23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Cuma pegawai pabrik, pria asal Sukabumi ini dapat gaji Rp50 juta per bulan

SukabumiCuma pegawai pabrik, pria asal Sukabumi ini dapat gaji Rp50 juta per bulan

sukabumiheadline.com – Nasib baik menghampiri seorang pria asal Sukabumi, Jawa Barat. Berbeda dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) lainnya yang bekerja di kawasan Timur Tengah, kerap mengalami nasib tak mengenakan. Dari mulai gaji tak dibayar, sakit tak ada yang urus hingga disiksa majikan. Baca lengkap: Kaki TKW Asal Sukabumi bengkak sebab kecelakaan kerja, Sri diduga korban TPPO

Demikian pula dengan sejumlah kasus yang dialami para TKI di Malaysia, Taiwan, dan Hong Kong. Namun, seorang TKI asal Sukabumi di Australia bernasib mujur. Padahal, Negeri Kangguru itu bukan negara favorit tujuan para TKI asal Sukabumi. Baca lengkap: Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia favorit, dalam 5 tahun jumlah TKW asal Sukabumi meningkat

Bukan karena gajinya yang sedikit, tetapi Australia memang negara yang tidak terbuka untuk menerima pekerja dari luar termasuk TKI. Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti para TKI tidak memiliki peluang untuk mengadu nasib di Australia.

Baca Juga: Bukan dari Keluarga Kaya, TKW asal Sukabumi Cerita Nasibnya Usai Dinikahi Bule Jerman

Ada beberapa cara atau solusinya, sepertinya halnya yang dilakukan oleh Derry TKI asal daerah Sukabumi. Ia mengakali untuk bisa bekerja di Negeri Kangguru tersebut, dengan menggunakan atau memegang Visa Student.

Baca Juga:

“Saya di sini baru sekitar dua bulan, dan di sini saya memegang visa student,” tuturnya di kanal YouTube Sahabat Rantau Australia dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (10/7/2024).

“Perlu kalian ketahui juga bahwa untuk bekerja di Australia itu harus ada visanya dulu nih teman-teman,” kata pemilik kanal tersebut.

Rekomendasi Redaksi: Kisah Kasim, buruh migran asal Sukabumi mengadu nasib di Benua Amerika awal abad ke-19

Terkait pekerjaan yang dilakukan Derry, ia mengaku bekerja di salah satu pabrik atau manufaktur yang ada di sana.

“Terus aku sekarang kerja di salah satu manufacturing di Australia di daerah Melbourne, aku bekerja sebagai production worker,” tuturnya.

Baca Juga:

Terkait jam kerja sama seperti yang diterapkan di Indonesia, ia bekerja selama delapan jam dalam sehari.

“Di mana satu hari delapan jam, aku kerja hari senin hingga hari Jumat,” ujar pria asal Sukabumi tersebut.

“Aku kerja di sini beberapa macam kerjaan ya, aku merangkap beberapa peran sebagai preparation, mixing, dan packing dan peeling juga,” ucapnya menambahkan.

Baca Juga:

Sementara untuk urusan gaji, Derry mengaku mendapatkan bayaran sangat besar untuk satu jam bekerjanya di pabrik tersebut. Bahkan, dalam sebulan gajinya mencapai puluhan juta Rupiah.

“Untuk gaji aku dapat sekitar 30 Dollar (Australia) per jam,” katanya.

Dengan delapan jam kerja selama satu hari dan lima hari kerja dalam seminggu, maka Derry mendapat bayaran sebesar 1200 Dollar per pekan atau sekira 4.800 Dollar per bulan.

Baca Juga:

Artinya, dalam sebulan Derry bisa mendapatkan gaji sebesar Rp12,8 juta dikali 4 pekan, yakni mencapai Rp50 juta. Sebuah angka yang fantastis untuk ukuran seorang buruh pabrik, terlebih jika dibandingkan dengan di Sukabumi.

Baca Juga:

Untuk perbandingan, upah buruh di Jawa Barat berkisar antara Rp2,5 juta hingga Rp5,5 juta. Sedangkan untuk UMR Jakarta terbaru tahun 2024 ini, berada di angka Rp5.067.381.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer