Dari Ribuan Pengusul, 21 Dosen Universitas Nusa Putra Sukabumi Terima Hibah Penelitian Kemendikbudristek

- Redaksi

Jumat, 17 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

21 dosen Universitas Nusa Putra penerima hibah dari Kemendikbudristek. l Istimewa

21 dosen Universitas Nusa Putra penerima hibah dari Kemendikbudristek. l Istimewa

SUKABUNIHEADLINE.com l Sebanyak 21 dosen Universitas Nusa Putra menerima hibah penelitian dan pengabdian kompetitif nasional dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset Teknologi (Kemendikbudristek) tahun 2022.

Hibah diperoleh setelah sebelumnya para dosen harus bersaing dengan ribuan pengusul lainnya dari seluruh Indonesia.

Screenshot 2022 06 16 23 47 49 09 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Hibah dari Kemendikbudristek diterima Rektor Universitas Nusa Putra, Kurniawan. l Istimewa

Direktur Research and Community Service Unit (RCSU) Universitas Nusa Putra Paikun mengungkapkan, tahun ini sebanyak 20 dosen memenangkan hibah penelitian dan 1 orang memenangkan hibah kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Allhamdulillah kita bisa menerima 21 hibah tahun 2022 ini, memang tidak mudah untuk mendapatkannya karena harus bersaing dengan ribuan pengusul dari seluruh Indonesia,” ujar Paikun kepada sukabumiheadline.com, Kamis (16/06/2022).

Dikatakannya, jumlah penerima hibah tersebut menjadi salah satu indikator kampus yang berlokasi di Cisaat, Kabupaten Sukabumi itu sebagai universitas dengan riset terbanyak se-Jabar-Banten. Selengkapnya: Universitas Nusa Putra Sukabumi Posisi 2 Kampus dengan Riset Terbanyak

“Kita ada diposisi kedua sebagai universitas dengan jumlah riset terbanyak Tahun 2022 ini, tentu selain berdasarkan jumlah hibah penelitian yang diterima, ini juga sesuai dengan data kita yang memang tiap tahunnya menghasilkan ratusan riset,” tambah dia.

Diketahui, saat ini Universitas Nusa Putra memiliki 13 Jurnal ilmiah, 10 Seminar Nasional dan 6 Konferensi Internasional yang secara konsisten menjadi wadah desiminasi hasil-hasil penelitian dosen dan mahasiswa Universitas Nusa Putra. Bahkan, menurut Paikun, publikasi dari beberapa Konferensi Internasional Nusa Putra bahkan sudah terindeks lembaga ilmiah internasional bereputasi seperti Scopus dan WoS.

“Semoga adanya hibah ini dapat menambah semangat dan motivasi para dosen Nusa Putra untuk terus berkarya menghasilkan riset dan inovasi yang berkualitas serta bermanfaat untuk kemajuan bangsa dan negara,” tukasnya.

Berita Terkait

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus
Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual
Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember
Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM
2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan
Ini alasan 120 korban bencana Cidadap belum tertangani, KDM rinci aliran dana ke Sukabumi
Ketua Umum Projo: Untuk rakyat, untuk rakyat, tapi maling juga
Menteri PAN-RB buka pendaftaran PNS bagi PPPK, cek jadwalnya

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 02:36 WIB

Kronologi tukang cermin Bambang Setiyawan tewas dikeroyok pascademo 27 Agustus

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Viral Wakil Bupati Sumedang dituduh lakukan kekerasan seksual

Kamis, 27 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Siap mundur, Wakil Ketua DPR RI janji UU Perampasan Aset tuntas 15 Desember

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Korban bencana di Bantargadung Sukabumi akan dibuatkan rumah ala Kampung KDM

Rabu, 26 Agustus 2026 - 15:42 WIB

2,28 juta hektare potensi bahaya karhutla, Sukabumi paling riskan

Berita Terbaru

Ilustrasi ojek online atau ojol - sukabumiheadline.com

Bisnis

Ini 7 ojol yang tak lagi berseliweran di jalanan

Senin, 31 Agu 2026 - 17:56 WIB

Khazanah

Di balik alasan Sukabumi disebut Priangan dari Barat

Senin, 31 Agu 2026 - 09:00 WIB

Jan Koum, pendiri WhatsApp - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Inspirasi

Kisah hidup Jan Koum, pendiri WhatsApp yang mantan tukang sapu

Senin, 31 Agu 2026 - 05:56 WIB