sukabumiheadline.com – Sebuah masjid yang dibangun sejak zaman penjajahan Belanda di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah sumber menyebut jika masjid ikonik tersebut dibangun sejak 1941, atau empat tahun sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945.
Disebut ikonik sebab desain arsitektur Masjid Al Munawaroh yang terletak di Desa Cipetir, Kecamatan Kadudampit, ini memiliki kekhasan seperti halnya bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda yang sangat kentara.

Selain kusen pintu dan jendela yang masih dipertahankan, masjid bersejarah ini juga masih menggunakan keramiknya, sehingga terkesan jadul dipandang, namun antik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun sudah mendapat tambahan dan sentuhan di banyak bagian, seperti atap canopi dibagian teras, namun kekhasan arsitektur masjid ini bak saksi bisu masa penjajahan Belanda di Indonesia, khususnya di Sukabumi.

Masjid Al Munawaroh dibangun para tokoh masyarakat pada saat itu, yakni H Harmami, H Basar, Hj Fatimah dan Hj Rukoyah yang semuanya merupakan keturunan H Arif.
Karena dibangun pada 1941, tidak mengherankan jika arsitektur masjid tersebut berarsitektur gaya Belanda, dan masih terawat hingga kini, meskipun berulangkali dicat.

Struktur bangunan masjid ini cukup kuat karena dibangun dari beton dan batu. Pada bagian penyangga bangunan, tampak masih tetap kokoh menopang atap bangunan yang sudah tak lagi muda.
Namun demikian, masjid ini tetap terlihat bersih dan terawat, serta selalu ramai digunakan shalat berjamaah dan aktivitas keagamaan lainnya. Tak heran jika pada bagian teras masjid ini juga dipasangi sajadah, karena sudah tidak muat menampung jemaah yang datang.

Namun, siapa sangka jika pada perang merebut kemerdekaan, masjid ini pernah difungsikan sebagai tempat menyembunyikan senjata para pejuang Indonesia.
Masjid Al Munawaroh hingga saat ini masih ramai digunakan untuk beribadah dan dakwah Islam.









