Akses Sukabumi – Sagaranten putus akibat banjir dan longsor

- Redaksi

Rabu, 31 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan Provinsi ruas Nyalindung - Purabaya amblas - BPBD Kabupaten Sukabumi

Jalan Provinsi ruas Nyalindung - Purabaya amblas - BPBD Kabupaten Sukabumi

sukabumiheadline.com – Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi memicu serangkaian bencana di wilayah selatan. Akibatnya, banjir bandang, longsor, dan pergerakan tanah dilaporkan terjadi di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Nyalindung dan Purabaya, dalam musibah yang terjadi pada Ahad (28/12/2025) lalu.

Dampak bencana tersebut menyebabkan akses jalan utama Sukabumi–Sagaranten mengalami kerusakan parah, retak dan amblas, hingga tidak dapat dilalui secara normal.

Kondisi paling krusial terjadi di Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung. Akses jalan penghubung antara Kampung Lebak Muncang dan Kampung Karikil terputus total setelah diterjang banjir bandang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Luapan air yang membawa material lumpur dan bebatuan menutup badan jalan, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial warga antar kampung lumpuh seketika. Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Nyalindung, Ahmad, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menjelaskan curah hujan ekstrem yang berlangsung cukup lama menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga merusak infrastruktur jalan desa.

“Benar, telah terjadi banjir bandang yang mengakibatkan terputusnya akses jalan perbatasan Kampung Lebak Muncang dan Kampung Karikil di Desa Bojongsari. Hingga malam ini, akses tersebut belum bisa dilalui kendaraan karena kondisinya masih berbahaya,” ujar Ahmad, dalam keterangannya dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (31/12/2025).

Selain berdampak pada permukiman warga, bencana juga mengancam jalur raya provinsi Sukabumi–Sagaranten. Jalur yang menghubungkan Kecamatan Nyalindung dan Purabaya dilaporkan berada dalam kondisi kritis akibat longsor dan pergerakan tanah di sejumlah titik.

Ahmad menyebutkan, badan jalan di beberapa lokasi mengalami retakan memanjang dan kondisi tanah menjadi sangat labil. Ancaman longsor dari tebing di sisi jalan masih tinggi, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Di jalan raya provinsi Sukabumi–Sagaranten, khususnya lintasan Nyalindung menuju Purabaya, terjadi kombinasi bencana berupa luapan air, longsoran kecil, hingga pergeseran tanah. Kami mengimbau pengendara, terutama kendaraan berat, untuk ekstra waspada karena kondisi tanah masih labil,” katanya.

Berita Terkait

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia
Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara
Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi
Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia

Berita Terbaru