Bak Tempat Wisata, Ini Kesan Wanita Asal Sukabumi Mengunjungi Masjid Al-Jabbar

- Redaksi

Kamis, 19 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Masjid Al-Jabbar malam hari ramai pengunjung. l Siti  Ristiawanti

Suasana Masjid Al-Jabbar malam hari ramai pengunjung. l Siti Ristiawanti

SUKABUMIHEADLINE.com l Masjid Al-Jabbar baru saja diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beberapa waktu lalu. Kemegahan masjid yang digadang-gadang sebagai ikon baru Kota Bandung dan Jawa Barat ini mengundang rasa penasaran warga dari berbagai penjuru Tanah Air, khususnya Jawa Barat.

Tak heran jika setelah diresmikan, ribuan orang mengunjungi masjid yang pembangunannya menekan biaya hingga Rp1 triliun itu.

Diakui wanita asal Kabupaten Sukabumi, Siti Ristiawanti, sejak diresmikan masjid yang terletak di Jl. Cimencrang No.14, Kelurahan Cimenerang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung tersebut, sudah diserbu warga yang berjejal ingin menyaksikan kemegahannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya kebetulan asli Sukabumi, cuma menikah dengan orang Bandung dan tinggal tidak jauh dari Masjid Al-Jabbar,” aku Siti kepada sukabumiheadline.com, Rabu (18/1/2023) malam.

“Tapi walaupun tempat tinggal dekat masjid itu, saya baru sekali mengunjunginya. Ramai banget dari pagi, udah mirip tempat wisata. Padahal saya berkunjung Sabtu malam lalu. Banyak kendaraan, bis juga ada mungkin dari luar daerah,” jelas Siti.

Lebih jauh, wanita asal Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, tersebut menyayangkan masih ada sejumlah pengunjung yang membuang sampah sembarangan.

“Iya masih ada aja, harusnya kebersihan dijaga karena itu tempat ibadah,” kata dia.

“Pedagang juga banyak, terutama di luar pagar area masjid. Sayangnya para pedagang itu seperti memanfaatkan situasi, menjual barang dagangan dengan harga dua kali lipat,” katanya.

Berita Terkait

Daftar universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027
Sang legenda: Satu-satunya pria Sukabumi yang diidolakan Nikita Willy
Menikmati keunikan dan eksotisme Pantai Cempaka Ratu Sukabumi
5 fakta Surili, hewan endemik Gunung Halimun Salak Sukabumi
10 AMDK layak minum hasil uji TDS, rendah senyawa anorganik, garam dan logam berat
Kapten Persib Marc Klok diterima kuliah di Harvard, mengenal HBS
Tren job hugging di tengah ketidakpastian ekonomi, ini penyebab dan dampak negatif
Railway & Plantations: Buitenzorg-Soekaboemi, kolaborasi KAI Wisata-Jaswita-ITB

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 23:50 WIB

Daftar universitas swasta terbaik di Indonesia versi QS World University Rankings 2027

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:15 WIB

Sang legenda: Satu-satunya pria Sukabumi yang diidolakan Nikita Willy

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:06 WIB

Menikmati keunikan dan eksotisme Pantai Cempaka Ratu Sukabumi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:16 WIB

5 fakta Surili, hewan endemik Gunung Halimun Salak Sukabumi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:06 WIB

10 AMDK layak minum hasil uji TDS, rendah senyawa anorganik, garam dan logam berat

Berita Terbaru

Ilustrasi ojek online atau ojol - sukabumiheadline.com

Bisnis

Ini 7 ojol yang tak lagi berseliweran di jalanan

Senin, 31 Agu 2026 - 17:56 WIB

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB