sukabumiheadline.com – Hendi Setiadi alias Acun pernah mengalami kisah pahit dalam hidupnya, sebelum kemudian ia sukses sebagai perajin bumerang. Kisah pahit itu telah memacu semangatnya hingga berhasil memasarkan produk hasil kreasinya menembus pasar Eropa, Amerika dan Asia.
Dari produk bumerang kreasinya itu, kini pria berusia 45 tahun sukses meraup pundi-pundi untuk keluarganya. Padahal, ungkap Acun, kisah pahit itu membuatnya terpaksa hijrah dari kampung halamannya, di Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat.
Kini, perlahan ia yang telah sukses membangun usahanya, membuka gerai di Jl. Sindang Sari, RT 001/005, Sindangsari, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai informasi, bumerang merupakan senjata tradisional yang berasal dari Suku Aborigin di Australia. Namun, kini bumerang menjadi alat permainan ketangkasan yang kerap dilombakan. Alat permainan ini biasa dilemparkan oleh pemiliknya, kemudian akan kembali kepada pemiliknya setelah beberapa saat terbang dan berputar-putar di udara.
Baca Juga:
- Momen Pemilik UMKM Keripik Tempe asal Sukabumi Maksa Ketemu Jokowi
- BPR Kota dan BPR Sukabumi bakal dilarang Otoritas Jasa Keuangan
- Berkat Digital Marketing, UMKM di Surade Sukabumi Ini Tak Pernah Sepi Order
Diceritakan Acun, kisah pahit itu terjadi mana kala ia tidak mendapatkan perhatian sama sekali dari pemerintah. Alih-alih bisa mendapatkan pembinaan, ia malah diabaikan.
“Saya kurang diperhatikan oleh pemerintahan. Dulu beberapa kali mengajukan bantuan lewat program-program desa tapi diabaikan. Bukannya dibina, malah seolah sia-sia,” kata dia.

Bahkan, Acun mengaku sempat mendapat cercaan ketika mengembangkan bakatnya membuat kreasi bumerang. Keinginannya untuk menularkan keahliannya untuk membantu mengentaskan pengangguran malah dipandang sebelah mata.
“Saya malah dikira kayak anak kecil, orang kurang kerjaan sampai di bilang orang stres. Padahal punya usaha seperti ini tujuannya untuk membantu kawan-kawan yang menganggur,” kenang Acun.

Acun pun akhirnya memilih untuk hengkang dari kampung halamannya, lalu mengembangkan bakatnya itu di Kota Sukabumi sambil bekerja sebagai penjaga sekolah di MTs Negeri Warudoyong.
Tak dinyana, keahlian Acun mengkreasi bumerang justru mendapat apresiasi dari kepala sekolah MTs di mana ia bekerja.
“Kepsek Pak Sholih Munawar ini orang baik. Bahkan, saya diperbolehkan tinggal membuat kantin dan memberikan ruangan untuk tempat saya membuat bumerang,” kata Acun.
Acun kemudian mendirikan Bengkel Komunitas Bumerang Sukabumi (Kubus) di belakang kantin sekolah yang dikelola oleh istrinya, Murni Anggraeni (28).
“Semua Bumerang ini saya kerjakan sendiri, pasarkan sendiri lewat media sosial,” ungkap Acun.
Kini, Acun berharap bumerang kreasinya bisa dikembangkan melalui industri kreatif binaan pemerintah.
“Saya ingin punya gerai sendiri apalagi jika pemerintah daerah mau membukakan pintu agar produk saya ini bisa jadi pajangan di tiap kantor pemerintahan meski asli Australia tapi cita rasanya pasundan,” pungkasnya.
Baca Juga:
- Berkat Digital Marketing, UMKM Teh Organik dari Sukabumi Raup Untung Berlipat
- Drum Berkualitas Buatan UMKM Sukabumi Dipasarkan hingga Papua
- Sekolah Vokasi IPB University Bantu UMKM Sukabumi Promosikan Produk Olahan Sorgum
Mendapat perhatian Bea Cukai
Bea Cukai terus mendorong para pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Lewat asistensi dan sosialisasi, kali ini dilakukan Bea Cukai Sukabumi.
Rabu (24/4/2024), Bea Cukai Bogor gelar asistensi ke UMKM pengrajin bumerang asal Sukabumi, Acun Bumerang. Seiring perkembangan zaman, bumerang tak hanya digunakan sebagai senjata, tetapi juga masuk dalam kejuaraan internasional.
Bahkan, banyak masyarakat yang memanfaatkannya sebagai hiasan dinding. Memanfaatkan peluang pasar tersebut, Acun Bumerang pun mulai memasarkan bumerangnya hingga pasar internasional.

“Dengan potensi ini, kami yakin Acun Bumerang bisa berkembang lebih besar lagi. Ditambah beberapa fasilitas dari pemerintah, kami berharap usaha ini dapat naik kelas dan berperan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Encep Dudi Ginanjar dilansir laman resmi Bea Cukai.
Encep menambahkan, melalui Bea Cukai Bogor pihaknya mendorong Acun Bumerang untuk mulai melakukan impor dan ekspor secara mandiri agar lebih menghemat biaya.
Selain itu, Acun Bumerang juga dapat mengoptimalkan fasilitas KITE IKM dari Bea Cukai, mengingat penjualan utama produknya ke luar negeri dan ada beberapa bahan baku yang harus diimpor, salah satunya plywood.
“Acun Bumerang telah rutin mengekspor produknya ke berbagai negara, seperti Australia, Jerman, USA dan Arab Saudi, sehingga ekspor secara mandiri kami nilai menjadi hal penting dan akan membantu,” jelas dia.