Erdogan Pastikan Negaranya tak Akan Diam dengan Kekejaman Israel di Palestina

- Redaksi

Senin, 12 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan(kanan). l Istimewa

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan(kanan). l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Turki memastikan tidak akan tinggal diam terhadap aksi kekejaman Israel di Palestina. Hal itu disampaikan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Sabtu (10/7/2021).

Erdogan menegaskan tidak akan mungkin untuk membangun perdamaian dan stabilitas langgeng di Palestina selama kekerasan Israel terus berlanjut.

“Turki tidak akan tinggal diam terhadap penindasan Israel terhadap Palestina,“ katanya pada pertemuan Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas di Paviliun Vahdettin di Istanbul.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Erdogan juga menyuarakan kepuasan atas hubungan bilateral yang positif dengan Palestina. Erdogan dan Abbas mengadakan pertemuan empat mata yang berlangsung selama satu jam 15 menit, disusul pertemuan lainnya yang juga dihadiri oleh delegasi selama lebih dari satu jam.

Berita Terkait

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat
Israel perang terus, sidang kasus korupsi Netanyahu Rp8,5 triliun selalu ditunda

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Rabu, 22 April 2026 - 14:47 WIB

Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa

Berita Terbaru