Kelebihan cabai gerombol dan cara menanam, lebih pedas lebih tahan hama

- Redaksi

Minggu, 21 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelebihan cabai gerombol dan cara menanam, lebih pedas lebih tahan hama - Ist

Kelebihan cabai gerombol dan cara menanam, lebih pedas lebih tahan hama - Ist

sukabumiheadline.com – Cabai gerombol adalah sebutan untuk varietas cabai rawit unggul yang buahnya tumbuh bergerombol atau berkerumun dalam jumlah banyak (5-10 buah atau lebih) dari satu titik tangkai, bukan satu-satu seperti cabai rawit biasa, sehingga menghasilkan panen yang melimpah, pedas, dan sering kali lebih tahan penyakit.

Varietas populer termasuk Mahkota, Bestop, dan Bigtop.

Ciri-ciri utama cabai herombol

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertumbuhan Buah: Buahnya muncul banyak sekaligus di satu buku tangkai, membentuk “gerombol” atau “dompolan”.

Produktivitas Tinggi: Menghasilkan jumlah cabai jauh lebih banyak per pohon, menjadikannya favorit petani.

Bentuk & Rasa: Umumnya kecil, ramping (mirip cabai rawit), tumbuh tegak, dan sangat pedas.

Ketahanan: Seringkali merupakan benih hibrida (F1) yang lebih tahan terhadap virus (seperti virus kuning) dan layu bakteri.

Varietas: Nama dagang seperti Mahkota, Bestop, Bigtop, atau Prentul sering mengindikasikan jenis gerombol.
Singkatnya, cabe gerombol adalah cabai rawit modern yang diformulasikan untuk panen maksimal karena buahnya yang melimpah dalam setiap kelompok tangkai.

Cara menanam 

Untuk menanam cabai gerombol (atau cabai rawit), mulai dengan menyemai benih berkualitas, pindahkan bibit sehat ke polybag atau pot berisi media tanam campuran tanah, kompos atau pupuk kandang, dan sekam; lalu rawat dengan penyiraman teratur, pemupukan (NPK atau organik), pemangkasan tunas muda, penyangga, dan pengendalian hama agar tumbuh lebat dan berbuah banyak.

1. Persiapan Benih & Penyemaian

  • Pilih Benih: Gunakan biji cabai berkualitas baik (tua, sehat).
  • Rendam: Rendam biji dalam air hangat selama 6 jam untuk merangsang tumbuh.
  • Semai: Tanam di polybag kecil berisi media semai (tanah:kompos:sekam 2:1:1 atau 1:1:1) sedalam 1,5 cm, tutup tipis, dan letakkan di tempat teduh.
  • Rawat Semai: Siram pagi-sore, beri naungan, jangan kena matahari langsung. Pindahkan bibit (tinggi 5-10 cm, 4-5 daun) ke media tanam utama setelah sebulan.

2. Media Tanam & Penanaman

  • Media Tanam:Campur tanah, pupuk kandang/kompos, dan sekam padi (perbandingan bisa bervariasi, misal 2:1:1).
  • Pot/Polybag: Gunakan pot/polybag yang punya lubang drainase. Lapisi bagian bawah dengan pecahan genteng/sabut kelapa.
  • Tanam Bibit: Pindahkan bibit yang sudah jadi ke media tanam baru.

3. Perawatan rutin

  • Sinar Matahari: Butuh sinar matahari minimal 6 jam sehari, tempatkan di lokasi yang cerah.
  • Penyiraman: Siram teratur, pagi dan sore, secukupnya (jangan berlebihan).
  • Pemupukan:
    Gunakan pupuk organik (kompos/pupuk kandang) atau NPK (misal 1 sendok makan per pot/bulan). Pupuk cair organik bisa disemprotkan..Bisa gunakan larutan micin (1-2 sdm per 10L air) disiram ke tanah setiap 2-3 minggu.
  • Pemangkasan (Pruning): Pangkas tunas muda di ketiak daun agar tanaman lebih kokoh dan bercabang banyak.
  • Penyangga: Saat tanaman tinggi (20 cm), beri penyangga bambu/kayu agar tegak.
  • Pengendalian Hama: Bersihkan gulma, gunakan pestisida organik (ekstrak bawang putih, cengkeh) jika ada hama.

4. Panen

  • Panen saat buah mulai besar, warna mulai berubah (hijau-merah), atau sudah merah penuh.
  • Panen berikutnya bisa dilakukan 1-2 minggu sekali.

Berita Terkait

13 kecamatan penghasil lengkuas di Sukabumi, berkhasiat tingkatkan kualitas sperma
Pengkaji Batik: Kada harus paham budaya dan dinamika industri lokal Sukabumi
18 kecamatan penghasil kapulaga di Sukabumi, kenali manfaat dan cara konsumsi
Lumbung pangan, petani Sukabumi ngumpul di 10 kecamatan ini
20 kecamatan dengan petani perempuan terbanyak dan sedikit di Sukabumi, di bawah Nasional
Mengenal khasiat kunyit dan 28 kecamatan penghasil di Sukabumi
28 kecamatan penghasil jahe di Sukabumi, 1,4 juta kg!
Tak hanya sawah, luas panen sayuran di Kabupaten Sukabumi menurun dalam 4 tahun terakhir

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 04:49 WIB

13 kecamatan penghasil lengkuas di Sukabumi, berkhasiat tingkatkan kualitas sperma

Kamis, 14 Mei 2026 - 17:51 WIB

Pengkaji Batik: Kada harus paham budaya dan dinamika industri lokal Sukabumi

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:16 WIB

18 kecamatan penghasil kapulaga di Sukabumi, kenali manfaat dan cara konsumsi

Rabu, 29 April 2026 - 00:01 WIB

Lumbung pangan, petani Sukabumi ngumpul di 10 kecamatan ini

Selasa, 28 April 2026 - 15:53 WIB

20 kecamatan dengan petani perempuan terbanyak dan sedikit di Sukabumi, di bawah Nasional

Berita Terbaru

Film animasi Masha and the Bear - Ist

Film

Film Masha and the Bear versi panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB