sukabumiheadline.com – Eddy Kusnadi Sariaatmadja, Founder & CEO PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Grup Emtek). Perusahaan ini menaungi stasiun televisi SCTV dan Indosiar yang rajin menyiarkan pertandingan Persib Bandung dan 17 tim lainnya peserta Super League.
Eddy Kusnadi Sariaatmadja mengendalikan kedua stasiun televisi tersebut dan Moji (sebelumnya bernama O Channel) melalui anak perusahaan Emtek, yaitu PT Surya Citra Media Tbk (SCM).
Selain sebagai pengusaha, Eddy Kusnadi juga dikenal sebagai filantropi Indonesia. Selain itu, melaui Elang Mahkota Teknologi, dia merupakan pemegang saham beberapa perusahaan rintisan seperti Bukalapak dan Dana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Profil Eddy Kusnadi Sariaatmadja
Eddy Kusnadi Suriaatmadja lahir 23 Agustus 1953. Ia merupakan putra pertama dari Mohamad Soeboeb Sariaatmadja, seorang pengusaha Sunda, sedangkan ibunya berdarah Melayu Palembang.
Selain Eddy Kusnadi, pasangan Soboeb dan Haryati juga memiliki lima anak lainnya, yakni Fofo Sariaatmadja, Ida Sariaatmadja, Lina Sariaatmadja, Darwin Wahyu Sariaatmadja, dan Widya Sariaatmadja.
Eddy Kusnadi menikah dengan Sofi Wijaya dan dikaruniai dua orang anak, Adi Sariaatmadja dan Alvin Widarta Sariaatmadja.
Riwayat pendidikan Eddy Kusnadi Suriaatmadja
Eddy Kusnadi Suriaatmadja menyelesaikan pendidikan sarjana di jurusan Civil Engineering, University of New South Wales, Australia pada 1978. Selanjutnya Eddy meraih gelar master di bidang Engineering Science di universitas yang sama, yang diraihnya pada 1980.
Rangkaian pencapaian pendidikannya di perguruan tinggi tersebut, menjadi modal bagi usahanya di bidang teknologi, khususnya di industri media.
Riwayat karier bisnis Eddy Kusnadi Suriaatmadja
Perjalanan bisnisnya dimulai pada 1983, ketika dia mendirikan PT Elang Mahkota Komputer. Semula perusahaan ini merupakan distributor komputer merek Compaq di Indonesia. Lalu pada 1997, PT Elang Mahkota Komputer berganti nama menjadi PT Elang Mahkota Teknologi (Emtek).
Pada 2 Agustus 2004, Emtek bersama MRA Media mendirikan stasiun televisi swasta lokal pertama di Jakarta, yakni O Channel (kini Moji) yang memfokuskan siarannya di wilayah Jabodetabek.
Selanjutnya pada 2005, Emtek menguasai Surya Citra Media melalui PT Abhimata Mediatama. Pada 2007, Emtek membeli saham MRA Media, sehingga O Channel telah dimiliki Emtek sepenuhnya.
Kemudian pada 17 April 2008, Emtek memutuskan untuk menguasai Surya Citra Media secara langsung, dan di tanggal 12 Januari 2010, Emtek resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.
Pada 13 Mei 2011, Emtek resmi membeli saham Indosiar Karya Media (induk Indosiar) sebesar 27,24% dari PT Prima Visualindo. Pada akhir penawaran tender wajib, Emtek resmi menguasai Indosiar sebesar 84,77%.
Pada 23 November 2011, Emtek juga meluncurkan televisi berlangganan dengan merek Nexmedia. Nexmedia sendiri adalah televisi berlangganan yang bisa dipasang dengan antena televisi biasa.Namun, Nexmedia menghentikan operasinya pada 1 September 2019, kemudian digantikan dengan Vidio Premier dan Nex Parabola.
Dalam beberapa tahun terakhir, Emtek juga agresif mencaplok saham sejumlah perusahaan start-up. Setelah mendirikan platform dompet digital DANA, Emtek juga menguasai 50% saham PT Nusa Satu Inti Artha yang mengelola platform dompet digital DOKU.
Kemudian Emtek juga membeli 34,88% saham perusahaan e-commerce PT Bukalapak.com.
Untuk menambah porsi investasinya di industri kesehatan, pada 2020 Emtek mengakuisisi 71,88% saham PT Sarana Metropolitan Tbk (SAME), yang merupakan pengendali jaringan Rumah Sakit Omni Internasional. Akuisisi ini melengkapi kepemilikannya di jaringan Rumah Sakit EMC.
Menurut majalah Forbes, pada 2021 kekayaan Eddy ditaksir mencapai 3,6 miliar USD. Jumlah itu setara dengan Rp64.467.360.000.000 atau enam puluh empat triliun empat ratus enam puluh tujuh miliar tiga ratus enam puluh juta Rupiah.
Jumlah ini telah menempatkannya ke dalam jajaran 10 orang terkaya di Indonesia. Pada 2018, Forbes juga menempatkan Eddy sebagai salah satu dari 40 orang paling dermawan di Asia.









