sukabumiheadline.com – Fleksibilitas kamera yang tidak memerlukan ganti lensa, Sony seri RX10 selalu menjadi standar emas. Kini, Sony RX10 V telah resmi dirilis dengan membawa peningkatan signifikan untuk kebutuhan fotografer hobi hingga profesional dalam satu paket ringkas.
Kamera all-in-one ini dibekali fitur kecerdasan buatan (AI) terbaru yang disematkan. Dengan kemampuan zoom yang fantastis dan sensor yang bertenaga, Sony RX10 V diprediksi akan menjadi primadona baru di segmen kamera bridge.
Evolusi Sensor dan Prosesor Bionz XR
Sony RX10 V tetap mempertahankan DNA utamanya sebagai kamera dengan sensor 1 inci, namun kini menggunakan teknologi Stacked CMOS Exmor RS generasi terbaru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sony RX10 V dibekali prosesor gambar Bionz XR prosesor yang sama yang ditemukan pada lini kamera mirrorless kelas atas Sony seperti Alpha 7R V kamera ini menawarkan kecepatan pemrosesan data yang jauh lebih cepat dibandingkan pendahulunya, RX10 IV.
Peningkatan prosesor ini berdampak langsung pada kualitas gambar, manajemen noise di ISO tinggi, serta kemampuan perekaman video yang lebih profesional. Pengguna kini dapat menikmati reproduksi warna yang lebih akurat dan rentang dinamis yang lebih luas.
Lensa Zeiss Vario-Sonnar T* 24-600mm
Salah satu nilai jual utama dari Sony RX10 V adalah lensanya yang ikonik. Sony tetap mempercayakan Zeiss Vario-Sonnar T* dengan rentang fokus 24-600mm (ekuivalen 35mm) dan bukaan f/2.4-4.
Rentang ini memungkinkan pengguna mengambil foto landscape yang lebar hingga detail wildlife atau olahraga dari jarak jauh tanpa kehilangan ketajaman.
Meskipun lensa memiliki rentang yang sama dengan generasi sebelumnya, optimasi pada sistem stabilisasi gambar (Optical SteadyShot) di RX10 V diklaim mampu meredam getaran hingga 5.5 stop, membuatnya lebih stabil saat digunakan pada focal length maksimal 600mm.
Loncatan terbesar Sony RX10 V terletak pada sistem fokusnya yang menyematkan unit pemrosesan AI khusus untuk pengenalan subjek secara real-time. Jika sebelumnya kamera hanya fokus pada mata manusia dan hewan, Sony RX10 V mampu mengenali burung, serangga, mobil, kereta api, hingga pesawat terbang dengan akurasi tinggi.
Sistem Fast Hybrid AF dengan ratusan titik deteksi fase memastikan penguncian fokus terjadi dalam waktu kurang dari 0,03 detik. Hal ini menjadikan RX10 V sebagai salah satu kamera tercepat di kelasnya untuk menangkap momen yang bergerak sangat dinamis.
Selain itu, para videografer atau kreator konten pengguna Sony RX10 V bakal dimanjakan fitur-fitur yang sebelumnya hanya ada di lini Cinema Line Sony.
Sony RX10 V mampu melakukan perekaman video 4K hingga 60p tanpa cropping, dukungan profil warna S-Cinetone untuk tampilan sinematik langsung dari kamera, dan kemampuan rekam 10-bit 4:2:2 secara internal, serta fitur Focus Breathing Compensation untuk menjaga komposisi saat perpindahan fokus.
Sony Indonesia telah mengonfirmasi bahwa Sony RX10 V akan tersedia melalui jaringan dealer resmi dan Sony Center di seluruh Indonesia. Mengingat peningkatan teknologi yang dibawa, kamera ini diposisikan sebagai perangkat premium.
Kelebihan dan kekurangan
Kelebihan: Rentang zoom sangat luas (24-600mm), autofokus AI yang sangat cerdas dan cepat, kualitas video kelas profesional (10-bit), bodi tangguh dan tahan cuaca (weather-sealed).
Kekurangan: Harga relatif tinggi untuk kamera sensor 1 inchi, ukuran bodi cukup besar dan berat, tidak ada peningkatan resolusi megapixel yang signifikan.
Secara keseluruhan, Sony RX10 V adalah solusi sempurna bagi mereka yang tidak ingin repot membawa banyak lensa namun tetap menginginkan performa setara kamera profesional. Dengan integrasi AI dan kemampuan video yang mumpuni, kamera ini siap menjawab tantangan berbagai genre fotografi di tahun 2026 ini.
Harga Sony RX10 V di Indonesia dibanderol senilai Rp28.999.000. Paket penjualan biasanya mencakup unit kamera, baterai NP-FZ100 (yang memiliki kapasitas lebih besar dibanding seri sebelumnya), lens hood, dan tali strap.









