414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara

- Redaksi

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi suasana dapur MBG - sukabumiheadline.com

Ilustrasi suasana dapur MBG - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Tim reformasi tata kelola Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bermasalah. Temuan itu membuat ratusan miliar rupiah berhasil dikembalikan ke kas negara.

“BGN juga menemukan 414 SPPG yang belum beroperasi, tetapi telah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda sehingga ratusan miliar berhasil dikembalikan ke kas negara,” kata Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari dikutip dari Antara, dikutip Rabu (29/7/2026).

Dia mengatakan temuan tersebut merupakan bagian dari pembenahan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan selama kepemimpinan Nanik Sudaryati Deyang di BGN.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Evaluasi 28 ribu SPPG

Menurutnya, reformasi tersebut dilakukan melalui 11 langkah. Tujuannya, memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG.

Qodari menjelaskan pembenahan itu diawali dengan evaluasi terhadap hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia.

BGN juga mengklasifikasikan sekitar 3.000 dapur berdasarkan standar kualitas dan keamanan pangan serta menata ekspansi pembangunan dapur dengan memprioritaskan wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Tim Reformasi Tata Kelola MBG
Selain itu, BGN membentuk 11 tim reformasi yang bertugas memperkuat tata kelola pelaksanaan MBG.

Reformasi tersebut juga difokuskan untuk mengarahkan program kepada kelompok yang paling membutuhkan serta memperkuat organisasi melalui pelibatan tenaga profesional dari sejumlah kementerian dan lembaga.

“Di bawah kepemimpinan beliau, BGN berhasil mempercepat pembenahan tata kelola program MBG melalui 11 langkah reformasi,” ujar Qodari.

Qodari mengatakan estafet pembenahan tata kelola tersebut kini dilanjutkan oleh Sudaryono setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat kepada mantan Wakil Menteri Pertanian itu sebagai Kepala BGN yang baru.

Menurut dia, pergantian kepemimpinan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menyempurnakan pelaksanaan program MBG agar BGN semakin lincah, dapat diandalkan, dan cepat merespons berbagai persoalan di lapangan.

“Saya juga ingin menegaskan satu hal. Pergantian pimpinan di BGN sama sekali tidak menggeser apalagi menyurutkan komitmen utama pemerintah. Program MBG tetap dan akan terus menjadi investasi terbaik kita untuk menjemput cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” kata Qodari.

Berita Terkait

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan
Perlindungan dan Pembela Masyarakat Adat dalam RUU Masyarakat Adat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta

Berita Terbaru