Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai

- Redaksi

Rabu, 29 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai - Istimewa

Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai - Istimewa

sukabumiheadline.com – Hendi Setiadi alias Acun pernah mengalami kisah pahit dalam hidupnya, sebelum kemudian ia sukses sebagai perajin bumerang. Kisah pahit itu telah memacu semangatnya hingga berhasil memasarkan produk hasil kreasinya menembus pasar Eropa, Amerika dan Asia.

Dari produk bumerang kreasinya itu, kini pria berusia 45 tahun sukses meraup pundi-pundi untuk keluarganya. Padahal, ungkap Acun, kisah pahit itu membuatnya terpaksa hijrah dari kampung halamannya, di Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat.

Kini, perlahan ia yang telah sukses membangun usahanya, membuka gerai di Jl. Sindang Sari, RT 001/005, Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai informasi, bumerang merupakan senjata tradisional yang berasal dari Suku Aborigin di Australia. Namun, kini bumerang menjadi alat permainan ketangkasan yang kerap dilombakan. Alat permainan ini biasa dilemparkan oleh pemiliknya, kemudian akan kembali kepada pemiliknya setelah beberapa saat terbang dan berputar-putar di udara.

Baca Juga: 

Diceritakan Acun, kisah pahit itu terjadi mana kala ia tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah. Alih-alih bisa mendapatkan pembinaan, ia malah diabaikan.

“Saya kurang diperhatikan oleh pemerintahan. Dulu beberapa kali mengajukan bantuan lewat program-program desa tapi diabaikan. Bukannya dibina, malah seolah sia-sia,” kata dia.

Baca Juga :  5 Langkah Agar UMKM Sukabumi Dapatkan Sertifikat Halal
Acun Bumerang
Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai – Istimewa

Bahkan, Acun mengaku sempat mendapat cercaan ketika mengembangkan bakatnya membuat kreasi bumerang. Keinginannya untuk menularkan keahliannya untuk membantu mengentaskan pengangguran malah dipandang sebelah mata.

“Saya malah dikira kayak anak kecil, orang kurang kerjaan sampai di bilang orang stres. Padahal punya usaha seperti ini tujuannya untuk membantu kawan-kawan yang menganggur,” kenang Acun.

Acun Bumerang
Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai – Istimewa

Acun pun akhirnya memilih untuk hengkang dari kampung halamannya, lalu mengembangkan bakatnya itu di Kota Sukabumi sambil bekerja sebagai penjaga sekolah di MTs Negeri Warudoyong.

Tak dinyana, keahlian Acun mengkreasi bumerang justru mendapat apresiasi dari kepala sekolah MTs di mana ia bekerja.

“Kepsek Pak Sholih Munawar ini orang baik. Bahkan, saya diperbolehkan tinggal membuat kantin dan memberikan ruangan untuk tempat saya membuat bumerang,” kata Acun.

Acun kemudian mendirikan Bengkel Komunitas Bumerang Sukabumi (Kubus) di belakang kantin sekolah yang dikelola oleh istrinya, Murni Anggraeni (28).

“Semua Bumerang ini saya kerjakan sendiri, pasarkan sendiri lewat media sosial,” ungkap Acun.

Kini, Acun berharap bumerang kreasinya bisa dikembangkan melalui industri kreatif binaan pemerintah.

“Saya ingin punya gerai sendiri apalagi jika pemerintah daerah mau membukakan pintu agar produk saya ini bisa jadi pajangan di tiap kantor pemerintahan meski asli Australia tapi cita rasanya pasundan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Baca Juga :  Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Re-Branding Produk UMKM

Mendapat perhatian Bea Cukai

Bea Cukai terus mendorong para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Lewat asistensi dan sosialisasi, kali ini dilakukan Bea Cukai Sukabumi.

Rabu (24/4/2024), Bea Cukai Bogor gelar asistensi ke UMKM pengrajin bumerang asal Sukabumi, Acun Bumerang. Seiring perkembangan zaman, bumerang tak hanya digunakan sebagai senjata, tetapi juga masuk dalam kejuaraan internasional.

Bahkan, banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai hiasan dinding. Memanfaatkan peluang pasar tersebut, Acun Bumerang pun mulai memasarkan bumerangnya hingga pasar internasional.

Acun Bumerang
Acun Bumerang, produk UMKM asal Sukabumi yang disukai bule dimanja Bea Cukai – Istimewa

“Dengan potensi ini, kami yakin Acun Bumerang bisa berkembang lebih besar lagi. Ditambah beberapa fasilitas dari pemerintah, kami berharap usaha ini dapat naik kelas dan berperan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar dilansir laman resmi Bea Cukai.

Encep menambahkan, melalui Bea Cukai Bogor pihaknya mendorong Acun Bumerang untuk mulai melakukan impor dan ekspor secara mandiri agar lebih menghemat biaya.

Selain itu, Acun Bumerang juga dapat mengoptimalkan fasilitas KITE IKM dari Bea Cukai, mengingat penjualan utama produknya ke luar negeri dan ada beberapa bahan baku yang harus diimpor, salah satunya plywood.

“Acun Bumerang telah rutin mengekspor produknya ke berbagai negara, seperti Australia, Jerman, USA dan Arab Saudi, sehingga ekspor secara mandiri kami nilai menjadi hal penting dan akan membantu,” jelas dia.

Berita Terkait

Kabupaten Sukabumi terbesar ke-4, ini 5 kecamatan penghasil wortel
Top 10 kabupaten dan kota punya kedai kopi terbanyak di Jawa Barat, juaranya bukan Bandung
Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya
Menghitung naik turun jumlah kafe di Kota Sukabumi 5 tahun terakhir dan anomali masa pandemi
Strategi Mahorahora, UMKM asal Sukabumi lonjakkan omzet hingga raih penghargaan
Mengenal khasiat dan harga fantastis biji pala, kecamatan penghasil di Sukabumi?
20 kecamatan penghasil ubi kayu terbesar di Sukabumi, bukan sekadar teman ngopi
27 kecamatan penghasil ubi jalar di Sukabumi, kenali gizi, mineral dan manfaatnya bagi tubuh

Berita Terkait

Senin, 2 Februari 2026 - 04:49 WIB

Kabupaten Sukabumi terbesar ke-4, ini 5 kecamatan penghasil wortel

Minggu, 1 Februari 2026 - 17:34 WIB

Top 10 kabupaten dan kota punya kedai kopi terbanyak di Jawa Barat, juaranya bukan Bandung

Minggu, 1 Februari 2026 - 00:46 WIB

Alpukat Sukabumi dihasilkan 42 kecamatan ini, kenali kandungan gizi dan manfaatnya

Sabtu, 31 Januari 2026 - 01:01 WIB

Menghitung naik turun jumlah kafe di Kota Sukabumi 5 tahun terakhir dan anomali masa pandemi

Rabu, 28 Januari 2026 - 00:16 WIB

Strategi Mahorahora, UMKM asal Sukabumi lonjakkan omzet hingga raih penghargaan

Berita Terbaru

Model rambut wanita panjang berlayer 2026 - Ist

Trend

5+1 model rambut wanita panjang ber-layer 2026

Selasa, 3 Feb 2026 - 08:00 WIB

Ilustrasi daftar makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Daftar lengkap makanan untuk tingkatkan kesuburan wanita

Selasa, 3 Feb 2026 - 02:00 WIB