sukabumiheadline.com l CISAAT – Nasib malang harus dialami oleh Indy Apriyanto Putri. Bagaimana tidak, bocah berumur 4,5 tahun itu didiagnosa mengalami tumor ganas dan berbagai penyakit yang sudah lebih dari setengah dari hidupnya menggerogoti tubuh kurusnya.
Mirisnya lagi, Indy yang merupakan anak satu-satunya itu lahir dari pasangan Wandi Afriyanto dan Ima Lestari. Wandi sendiri diketahui bekerja sebagai buruh serabutan.
Keluarga kecil mereka tinggal di Kampung Rambay Kulon RT 001/003, Desa Sukamanah, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suami kerja serabutan. Apa aja dikerjain. Dari mulai kuli bangunan, mebeul, bengkel dan las. Bahkan ke sawah juga mau. Untuk biaya hidup sehari-hari dan berobat anak,” jelas Ima kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (25/3/2023) malam.
Kronologis Sakitnya Indy
Diketahui, Indy mulai menderita sakit komplikasi sejak usianya baru menginjak dua tahun.
“Sekarang didiagnosa menderita Hans Sculler Christian Desease, liver dan diabetes insipidus,” ungkap Ima.
“Bisa juga disebut Langerhans Cell Histiositosys (LCH). Kata dokter, tumor jenis ini termasuk langka dan nyerangnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Kalo untuk penyebab belum diketahui karena katanya di luar negeri juga termasuk langka,” papar Ima lagi.
Ima menceritakan jika sampai saat ini, ia bersama Wandi sudah menempuh banyak cara untuk kesembuhan anak semata wayangnya itu.
“Sudah berobat ke mana-mana. Di rumah sakit daerah, seperti Bunut (RSUD R. Syamsudin, SH.) sampai Biofsi. Kemudian dirujuk ke Bandung karena di sini gak ada alatnya,” jelas Ima.

Disebutkan Ima, Indy memang tidak menjalani operasi karena tumor ganas yang dideritanya disertai komplikasi.
“Enggak operasi karena tumor ganas dan komplikasi,” kata Ima.
Untuk biaya pengobatan, Ima menyebut juga dalam sebulan ia harus menyiapkan sedikitnya Rp4 juta.
“Gak tahu biaya pastinya, tapi dalam sebulan ini Indy harus dua kali berobat ke Bandung. Sekali berobat ke Bandung minimal harus membawa uang 2 juta Rupiah,” paparnya.
“Jadi rutin kemoterapi, sebulan dua kali ke Bandung,” pungkasnya.
Ima berharap ada dermawan yang peduli terhadap kesembuhan anaknya tersebut, dan bisa menghubungi dirinya melalui nomor WhatsApp: 0838-0551-2574