Begini 5 skema MBG selama Ramadhan, dari menu hingga wilayah non-muslim

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Program MBG - sukabumiheadline.com

Ilustrasi menu Program MBG - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan Ramadhan 2026 tetap akan dijalankan dengan penyesuaian mekanisme distribusi agar tidak mengganggu ibadah puasa.

Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan MBG tetap dibagikan selama Ramadhan. Nantinya pembagian MBG akan disesuaikan dengan kondisi di masing-masing daerah.

“Di daerah yang mayoritas berpuasa, makanan siap santap diberikan di jam sekolah untuk dibawa pulang dan di konsumsi saat buka,” kata Kepala BGN Dadan Hindayana, Kamis (22/1/2026) kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berikut adalah poin-poin utama skemanya

Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pelajar penerima program Makan Bergizi Gratis atau MBG – sukabumiheadline.com

1. Mekanisme distribusi

Di wilayah yang mayoritas penduduknya berpuasa, makanan tetap dibagikan pada jam sekolah, namun siswa membawanya pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

2. Ketahanan menu MBG

Menu yang disediakan dirancang khusus sebagai makanan siap saji yang memiliki daya tahan hingga 12 jam, sehingga tetap aman dan layak konsumsi saat waktu berbuka tiba.

3. Penyesuaian menu MBG 

Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG
Menu Makan Bergizi Gratis atau MBG – sukabumiheadline.com

Komposisi menu dengan tambahan item khas Ramadhan di daerah tertentu, seperti kurma, ubi rebus, dan buah-buahan segar. Dadan mengatakan makanan yang dibagikan tetap mengandung gizi lengkap.

“Bentuk makanan, contohnya telur rebus, kurma, buah, abon, ubi rebus, kue tradisional,” tutur Dadan.

4. MBG di daerah non-muslim

Untuk daerah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, skema penyaluran tetap berjalan normal seperti hari biasa tanpa ada perubahan waktu atau tempat makan.

Sedangkan di wilayah yang mayoritas tak berpuasa, skema MBG tetap berjalan normal seperti hari biasa. Dadan mengatakan siswa yang tak berpuasa di wilayah mayoritas Muslim dapat memilih untuk mengonsumsi MBG di sekolah atau dibawa pulang.

“Untuk daerah yang mayoritas tidak berpuasa pelayanan normal,” jelas dia.

5. Penerima manfaat MBG 

Ilustrasi ibu hamil sedang ditemani suami - sukabumiheadline.com
Ilustrasi ibu hamil sedang ditemani suami – sukabumiheadline.com

Program ini tetap mencakup seluruh sasaran, termasuk pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Dadan Hindayana, menegaskan bahwa perubahan pola distribusi ini bertujuan memastikan hak atas gizi seimbang bagi anak-anak dan ibu tetap terpenuhi meskipun terdapat perubahan pola makan selama bulan suci.

Berita Terkait

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN
Daftar 25 anggota Wantimpres dilantik Prabowo, ada Babah Alun hingga sosok kontroversial
Arrmanatha Nasir dilantik jadi Menlu gantikan Sugiono, ini profilnya
5 fakta soal BGN belanja sprei dan sarung bantal Rp9 miliar pakai APBN
Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km
“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris
Prabowo sebut pengamat goblok, PVRI: Antisains
Benarkah Bayu ASN Pemkot Bogor ditemukan di rumah istri muda di Sukabumi?

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:00 WIB

Arrmanatha Nasir dilantik jadi Menlu gantikan Sugiono, ini profilnya

Rabu, 30 September 2026 - 23:01 WIB

5 fakta soal BGN belanja sprei dan sarung bantal Rp9 miliar pakai APBN

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Pangkas waktu tempuh Bogor-Palabuhanratu, kolaborasi bangun jalan sepanjang 20 km

Kamis, 24 September 2026 - 12:00 WIB

“Content Governor”: Kinerja KDM diberitakan media Inggris

Berita Terbaru

Ilustrasi musim kemarau ekstrem - sukabumiheadline.com

Sains

Masa peralihan dan puncak musim hujan di Sukabumi

Sabtu, 3 Okt 2026 - 17:52 WIB

Ilustrasi pelaku UMKM sedang menjahit pakaian - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

Sukabumi masuk Top 10 IID versi BSKDN

Sabtu, 3 Okt 2026 - 14:00 WIB