sukabumiheadline.com – Seorang janda tua di Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus menanggung beban lebih berat setelah rumahnya ambruk. Informasi diperoleh, rumah wanita bernama Mak Icah itu ambruk pada Rabu (18/9/2024) lalu.
Sehari-hari, Icah yang ditinggal mati suaminya, Sanuri, itu hanya mengurus rumah tangga. Wanita berusia 64 tahun itu hidup bersama seorang anaknya di rumah semipermanen yang sudah lapuk.
Baca Juga:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rumah berdinding bilik bambu itu ambruk setelah beberapa hari hujan turun mengguyur Kampung Baru RT 004/004, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Dinding bilik bambu yang sebelumnya hanya bolong-bolong karena lapuk, kini benar-benar hancur, termasuk kerangka rumah yang didominasi kayu. Puing-puing bangunan dibiarkan menumpuk di samping sisa ruangan yang juga sudah lapuk dan hanya tinggal menunggu waktu untuk ambruk.
Baca Juga: Menulis Tak Sopan di CD Janda, Tukang Kredit Dimassa Warga Gunungguruh Sukabumi
Kini, Icah dan anak lelaki satu-satunya, Dedi Sahara (23) tahun, mengaku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk membuat rumahnya kembali berdiri kokoh, lalu kembali menghuninya.
“Enggak tahu harus bagaimana lagi. Kami orang tidak punya. Hanya bersyukur karena tidak ada yang terluka,” keluh Mak Icah kepada sukabumiheadline.com, Ahad (29/9/2024).
Baca Juga:

Icah menambahkan, kini ia hanya bisa berharap ada yang pihak yang peduli dan mau membantunya mendirikan kembali rumah yang ambruk tersebut.
“Semoga ada yang peduli dan bersedia membantu, walaupun tidak mewah yang penting bisa ditinggali seperti sebelumnya,” harap wanita kelahiran 8 April 1960 itu.
Baca Juga:

Baca Juga: Ini Gurita Bisnis Arini Subianto, Janda Terkaya di Indonesia
Sementara, salah seorang relawan dari komunitas Jejak Amal, Agus Hardian, mengaku sedang berusaha menggalang donasi dari berbagai kalangan untuk membangun kembali rumah milik Icah.
“Ya kami hanya bisa berusaha, semoga ada banyak peduli kepada Mak Icah,” kata Agus dari komunitas yang aktif berbagi beras gratis itu.
Baca Juga:
Meski demikian, Agus mengaku pihaknya tidak mengharuskan donasi melalui Jejak Amal. Ia mempersilakan jika ada warga atau donatur yang ingin membantu langsung membangun kembali rumah ambruk tersebut.
“Tidak harus melalui kami. Silakan kalau ada donatur yang ingin membangun sendiri. Kami hanya berikhtiar menghimpun donasi karena memang dana yang dibutuhkan lumayan besar,” pungkas dia.