sukabumiheadline.com – Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila akhirnya buka suara ihwal isu viral yang menyeret dirinya dan sekretaris pribadinya yang bernama Rima Yudiawantini hingga Anggota Anggota DPR RI Fraksi PAN Komisi I, Farah Puteri Nahlia.
Isu tersebut menyebut adanya dugaan tindak pidana kekerasan seksual, pengeroyokan, penganiayaan.
Namun, Fajar sudah menyampaikan bantahan atas tuduhan yang beredar melalui pesan berantai tersebut. Ia mengatakan informasi itu tidak berdasar dan saat ini sedang didalami.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ya makanya saya pun kaget jujur, ya bingung makanya ingin meluruskan kesalahpahaman ini. Ya intinya tidak ada apa-apa, itu semua tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pesan berantai sedang kami dalami. Nanti juga akan ada konfirmasi-konfirmasi dari orang terkait,” kata Fajar.
Menurut Fajar, dirinya sempat memilih tidak menanggapi isu tersebut. Ia khawatir tanggapan justru membuat persoalan semakin melebar. Namun, karena kabar itu telah menyebar, ia merasa perlu memberikan penjelasan.
“Jadi memang kami enggak mau tanggapi sebenarnya karena cuman jadinya melebar luas, mau enggak mau harus ditanggapi kan, tapi kalau faktanya tidak ada apa-apa,” ujarnya.
Ia memastikan kondisi saat ini baik-baik saja dan kondusif. Fajar kembali menyebut tuduhan yang beredar sebagai fitnah dan tuduhan yang tidak memiliki dasar.
Fajar juga menyinggung kemungkinan adanya kepentingan politik di balik isu tersebut. Namun, ia mengatakan tidak ingin membuat kesimpulan berdasarkan informasi yang belum jelas.
“Ya kalau saya tadi mendapatkan info tapi itu tadi saya kan mendapatkan info tidak mau harus jelas ya kalau kita kan tidak mau berasumsi-asumsi, tapi ya larinya tetap ke arah politik juga,” tuturnya.
KDM turun tangan
Merespons kegaduhan tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung menerjunkan tim untuk mengklarifikasi isu yang berkembang. Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, ia meminta publik bersabar.
“Menanggapi berita tentang peristiwa yang di alami oleh Wakil Bupati Sumedang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat hari ini membentuk tim investigasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Bupati Sumedang agar peristiwa itu tersaji secara objektif, bukan berdasarkan opini atau asumsi,” kata gubernur yang akrab dipanggil KDM itu.
Ia berharap, publik tidak berasumsi liar, dan meminta publik untuk menunggu hasil investigasi yangvakan dilakukan oleh tim dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
“Kepada semua pihak, mohon bersabar sebelum hasil investigasi kami sampaikan, tidak dulu memberikan opini atau narasi,” pungkasnya.









