Banyak Jalan Rusak di Kabupaten Sukabumi, Warga 5 Kecamatan Beri Komentar Pedas

- Redaksi

Kamis, 2 Desember 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan rusak di Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Jalan rusak di Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com I SUKABUMI – Banyak jalan yang rusak di Kabupaten Sukabumi, baik Jalan Nasional maupun Jalan Kabupaten. Terlebih lagi pada musim penghujan, kubangan air terlihat di setiap lubang jalan. Karenanya, jalan rusak seperti menjadi pekerjaan rumah yang tidak ada hentinya bagi pemerintah daerah dan menyedot anggaran perbaikan yang tidak sedikit.

Sementara di sisi lain, jalan rusak juga kerap kali menyebabkan kecelakaan, hingga mengakibatkan jatuh korban jiwa dan kerugian harta akibat terperosok, terserempet atau tertabrak kendaraan lain yang menghindari jalan rusak tersebut.

Perbaikan jalan relatif sering dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, tetapi tidak banyak yang berumur panjang. Warga seakan sudah mafhum jika hari ini diperbaiki, satu atau dua bulan kemudian jalan sudah kembali rusak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

sukabumiheadlines.com, Kamis (2/12/2021), meminta lima warga Sukabumi mengomentari hal tersebut. Mereka berasal lima kecamatan berbeda di Kabupaten Sukabumi.

Berikut lima komentar dari elemen masyarakat terkait hal di atas.

Jalan Rusak Utama
Jalan rusak dan bergelombang di Kabupaten Sukabumi. l Ade Yosca Baharetha

1. Didi Zaenulatif (33), Kecamatan Parungkuda

Saya ambil contoh di pertigaan Stasiun Kereta Api (KA) Parungkuda, itu kan Jalan Nasional dan kewenangan Kementrian PUPR, dengan volume kendaraan di Jalur Sukabumi-Bogor yang tinggi ditambah jalan yang rusak berpotensi terjadi kecelakaan karena bisa saja terjerembab ke lubang.

“Sudah seharusnya segera ada tindakan khusus mengenai penanganan jalan-jalan yang rusak sepanjang jalur Sukabumi, dan di sini pemerintahan daerah Kabupaten Sukabumi harus segera membuat pelaporan untuk segera ditindaklanjuti perbaikan jalan tersebut.”

2. Rudi Suherlandi (28), Kecamatan Cibadak

Buang-buang duit aja, dari pada ditambal mah mending aspal deui dilapis. Sekalian perbaiki juga drainasenya, jadi kalau musim hujan air tidak ke jalan. Intinya mah siapapun yang terlibat dalam perbaikan jalan, jangan asal-asalan.

“Ini kan buat kepentingan orang banyak, jangan menunggu ada kejadian atau ada korban baru bertindak.”

3. Unang Soemawidarda (40), Kecamatan Bojonggenteng

Kita sudah muak, mau muntah lihat jalan Bojonggenteng-Kalapanunggal, ini misalnya. Diperbaiki awalnya bagus tapi beberapa bulan kemudian rusak lagi, panas berabu, hujan berlumpur. Belum lagi di Jalan Nasional, di pertigaan Stasiun KA Parungkuda, misalnya.

“Sistem drainase juga buruk, jadi kalau hujan air menggenang. Buruk lah kinerja pemerintah ini. Kemarin diaspal, tapi tipis, kami berharap jalan bisa segera diperbaiki seperti semula. Ini gak sampai satu kilometer dan lokasinya di jalan utama.”

4. Putra Pamungkas (37), Kecamatan Cicurug

Kerusakan Jalan Kabupaten, seperti akses Cicurug-Cidahu, itu kan kewenangan Dinas PU, kita minta segera diperbaiki karena sifatnya mendesak, jangan sampai kerusakan jalan yang kecil itu menjadi besar dan menimbulkan korban, masyarakat kan sudah bayar pajak, salah satunya ya untuk perbaikan infrastruktur jalan.

“Ditambah lagi Jalan Nasional, banyak jalan berlubang sepanjang Jalan Siliwangi, Cicurug. Pemerintah seharusnya cepat tanggap menindaklanjuti masalah itu jangan santai-santai saja.”

5. Hubul Jihad (27), Kecamatan Cicantayan

“Memiliki jalan yang baik merupakan impian seluruh masyarakat di Sukabumi. Namun sampai hari ini kalimat tersebut hanya berupa impian belaka, toh kenapa demikian kalau sudah terjadi sesuatu hal tidak diinginkan, baru ada tindakan.”

Di Kecamatan Cicantayan termasuk banyak terdapat jalan rusak. Anehnya, jika tidak ada insiden kecelakaan, para pejabat itu terkesan santai. “Dikira manusia itu obyek percobaan kali yah, mana janji para pejabat pada saat kampanye, ini lah itu lah. Tolong jangan hanya statemen, tapi juga realisasinya.”

Berita Terkait

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto
Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%
UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik
7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL
7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk
Yongjin dan Yakjin masuk, ini daftar pabrik garmen tertua di Sukabumi
Intip kapasitas, profil dan pemilik saham Star Energy Geothermal Salak Sukabumi
Membanding panjang garis pantai Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, dan dunia

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Daftar pejabat kapolri, pertama era kolonial hingga Suyudi Ario Seto

Senin, 28 September 2026 - 12:00 WIB

Hari Perumahan Nasional: Potret buram rumah layak huni Kota Sukabumi di bawah 40%

Rabu, 23 September 2026 - 17:23 WIB

UU Pengaturan Reforma Agraria disahkan, SPI Sukabumi: Kado Hari Tani, jangan militeristik

Rabu, 23 September 2026 - 16:39 WIB

7 kronologi pelecehan seksual PNS Dishub Kabupaten Sukabumi terhadap 3 siswi PKL

Senin, 21 September 2026 - 01:30 WIB

7 penampakan Jembatan Cipamatutan Sukabumi: Lapuk, kumuh dan rawan ambruk

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB