SUKABUMIHEADLINE.com l Pesawat CN235-220 sukses melakukan uji terbang menggunakan bahan bakar minyak sawit Bioavtur J2.4 di Langit Sukabumi, pada Kamis-Jumat (9-10/9/2021).
Kepala Divisi Pusat Uji Terbang PT Dirgantara Indonesia, Yustinus Kuswardana mengatakan, tidak ada kendala pada kinerja mesin pesawat, saat dilaksanakan uji terbang.
“Uji terbang berjalan lancar dan hasilnya sesuai dengan prediksi. Tidak ada abnormality maupun degradasi kinerja engine,” kata Yustinus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahan bakar bioavtur J2.4 merupakan bahan bakar campuran bioavtur, yang dihasilkan dari bahan baku 2,4% minyak inti sawit atau Refined Bleached Degummed Palm Kernel Oil (RBDPKO) dengan menggunakan katalis.
Untuk informasi, J2.4 merupakan produk hasil kerja sama antara Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan PT Pertamina (Persero).
Yustinus menjelaskan, saat uji terbang ada beberapa hal yang diuji dan menunjukkan hasil yang cukup baik. Pengujian engine starting saat on ground dengan variasi temperatur maupun saat terbang.
Pengujian juga dilakukan pada performa dan karakteristik engine pada berbagai setting engine power dari idle sampai maximum power. Ini dilakukan pada dua ketinggian terbang.
“Juga dilakukan uji pada karakteristik engine pada saat akselerasi maupun deselerasi. Juga dilakukan pada dua ketinggian,” katanya.
Ditambahkannya, meskipun menggunakan bahan bakar campuran minyak sawit, namun selama uji coba, semua parameter engine menunjukkan kinerja dan respon engine yang normal.
Karenanya, uji terbang terlaksana tuntas sesuai rencana. Kendati begitu, terkuat efisiensi bahan bakar tidak teramati oleh flight crew. Angka yang akurat masih dievaluasi lebih lanjut melalui analisa data uji.
Sebelumnya, tim telah melakukan uji coba di ground pada pesawat CN235-220 Flying Test Bed (FTB) pada Senin (6/9/2021). Adapun ground test telah dilaksanakan selama 20 menit dengan hasil yang bagus.