Arab Saudi Kini Larang Siswi Memakai Abaya Saat Sekolah

- Redaksi

Selasa, 27 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswi di Arab Saudi mengenakan abaya. l Istimewa

Siswi di Arab Saudi mengenakan abaya. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Kementerian Pendidikan Kerajaan Arab Saudi melarang abaya atau baju kurung perempuan, dikenakan para siswi saat ujian di sekolah.

Diberitakan The National, Komisi Evaluasi Pendidikan dan Pelatihan Saudi (Education and Training Evaluation Commission/ETEC), sebuah badan yang bertanggung jawab untuk mengakreditasi sistem pendidikan dan pelatihan di Saudi, bersama dengan Kementerian Pendidikan mengumumkan bahwa siswa kini tak lagi diizinkan mengenakan abaya selama ujian sekolah.

ETEC menyatakan, pelajar perempuan harus mengenakan seragam sekolah di dalam ruangan. Badan itu juga menegaskan bahwa seluruh pakaian harus selaras dengan aturan kesopanan publik di Saudi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diketahui, sejak 2018 abaya memang sudah tidak diberlakukan secara umum lagi di Saudi. Kendati demikian, sejumlah wanita di kerajaan masih kerap memakainya.

Baju tradisional yang biasa berwarna hitam itu juga mulai diproduksi dengan beragam warna. Seperti misalnya warna biru muda dan merah muda yang banyak dikenakan oleh sejumlah perempuan di wilayah Teluk.

Pada tahun yang sama, Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS) juga menyatakan bahwa wanita tak perlu mengenakan kerudung selama berpakaian sopan.

“Keputusan sepenuhnya diserahkan kepada perempuan untuk memutuskan jenis pakaian yang layak dan terhormat yang dia pilih untuk dikenakan,” kata MbS kala itu.

Seorang ulama senior Arab Saudi juga saat itu menyatakan bahwa wanita harus berpakaian sopan namun tidak wajib mengenakan abaya.

Diberitakan sebelumnya, Arab Saudi semakin terbuka dan moderat sejak Pangeran MbS berkuasa. Perempuan tak lagi diwajibkan mengenakan pakaian panjang yang juga menutupi wajah.

Wanita di sana bahkan diperbolehkan mengenakan bikini di kawasan pesisir King Abdullah Economic City.

Para wisatawan juga boleh mengenakan pakaian renang serta bikini di hotel atau jalanan sejumlah kawasan tertentu.

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB