sukabumiheadline.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memastikan anggaran Rp15 ribu per porsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan mengurangi kualitas makanan untuk para siswa.
Sudaryono yakin anggaran Rp15 ribu tersebut telah dihitung sejak awal, termasuk tidak menggunakan barang-barang subsidi seperti Minyakita, LPG 3 kilogram, dan beras SPHP.
“Cukup, sudah dihitung itu. Sudah perhitungannya Rp15 ribu kemudian sekian-sekian hitung-hitung itu sudah termasuk,” kata Sudaryono, dikutip Kamis (30/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menjelaskan biaya penyediaan makanan telah disusun berdasarkan kebutuhan bahan baku utama, seperti ayam, telur, dan sayuran. Untuk minyak goreng, ia menilai bukan komponen utama dalam penyusunan menu sehingga tidak menyedot anggaran sebesar bahan pangan.

Ia meyakinkan bahwa larangan penggunaan barang subsidi tidak akan memengaruhi kualitas menu yang disajikan kepada penerima manfaat MBG. Sudaryono juga akan memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG tetap menyajikan makanan aman dan bergizi sesuai standar yang ditetapkan.
“Intinya bagaimana kita memastikan menyediakan menu yang dimakan oleh anak-anak ini satu aman, yang kedua bergizi,” ujarnya.
Ia mengatakan BGN tengah menyiapkan sistem yang memungkinkan masyarakat ikut mengawasi kualitas makanan yang disajikan. Menurutnya, masyarakat dapat menilai secara langsung apakah menu yang diberikan layak dan melaporkannya apabila ditemukan ketidaksesuaian.
“Kalau memang ada menu dilihat kasat mata, ‘pantas enggak?’ Kalau enggak dirasa pantas, laporkan. Kita mau ada transparansi, enggak boleh ada eksklusivitas, enggak boleh ada sembunyi-sembunyi, semuanya harus terang benderang,” kata Sudaryono.
Menurut dia, keterbukaan tersebut penting karena program MBG dibiayai menggunakan uang negara sehingga pelaksanaannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.









