Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah: Apapun masalahnya, masjid solusinya

- Redaksi

Sabtu, 8 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3) angkatan pertama resmi dibuka oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Achmad Dahlan Rais, pada Sabtu (1/6/2024). Acara pembukaan yang berlangsung di Masjid Raya Al Falah Sragen ini menandai dimulainya pelatihan selama delapan hari penuh, dari 1 hingga 8 Juni 2024.

Mengutip dari muhammadiyah.or.id, Akademi ini merupakan program pelatihan pengurus masjid Muhammadiyah tingkat nasional yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Muhammadiyah (LPCR-PM) bersama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Sebanyak 12 masjid Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia mengirimkan perwakilannya untuk mengikuti pelatihan ini, termasuk Masjid Al Furqon Depok, Masjid Mujahidin PWM Jawa Barat, Masjid Al Jihad Banjarmasin, Masjid Al Muqarrabin PWM Gorontalo, dan Masjid Ar Rahmah RS Cempaka Putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pernyataan yang dirilis melalui akun Instagram Masjid Raya Al Falah, Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah, Muhammad Jamaludin Ahmad, mengungkapkan antusiasme yang luar biasa dari berbagai masjid wilayah, daerah, cabang, dan ranting yang mengikuti pelatihan ini.

“Mudah-mudahan semangat ini bisa terus kita pelihara dan kemudian menjadikan masjid-masjid Muhammadiyah berubah menjadi masjid yang lebih baik, masjid yang unggul berkemajuan, masjid yang makmur memakmurkan,” ujar Jamaludin, dikutip Sabtu (8/6/2024).

Jamaludin juga menambahkan harapannya agar masjid-masjid Muhammadiyah semakin dicintai oleh masyarakat, mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat, serta menjadi tempat bangkitnya umat dan solusi bagi berbagai persoalan keummatan. “Dari masjid inilah kita bisa mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan maksud dan tujuan persyarikatan Muhammadiyah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Jamaludin Ahmad menyerukan jargon, “Masjid – Makmur Memakmurkan. Masjid – Dari Masjid Kita Bangkit, Masjid – Apapun Masalahnya, Masjid Solusinya!”

Senada dengan Jamaludin, Ketua DKM Masjid Raya Al Falah Sragen, Kusnadi Ikhwani, berharap dengan diresmikannya Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah Angkatan Pertama ini, dapat mencetak marbot masjid yang kompeten dan profesional.

“Sehingga nantinya masjid-masjid akan dilayani oleh para marbot yang kompeten di bidangnya untuk menghidupkan masjid-masjid yang belum makmur dan memakmurkan bagi jemaahnya,” ujar Kusnadi.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia, menjadikannya pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih baik lagi.

Berita Terkait

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia
27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage
24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen
23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas
HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?
Kapolri minta MUI haramkan vape
18 Oktober: Hari Menopause Sedunia, kenali gejala, penyebab, obat dan pencegahan
17 Oktober: Jumlah penduduk miskin Sukabumi di Hari Pemberantasan Kemiskinan

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:44 WIB

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 05:58 WIB

27 Oktober: 3 hari penting diperingati, HLN, HPN hingga World Day for Audiovisual Heritage

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 03:57 WIB

24 Oktober: HDN, Harlah IDI dan PBB, Black Thursday hingga Perdamaian Westfalen

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:29 WIB

23 Oktober: Telekomunikasi pertama di Indonesia hingga pembalap MotoGP tewas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:23 WIB

HSN 22 Oktober: Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, ada apa di Sukabumi?

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB