KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

- Redaksi

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pedagang kaki lima sedang berjualan di trotoar jalan - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pedagang kaki lima sedang berjualan di trotoar jalan - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) harus memiliki nyali besar dalam penegakan aturan, penindakan hukum dan pengamanan aset milik negara.

Hal itu disampaikan KDM, sapaan akrab gubernur, dalam giat Apel Gabungan Peringatan HUT Damkar ke-107, Satpol PP ke-76, dan Satlinmas ke-64 Tingkat Provinsi Jabar Tahun 2026. Acara dilanjutkan dengan Pemusnahan Barang Kena Cukai Ilegal di Alun-alun Garut, Jl. Ahmad Yani Nomor 22, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, beberapa waktu lalu.

“Nyali Satpol PP itu tergantung nyali kepala daerah, kalau kepala daerahnya berani, bertanggung jawab, selalu di barisan paling depan, maka Satpol PP akan berani menyelesaikan berbagai problem, melahirkan tata kelola lingkungan yang bersih, indah dan estetik,” tegas KDM dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, Ahad (9/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

KDM mengatakan, agar Satpol PP harus bekerja profesional, maka sistem penerimaannya juga harus melalui seleksi ketat, bukan sistem titipan. Setelah direkrut, dilanjutkan dengan pelatihan tiga hingga empat bulan agar Satpol PP mengetahui tugas utama dan memiliki postur tubuh yang bagus.

“Postur tubuh pantas, baju rapi, sepatu rapi. Untuk apa tujuan dari itu? Dua hal, satu penegakan hukum, dua pengamanan dan pengembalian aset,” tegas KDM.

Kepada petugas Damkar, Linmas dan BPBD Jabar yang ikut dalam apel gabungan, KDM berpesan harus selalu menjadi yang pertama dan terdepan dalam menangani korban kebencanaan.

“Keberadaan Linmas juga jangan disepelekan, dianggap hanya mengatur lalu lintas, hajatan dan sekadar disuruh angkat kursi, padahal menjadi yang paling pertama menghadapi masalah di tingkat desa. Bekerja kadang sukarela dan dikasih honor kecil,” ujarnya.

KDM kemudian memanggil seorang Linmas, Iwan, yang sudah berumur 91 tahun. Ia mengabdi sebagai Linmas sejak 1970-an dan tetap setia bekerja meski hanya menerima honor kecil.

Iwan sempat diuji baris berbaris dan mampu melaksanakan perintah gubernur dengan sigap sehingga mendapatkan hadiah.

“Umur sudah 91 tahun namun tetap setia sebagai Linmas dan badannya tegap. Saya kasih hadiah, berupa bantuan uang Rp50 juta,” ujarnya.

Berita Terkait

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun
Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN
Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:55 WIB

Nyerah, DPRD dan Pemprov Jawa Barat akhirnya sepakat ngutang Rp3,4 triliun

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Berita Terbaru