Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi meninggal dunia di Arab Saudi

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi meninggal dunia di Arab Saudi - Ist

Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi meninggal dunia di Arab Saudi - Ist

sukabumiheadline.com – Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia di Arab Saudi. Kabar duka pun seketika menyelimuti keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole tersebut.

Informasi diperoleh, wanita berusia 37 tahun itu meninggal dunia setelah sebelumnya sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Fahad, Jeddah, Arab Saudi, Evi dinyatakan meninggal dunia.

Menurut suami almarhumah, Erwin Susman (43), wafatnya Evi diterima keluarga pada Jumat (10/7/2026) malam. Ia pertama kali memperoleh kabar dari rekan istrinya di Arab Saudi. Untuk memastikan informasi meninggalnya Evi, ia kemudian menghubungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya saya dapat kabar dari teman istri. Malam harinya saya konfirmasi ke KJRI, sekitar pukul 11 atau 12 malam baru mendapat kepastian kalau istri saya memang sudah meninggal dunia. Setelah itu ada juga informasi secara lisan dari pihak rumah sakit,” ujar Erwin.

Hingga kini, jenazah Evi masih dalam proses administrasi dan penerbitan dokumen medis. Keluarga masih menunggu seluruh persyaratan tersebut sebelum proses pemulangan ke Tanah Air.

“Jenazah masih di rumah sakit karena masih menunggu berkas-berkasnya keluar, kemungkinan hari Minggu. Saya juga ingin melihat kondisi istri melalui video setelah semua proses di rumah sakit selesai,” kata Erwin.

Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, Evi meninggal dunia akibat tumor otak. Ibu dari tiga orang putra itu sebelumnya telah menjalani perawatan selama sekitar 16 hari dan sempat menjalani dua kali operasi.

“Katanya karena tumor otak. Sudah dua kali operasi dan dirawat sekitar 16 hari,” ungkap Erwin.

Keluarga berharap jenazah Evi dapat dipulangkan agar dimakamkan di kampung halaman. Mereka berharap proses repatriasi mendapat dukungan dari pemerintah dan instansi terkait sehingga dapat segera terlaksana.

“Harapannya tentu bisa dibawa pulang ke Indonesia. Sekarang masih menunggu proses administrasi dan persyaratan dari rumah sakit,” ujarnya.

Untuk informasi, Evi berangkat ke Arab Saudi untuk bekerja sebagai pekerja migran pada November 2022. Menurut Erwin, Evi sempat mengalami persoalan dengan majikannya hingga harus bekerja serabutan.

Hingga akhir Mei 2026, kondisi kesehatannya mulai menurun setelah didiagnosis mengidap tumor otak. Sejak menjalani perawatan di rumah sakit, keluarga mengaku kesulitan memperoleh informasi secara mengenai kondisi Evi.

Keluarga bahkan sempat meminta bantuan berbagai pihak agar Evi dapat dipulangkan ke Indonesia. Namun, sebelum proses tersebut terwujud, Evi mengembuskan napas terakhirnya.

Berita Terkait

Diintai sepekan, 518 botol miras di Cibadak, Parungkuda dan Cicurug Sukabumi disita
PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun
Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus
Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana
Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan
Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat
Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT
5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Diintai sepekan, 518 botol miras di Cibadak, Parungkuda dan Cicurug Sukabumi disita

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:02 WIB

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:02 WIB

Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan

Berita Terbaru

Ilustrasi guru sedang mengajar di kelas - sukabumiheadline.com

Sukabumi

PPPK Kabupaten Sukabumi tolak tes ulang dan batas usia 35 tahun

Minggu, 30 Agu 2026 - 19:02 WIB

Ilustrasi perempuan sedang duduk di dalam bus - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

Armada dan rute Sukabumi – Bandara Husein Sastranegara Bandung

Minggu, 30 Agu 2026 - 04:42 WIB