BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu

- Redaksi

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan anggaran Rp15 ribu per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengurangi kualitas makanan untuk para siswa.

Sudaryono yakin anggaran Rp15 ribu tersebut telah dihitung sejak awal, termasuk tidak menggunakan barang-barang subsidi seperti Minyakita, LPG 3 kilogram, dan beras SPHP.

“Cukup, sudah dihitung itu. Sudah perhitungannya Rp15 ribu kemudian sekian-sekian hitung-hitung itu sudah termasuk,” kata Sudaryono, dikutip Kamis (30/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga menjelaskan biaya penyediaan makanan telah disusun berdasarkan kebutuhan bahan baku utama, seperti ayam, telur, dan sayuran. Untuk minyak goreng, ia menilai bukan komponen utama dalam penyusunan menu sehingga tidak menyedot anggaran sebesar bahan pangan.

Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Sudaryono, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Ia meyakinkan bahwa larangan penggunaan barang subsidi tidak akan memengaruhi kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat MBG. Sudaryono juga akan memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG tetap menyajikan makanan aman dan bergizi sesuai standar yang ditetapkan.

“Intinya bagaimana kita memastikan menyediakan menu yang dimakan oleh anak-anak ini satu aman, yang kedua bergizi,” ujarnya.

Ia mengatakan BGN tengah menyiapkan sistem yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, masyarakat dapat menilai secara langsung apakah menu yang diberikan layak dan melaporkannya apabila ditemukan ketidaksesuaian.

“Kalau memang ada menu dilihat kasat mata, ‘pantas enggak?’ Kalau enggak dirasa pantas, laporkan. Kita mau ada transparansi, enggak boleh ada eksklusivitas, enggak boleh ada sembunyi-sembunyi, semuanya harus terang benderang,” kata Sudaryono.

Menurut dia, keterbukaan tersebut penting karena program MBG dibiayai menggunakan uang negara sehingga pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Berita Terkait

Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga
414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk
Pernah ribut soal bahasa Sunda, Asep Nana Mulyana jabat Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus
Profil Sudaryono, kader Partai Gerindra jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang mundur
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi
Heran, laporan keuangan BGN era Dadan dapat WTP BPK

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:07 WIB

BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:47 WIB

Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:56 WIB

KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya

Senin, 27 Juli 2026 - 09:49 WIB

Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk

Berita Terbaru

Gaya busana era 80an hingga 90an - Ist

Trend

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:32 WIB

Ilustrasi calon pekerja migran atau tenaga kerja wanita antre naik pesawat - sukabumiheadline.com

Sukabumi

90% dari 39 kasus PMI asal Sukabumi berangkat ilegal

Rabu, 29 Jul 2026 - 23:18 WIB