu meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Fahad, Jeddah, Arab Saudi, Evi dinyatakan meninggal dunia.
Menurut suami almarhumah, Erwin Susman (43), wafatnya Evi diterima keluarga pada Jumat (10/7/2026) malam. Ia pertama kali memperoleh kabar dari rekan istrinya di Arab Saudi. Untuk memastikan informasi meninggalnya Evi, ia kemudian menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya saya dapat kabar dari teman istri. Malam harinya saya konfirmasi ke KJRI, sekitar pukul 11 atau 12 malam baru mendapat kepastian kalau istri saya memang sudah meninggal dunia. Setelah itu ada juga informasi secara lisan dari pihak rumah sakit,” ujar Erwin.
Hingga kini, jenazah Evi masih dalam proses administrasi dan penerbitan dokumen medis. Keluarga masih menunggu seluruh persyaratan tersebut sebelum proses pemulangan ke Tanah Air.
“Jenazah masih di rumah sakit karena masih menunggu berkas-berkasnya keluar, kemungkinan hari Minggu. Saya juga ingin melihat kondisi istri melalui video setelah semua proses di rumah sakit selesai,” kata Erwin.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Evi meninggal dunia akibat tumor otak. Ibu dari tiga orang putra itu sebelumnya telah menjalani perawatan selama sekitar 16 hari dan sempat menjalani dua kali operasi.
“Katanya karena tumor otak. Sudah dua kali operasi dan dirawat sekitar 16 hari,” ungkap Erwin.
Keluarga berharap jenazah Evi dapat dipulangkan agar dimakamkan di kampung halaman. Mereka berharap proses repatriasi mendapat dukungan dari pemerintah dan instansi terkait sehingga dapat segera terlaksana.
“Harapannya tentu bisa dibawa pulang ke Indonesia. Sekarang masih menunggu proses administrasi dan persyaratan dari rumah sakit,” ujarnya.
Untuk informasi, Evi berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai pekerja migran pada November 2022. Menurut Erwin, Evi sempat mengalami persoalan dengan majikannya hingga harus bekerja serabutan.
Hingga akhir Mei 2026, kondisi kesehatannya mulai menurun setelah didiagnosis mengidap tumor otak. Sejak menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga mengaku kesulitan memperoleh informasi secara mengenai kondisi Evi.
Keluarga bahkan sempat meminta bantuan berbagai pihak agar Evi dapat dipulangkan ke Indonesia. Namun, sebelum proses tersebut terwujud, Evi mengembuskan napas terakhirnya.









