Akhir karier Djadja Suparman, warga Sukabumi pertama yang jadi Pangkostrad

- Redaksi

Kamis, 16 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Letjen TNI Djadja Suparman, jenderal bintang tiga asal sukabumi. - Istimewa

Letjen TNI Djadja Suparman, jenderal bintang tiga asal sukabumi. - Istimewa

sukabumiheadline.comDjadja Suparman lahir di Sukabumi pada 11 Desember 1949. Ia seorang perwira tinggi TNI dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, atau tinggal selangkah lagi menjadi Jenderal (bintang empat) dan berpotensi menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD), atau bahkan Panglima TNI.

Dengan pangkat terakhir jenderal bintang tiga TNI, Djaja menjadi warga Sukabumi pertama yang menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis atau Pangkostrad.

Bahkan, ketika berpangkat jenderal bintang dua atau Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Djaja Suparman menjadi orang pertama dari Suku Sunda yang menjabat Pangdam V/Brawijaya, Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penelusuran sukabumiheadline.com, Djaja Suparman menjabat Pangdam Brawijaya hanya satu tahun, yakni sejak 1997-1998.

Dinilai sukses mengamankan daerahnya dari kerusuhan yang terjadi pascalengsernya Presiden Soeharto, ia kemudian ditarik ke Jakarta untuk menduduki jabatan Pangdam Jaya pada tahun 1999, sebelum kemudian menjadi Pangkostrad.

1. Jenderal Sunda Pertama yang Jadi Pangdam V/Brawijaya

Ketika berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, Djaja Suparman menjadi orang pertama dari suku Sunda yang menjabat Pangdam V/Brawijaya.

Djaja Suparman menjabat Pangdam Brawijaya hanya satu tahun, yakni sejak 1997-1998.

Selain itu, ia juga pernah menjadi Pandam Jaya pada tahun 1999, sebelum kemudian menjadi Pangkostrad.

Usai menjadi Pangdam Brawijaya dan Pangdam Jaya, ia kemudian naik pangkat menjadi Letjen TNI dengan tiga bintang di pundak, dan menjadi Pangkostrad hingga 2000.

Baca Juga :  KASAD dan Mentan Panen Raya di bekas lahan terlantar perkebunan di Sukabumi

2. Dituduh Korupsi

Djaja Suparman dituduh melakukan korupsi uang negara Rp13,3 miliar dari operator jalan tol PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) pada 1998 silam.

Namun, Djadja bersikeras bahwa perbuatannya bukan korupsi karena uang dari PT CMNP merupakan bantuan natura, bukan ganti rugi atas pelepasan aset tanah Kodam seluas 8,8 hektare di Kelurahan Dukuh Menanggal, Surabaya.

“Uang Rp 13,3 miliar itu saya pakai buat mengamankan Jawa Timur agar tidak tertular kerusuhan Mei 98 di Jakarta,” kata dia.

Letjen TNI (Purn.) Djadja Suparman. l Istimewa
Letjen TNI (Purn.) Djadja Suparman. l Istimewa

Menurut Djaja, uang itu dipakai untuk pengadaan kendaraan operasional Korem dan Kodim, serta meningkatkan kesejahteraan prajurit. Pos terbesar dari pengeluaran itu, kata dia, buat pembinaan teritorial agar masyarakat tak mudah terprovokasi bertindak anarkistis.

“Jika di suatu tempat ada istighatsah misalnya, kami yang biayai,” ujar dia. Seluruh pemakaian uang itu telah disampaikan Djadja dalam materi pledoinya. “Tapi oleh hakim dianggap tidak relevan,” ujar dia.

Dengan pendekatan-pendekatan ke masyarakat seperti itu, menurut Djaja, Jawa Timur berhasil diamankan dari keadaan genting. Karena dinilai sukses, oleh Panglima ABRI Jendral Wiranto ia pun ditarik ke Ibu Kota sebagai Pangdam Jaya menggantikan Sjafrie Sjamsoedin.

Di Jakarta ia juga mengklaim berhasil meredam gejolak-gejolak yang timbul pasca-lengsernya Presiden Soeharto.

Baca Juga :  Kasad dan Pangkostrad resmikan Program Pipanisasi Dam Parit Mekarsakti di Sukabumi

“Tapi negara tak pernah mengapresiasi saya. Sekarang saya malah dibeginikan,” ujar Djaja.

3. Divonis 4 Tahun Penjara

Pengadilan Militer Tinggi III Surabaya, pada Kamis, 26 September 2013 silam menjatuhkan vonis 4 tahun penjara kepada Djaja Suparman. Ketua Majelis Hakim, Letjen Hidayat Manao menyatakan Djadja tidak bisa mempertanggungjawabkan uang Rp13,3 miliar.

Hal yang memberatkan hukuman Djaja, kata hakim, karena Djaja dinilai tidak menyesali perbuatannya, tidak mengindahkan KASAD, menerima kompensasi ganti rugi lahan Kodam, dan menyalahgunakan kewenangannya.

Vonis tersebut disambut Djaja dengan berdendang: “Alusia…alusiaa.”

4. Batal Dieksekusi

Djadja sempat akan menjalani kehidupan baru di dalam Lapas Militer Cimahi pada 16 Juli 2022. Namun, belakangan ditunda karena menurutnya ada drama yang menginginkan dirinya ditahan di lapas umum. Baca lengkap: Jenderal TNI asal Sukabumi: Ada Drama yang Menginginkan Saya Dipenjara di Lapas Umum

5. Menikah dengan Pengamat Militer

Connie Rahakundini Bakrie. l Istimewa
Connie Rahakundini Bakrie. l Istimewa

Ia kemudian menikah dengan wanita kelahiran Bandung bernama Connie Rahakundini Bakrie, tapi kemudian bercerai pada 2014 lalu.

Berita Terkait:  Pengamat Militer dan Intelijen Connie Bakrie Menikah dengan Pria Sukabumi dan Punya Tiga Anak

Dari pernikahan dengan Connie, Djadja dikaruniai tiga orang anak perempuan bernama Audindra, Samantha Azzaria Wahab, Aurelle Allesandra Merkava.

Berita Terkait

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?
Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 03:36 WIB

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131