Diguncang gempa dan longsor, warga Nyalindung Sukabumi berhamburan keluar rumah

- Redaksi

Jumat, 30 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Simulasi penanggulangan bencana warga Kampung Pasirkandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat - Budiyanto

Simulasi penanggulangan bencana warga Kampung Pasirkandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat - Budiyanto

sukabumiheadline.com – Ratusan warga di Kampung Pasirkandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhamburan keluar rumah.

Hal ini menyusul terjadinya gempa bumi dengan guncangan kuat. Bahkan disusul dengan tanah longsor di sekitar kampung yang menghancurkan sejumlah rumah, Rabu (28/8/2024).

Warga langsung menuju titik kumpul di lapangan terbuka. Di antara warga masih ada yang mencari anggota keluarganya. Apalagi dikabarkan ada warga terkena reruntuhan rumah hingga luka berat dan meninggal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rasa panik dan cemas masih tampak menyelimuti warga. Terlebih lagi sarana komunikasi di kampung yang berlokasi di lembahan dengan di kelilingi perbukitan tidak mendapatkan sinyal kuat.

Beruntung, desa tersebut merupakan salah satu desa yang terpilih dalam program ketangguhan bencana berbasis internet. Di lokasi ini telah terpasang starlink jaringan internet dengan teknologi berbasis satelit.

Baca Juga:

Ilustrasi dampak gempa megathrust - Istimewa
Ilustrasi dampak gempa megathrust – Istimewa

Sehingga aparat desa setempat mendapatkan kemudahan untuk melaporkan kejadian bencana kepada instansi pemerintahan di atasnya. Juga bisa berkomunikasi dengan lembaga-lembaga kemanusiaan.

Baca Juga :  5 Hal di Sukabumi Dianggap Sepele, Padahal Penting Diketahui

Selang beberapa saat kemudian, sejumlah aparat pemerintahan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Nyalindung meliputi Kecamatan, Koramil dan Polsek berdatangan.

Disusul berikutnya para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan para sukarelawan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) serta Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat).

Rekomendasi Redaksi:

Simulasi penanggulangan bencana warga Kampung Pasirkandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat - Budiyanto
Simulasi penanggulangan bencana warga Kampung Pasirkandel, Desa Sukamaju, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat – Budiyanto

Simulasi tanggap darurat bencana

Namun kondisi ini bukan kejadian sebenarnya, melainkan rangkaian skenario dari simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi dan longsor di Desa Sukamaju Kecamatan Nyalindung.

“Kegiatan simulasi bencana ini merupakan rangkaian dari program ketangguhan bencana masyarakat berbasis teknologi internet melalui dukungan Atma Connect dan Internet Society Foundation (ISF),” kata Ketua PMI Kabupaten Sukabumi dr. Hondo Suwito kepada sukabumiheadline.com selesai kegiatan, Rabu.

Baca Juga: 

Baca Juga :  Usaha Pertamini di Sukabumi Terancam Bangkrut, Pembelian Pertalite Dibatasi 80 Liter
FB IMG 1723741477461
Zona megathrust di Indonesia – Istimewa

Ia menjelaskan simulasi tanggap darurat bencana sangat perlu dan penting dilakukan di daerah-daerah rawan bencana. Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk upaya kesiapsiagaan dan mitigasi dalam menghadapi potensi dan ancaman bencana.

Saat ini potensi gempa bumi yang berasal dari zona megathrust sedang ramai dibicarakan masyarakat. Sehingga masyarakat baik yang berada darat dan di pesisir pantai harus sejak dini melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan.

“Apalagi untuk wilayah Kecamatan Nyalindung juga termasuk daerah yang dilintasi sesar (patahan) Cimandiri. Sehingga simulasi bencana ini tepat dilakukan di sini,” jelas Hondo.

“Kegiatan simulasi bencana ini bertujuan untuk menguji sejauh mana kesiapan semua unsur terutama dalam menguji standar operasional tanggap darurat bencana di level masyarakat desa,” sambung dia.

Dalam pelaksanaan kegiatan simulasi, PMI Kabupaten Sukabumi melibatkan BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Nyalindung meliputi Kecamatan, Koramil, Polsek Nyalindung, dan Pemerintah Desa Sukamaju, relawan Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) dan masyarakat.

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Sukabumi minta pemkab serius urus ekonomi, kesehatan, sampah, infrastruktur
Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit
Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?
Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi
Terlilit utang, sopir pickup di Sukabumi berpura-pura dibegal
Lereng Gunung Salak di Cidahu Sukabumi dirusak, eks menteri ini ngamuk
Jengkel terlalu banyak, pria Sukabumi ini cabut tiang jaringan internet milik MyRepublic Indonesia
Selalu waspada, 44 bencana hantam Sukabumi sepanjang Januari 2026

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 15:24 WIB

Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit

Senin, 2 Februari 2026 - 00:01 WIB

Ribuan orang dijebloskan ke sel Polres Sukabumi Kota? Dipicu pengangguran?

Minggu, 1 Februari 2026 - 02:28 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi minta agroindustri dan pariwisata bersinergi

Sabtu, 31 Januari 2026 - 22:07 WIB

Terlilit utang, sopir pickup di Sukabumi berpura-pura dibegal

Kamis, 29 Januari 2026 - 21:12 WIB

Lereng Gunung Salak di Cidahu Sukabumi dirusak, eks menteri ini ngamuk

Berita Terbaru

Ilustrasi buruh sedang menjahit di pabrik garmen - sukabumiheadline.com

Bisnis

Menghitung jumlah pabrik garmen di Sukabumi

Rabu, 4 Feb 2026 - 04:57 WIB

UMKM

Ini 22 kecamatan penghasil kopi Sukabumi terbanyak

Rabu, 4 Feb 2026 - 00:27 WIB

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit - sukabumiheadline.com

Nasional

Prabowo sebut kelapa sawit tanaman ajaib, dikritik PDIP

Selasa, 3 Feb 2026 - 17:48 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131