Banyak Narkoba di Sukabumi, Ternyata Ini Biangnya

- Redaksi

Jumat, 29 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi narkotika. l Istimewa

Ilustrasi narkotika. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Badan Narkotika Nasional Kabupaten-Kota (BNNK) Sukabumi mewaspadai peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang atau Narkoba menjelang malam pergantian tahun 2024.

Dari kesimpulan BNNK Sukabumi, 80 persen peredaran narkoba ke Indonesia termasuk ke Sukabumi melalui jalur laut. Hal itu terjadi karena minimnya pengawasan di jalur tersebut.

Kepala BNNK Sukabumi Sudirman pun mewaspadai peningkatan penyebaran dan penggunaan narkoba di wilayah Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tahun baru ini menuju tahun baru 2024, saya juga sudah melihat mengarah ke sana. BNNK melakukan berbagai hal salah satunya kita mendekati tempat-tempat rawan narkoba, tempat hiburan malam, juga melakukan razia,” kata dia.

Selain itu, penyiagaan petugas juga dilakukan di jalur laut dalam skala besar. Karena sindikat pengedar narkoba kerap melibatkan para nelayan lokal.

“Kalau skala pelabuhan atau skala besar nasional kami tentu minta bantuan dari provinsi dan pusat,” ujarnya.

“Kalau peredaran narkoba itu kan banyak lewat perairan 80 persen dari laut, maka laut ini yang di wilayah kita ini sangat (rawan), beberapa kali ada kasus ya kemarin 1 ton,” katanya.

“Di laut ini pengamannya sedikit, jalur tikusnya banyak. Dulu pernah ada seperti itu (nelayan),” sambungnya.

Seperti diketahui, peredaran narkotika di Sukabumi terbilang kian parah. Kini, pengguna bahkan tidak lagi di tempat-tempat hiburan, namun sudah merambah ke dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Hal itu terungkap ketika Petugas Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nyomplong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, menangkap seorang pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu, MIM (25), yang dilakukan dengan melempar barang tersebut dari luar tembok lapas tersebut.

“Kasus ini terungkap setelah petugas mencurigai gerak gerik seorang pemuda di pinggir lapas sekitar Jalan Nyomplong, Kecamatan, Warudoyong, Kota Sukabumi,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Nyomplong, Christo Toar di Sukabumi,  Kamis.

Informasi yang dihimpun dari petugas lapas, kata dia, pengungkapan kasus ini berawal Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Kelas IIB Nyomplong, Rapril Rhamadonna Rachmat yang telah membentuk tim yang bertugas mengawasi area lingkungan luar lapas itu.

Tim ini dibentuk karena kerap terjadi percobaan penyelundupan narkoba ke dalam lapas dengan cara melempar dari sekitar tembok lapas, bahkan satu bulan terakhir ini sudah terjadi beberapa kali pelemparan barang berupa narkoba ke dalam lapas tersebut.

Berita Terkait

Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi
Pacaran sama maling asal Medan, Wanita Sukabumi dianiaya dan diintimidasi hingga trauma
DPRD Kabupaten Sukabumi: Syukuran Nelayan Desa Ciwaru aset budaya
Berawal dari rekaman CCTV, pria Sukabumi ini tewas dikeroyok
Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi meninggal dunia di Arab Saudi
Warga Sukabumi jarang piknik, ini top 5 daerah asal wisnus di Jawa Barat
Pria Sukabumi tewas dikeroyok 6 orang, begini kronologinya
Emak-emak Cicurug Sukabumi demo tuding aliran air dialihkan ke kebun milik PT MBI

Berita Terkait

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:37 WIB

Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi

Kamis, 16 Juli 2026 - 03:35 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi: Syukuran Nelayan Desa Ciwaru aset budaya

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:18 WIB

Berawal dari rekaman CCTV, pria Sukabumi ini tewas dikeroyok

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:15 WIB

Evi Mentari, pahlawan devisa asal Kota Sukabumi meninggal dunia di Arab Saudi

Senin, 13 Juli 2026 - 16:27 WIB

Warga Sukabumi jarang piknik, ini top 5 daerah asal wisnus di Jawa Barat

Berita Terbaru

Jalan rusak di Cibitung, Kabupaten Sukabumi - Riki Ramdani

Sukabumi

Mahasiswa KKN keluhkan jalan hancur di Cibitung Sukabumi

Jumat, 17 Jul 2026 - 20:37 WIB

Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com

Politik

Distribusi Program MBG ke sekolah cukup 3 kali sepekan

Jumat, 17 Jul 2026 - 14:51 WIB