sukabumiheadline.com – Islah Bahrawi, aktivis, intelektual publik, dan pengamat politik serta terorisme asal Madura yang dikenal sebagai Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI) turut mengomentari temuan emas puluhan kilogram dan uang Dolar Amerika Serikat dan Singapura diduga milik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah.
“Ditemukan lagi brankas lain di sebuah rumah (diduga milik Jampidsus) di Cluster Mediterania, Sentul, Bogor. Dari hasil pengembangan kasus PLN, Asabri dan Krakatau Steel itu, polisi menyita ratusan kilo emas dan berkoper-koper mata uang asing hasil pencucian uang korupsi,” katanya di akun Threads, @islah_bahrawi, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (9/7/2026).

Jika benar temuan tersebut merupakan harta milik Febrie Ardiansyah, maka terdapat kejanggalan dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Jampidsus tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Untuk informasi, polisi melakukan penggeladahan di rumah Febrie Adriansyah di kawasan Sentul, Bogor, dan di Jalan Radio I Nomor 15, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (8/7/2026) semalam.
Hasilnya polisi menemukan 74 kg emas dan uang ratusan miliar dalam bentuk Dolar Singapura serta dolar Amerika Serikat (AS). Penggeledahan tersebut terkait dugaan korupsi batu bara PLN, Asabri, dan Krakatau Steel. Harta yang diduga tidak tidak dilaporkan Febrie itu ditemukan polisi dalam brankas di balik pintu tersembunyi.
Di dalamnya, terdapat emas batangan berat 74 kilogram hingga uang dollar Singapura dan Amerika Serikat. Beberapa uang juga tampak disimpan dalam amplop kertas.
Sebagai informasi harga emas 1 kg pada Juli 2026 ini mencapai Rp2.581.600.000. Sehingga apabila dikali 74 kg maka setara dengan Rp191.038.400.000 atau Rp191 miliar.
Jumlah temuan tersebut jauh melampaui jumlah harta yang dilaporkan Febrie Ardiansyah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Berapa harta Febrie Adriansyah yang dilaporkan ke negara?
Berdasarkan penelusuran di situs resmi LHKPN yang dikelola KPK harta Febrie yang dilaporkan jauh dari yang dimiliki saat ini.
Febrie Adriansyah mengaku hanya memiliki harta Rp18.261.445.180 sedari tahun 2023. Harta tersebut memang sempat melonjak fantastis dari tahun 2022 yang hanya mencapai Rp6.360.108.742.
Kemudian dari 2023 hingga 2025, harta Febrie tidak bergerak yakni Rp18.261.445.180. Harta tersebut terdiri dari tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan senilai Rp14.852.820.000. Di mana tanah dan bangunan senilai Rp10.829.474.000 disebut hasil warisan.
Kemudian Febrie Adriansyah juga mengaku hanya memiliki harta transportasi senilai Rp2.310.500.000 yang terdiri dari TOYOTA L-CRUIS PARADO 2.7 Tahun 2020, PEUGEOT NEW 2008 AT Tahun 2018, TOYOTA ALPHARD 2.5G A, dan HONDA HR-V RU5 1.8 Tahun 2018.
Febrie juga mengaku hanya memiliki harta bergerak senilai Rp60 juta dan kas setara kas senilai Rp938.125.180 juga harta lainnya Rp100.000.000. Sehingga total harta Jampidsus tersebut senilai Rp18.261.445.180 tanpa utang.
Laporan Harta Kekayaan ini cenderung janggal dengan temuan kepolisian. Sebab diduga harta puluhan kilogram emas dan uang miliaran di brankas Febrie diduga tidak masuk dalam LHKPN.








