Dua Ulama Sunda Terpilih Jadi Imam Masjid di New York

- Redaksi

Jumat, 8 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua ulama tersebut adalah Muhammad Rif'at Al Banna dari Sumedang dan Ibrahim Abdul Jabbar asal Indramayu. l Istimewa

Dua ulama tersebut adalah Muhammad Rif'at Al Banna dari Sumedang dan Ibrahim Abdul Jabbar asal Indramayu. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Dua ulama asal Jawa Barat diberangkatkan ke New York, Amerika Serikat. Dua ulama tersebut adalah Muhammad Rif’at Al Banna dari Sumedang dan Ibrahim Abdul Jabbar asal Indramayu.

Kedua ulama tersebut diberangkatkan ke AS untuk menjadi imam masjid selama enam bulan dalam program English for Ulama dari Pemprov Jabar ini sekaligus akan mendakwahkan pemahaman Islam sebagai agama rahmatan lil alamin.

Diketahui, Muhammad Rif’at Al Banna dan Ibrahim Abdul Jabbar sama-sama lulusan Magister Ilmu Al Quran dan Hadits UIN SGD Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Muhammad Rif’at mengatakan, ia telah menjalani seleksi terlebih dahulu, terutama di bidang hafalan Alquran, Tilawah Alquran, ilmu fiqih, wawasan kenegaraan, juga pengetahuan tentang negara yang akan dikunjungi, Amerika Serikat.

Ia kemudian terpilih seleksi bersama kawannya, Ibrahim Abdul Jabbar. Karenanya, mereka pun menyiapkan diri untuk berangkat, terpenting adalah Tilawah Alquran, kemudian teks-teks untuk khutbah di Amerika, juga literasi lain terkait toleransi beragama.

“Tugasnya yang wajib jadi imam masjid, kemudian khutbah, mengajar mengaji dan juga ketemu dengan teman-teman dari lintas agama. Itu yang menjadi momentum memperkenalkan kita budaya Indonesia yang baik seperti apa. Karena kita juga harus meluruskan pandangan orang barat bahwa Islam itu radikal seperti itu, kita luruskan, kita diskusi bersama mereka,” katanya, Kamis (7/9/2023).

Baca Juga :  Anjuran Rasulullah SAW, Jenis-jenis Ular Masuk Rumah yang Boleh Dibunuh

Rif’at mengaku selama ini dibesarkan dalam lingkungan pesantren ayahnya di Sumedang. Dengan kegiatan ini, ia berkesempatan membawa wajah islam rahmatan lil alamin ke Amerika Serikat.

Rif’at mengatakan ia adalah putra dari KH Asep Mustofa Kamal, pimpinan pondok pesantren Ulumul Qur’an Al Mustofa di Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Ia sempat mondok di SMP Plus Pondok Modern Jatinangor kemudian melanjutkan melanjutkan di Madrasatul Quran Tebu Ireng di Jombang, Jawa Timur.

“Sejak kecil dibina oleh keluarga, dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Arab dan dan Bahasa Inggris. Sehingga itu mungkin memudahkan saya dalam mengikuti seleksi ini,” katanya.

Ia mengatakan Masjid Al Hikmah yang akan menjadi tempatnya berdakwah sudah ada sejak zaman Presiden RI Soeharto, kemudian dikembangkan oleh Islam Nusantara Foundation. Namun, ia pun dijadwalkan untuk mengisi kegiatan lainnya di masjid lainnya di Amerika Serikat.

Baca Juga :  Hadits-hadits Lengkap tentang Keutamaan Ramadhan

Kedua imam yang diberangkatkan ini sudah diseleksi secara administrasi, termasuk wawancara dan mereka dinyatakan sudah lulus hafal 30 juz Alquran, termasuk tafsir dalam bahasa Inggris.

Adapun, tugas keduanya di sana adalah menjadi imam masjid dan menjadi katalisator termasuk menyampaikan tentang kondisi Islam di Indonesia dan Jawa Barat.

Program English for Ulama sendiri sudah memberangkatkan sejumlah ulama lainnya ke Inggris pada 2019. Kemudian pada 2020 sampai 2022 terkendala oleh Covid-19.

Selanjutnya, akan ada lagi yang akan diberangkatkan selang dua pekan ke depan untuk ulama. Dengan demikian, ada program untuk imam masjid, ada untuk jadi ulama di sana.

Untuk informasi, program ini didanai CSR BUMD Jabar dan Baznas Jabar. Kemudian biaya hidup para imam akan ditangani DKM Masjid Al Hikmah. Masjid ini, katanya, memang memiliki program untuk mendatangkan imam dari berbagai daerah di Indonesia.

Berita Terkait

700 lebih perusahaan bangkrut, 800 antre! PHK massal di AS
Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI
Mohammed Taufiq Johari: Dari Unisba Bandung jadi Menpora Malaysia, magang di Garut, istri WNI
Suasana Natal di Gaza yang penuh keprihatinan
Fenomena ratusan sinkhole di Turkiye, pernah terjadi di Sukabumi, ini pemicunya
Pemukim Yahudi di Tepi Barat bertambah signifikan, PBB murka
Korupsi Rp556 miliar, eks Menteri Olah Raga China dihukum mati
Meski negaranya hancur, warga Gaza sumbang 1.000 Dolar AS untuk korban banjir Sumatera

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 03:20 WIB

700 lebih perusahaan bangkrut, 800 antre! PHK massal di AS

Senin, 29 Desember 2025 - 01:43 WIB

Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI

Jumat, 26 Desember 2025 - 21:09 WIB

Mohammed Taufiq Johari: Dari Unisba Bandung jadi Menpora Malaysia, magang di Garut, istri WNI

Jumat, 26 Desember 2025 - 03:00 WIB

Suasana Natal di Gaza yang penuh keprihatinan

Kamis, 25 Desember 2025 - 18:11 WIB

Fenomena ratusan sinkhole di Turkiye, pernah terjadi di Sukabumi, ini pemicunya

Berita Terbaru

Ilustrasi suasana belajar di kampus - sukabumiheadline.com

Pendidikan

Daftar jurusan kuliah paling dibutuhkan pada 2030

Kamis, 1 Jan 2026 - 07:38 WIB