Fenomena ratusan sinkhole di Turkiye, pernah terjadi di Sukabumi, ini pemicunya

- Redaksi

Kamis, 25 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fenomena sinkhole di lahan pertanian di Turkiye - Reuters

Fenomena sinkhole di lahan pertanian di Turkiye - Reuters

sukabumiheadline.com – Ratusan sinkhole muncul secara tiba-tiba di wilayah pertanian tengah Turkiye, terutama di sekitar Karapinar di Provinsi Konya, memicu kekhawatiran di kalangan petani dan pakar lingkungan.

Fenomena ini disebut sebagai pertanda memprihatinkan dari perubahan iklim dan kekeringan berkepanjangan. Lubang-lubang besar misterius yang menganga kini menghiasi lahan penghasil jagung, gandum, dan bit gula, dengan lebih dari 10 lubang terkonsentrasi bahkan di satu lahan pertanian.

Kecepatan terbentuknya sinkhole meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, sehingga jumlahnya kini mendekati 700.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Profesor geologi Fetullah Arik dari Universitas Teknik Konya mengatakan bahwa penyebab utama fenomena ini adalah perubahan iklim dan kekeringan berkepanjangan, yang menyebabkan air tanah menyusut drastis.

Menurut Arik, tingkat air tanah kini turun 4 hingga 5 meter per tahun, jauh lebih cepat dibandingkan dengan hanya setengah meter per tahun pada awal 2000-an.

Kekeringan yang semakin parah dan penurunan air tanah ini mendorong para petani untuk menggali sumur tambahan, banyak diantaranya tidak berlisensi, yang justru mempercepat deplesi air tanah di wilayah yang sudah tertekan itu.

Meskipun sinkhole tersebut belum menyebabkan korban jiwa, sifatnya yang tidak dapat diprediksi membuat kehidupan dan aset warga lokal rentan.

Seorang petani di Karapinar, Mustafa Sik, pernah mengalami dua lubang runtuh di lahannya dalam dua tahun terakhir.

Ia mengingat kejadian di mana salah satu sinkhole terbentuk hanya beberapa meter dari saudaranya yang sedang bekerja di ladang.

Survei geologis di lahan Sik menemukan dua titik tambahan yang diperkirakan rawan terbentuknya sinkhole lagi, meski tidak dapat ditentukan kapan kejadian tersebut akan terjadi.

“Apakah kami khawatir? Tentu saja kami sangat khawatir,” ucap Sik, membahas tentang ancaman yang terus membayangi.

Fenomena sinkhole yang kini menjalar di wilayah pertanian ini membuka alarm tentang tantangan pengelolaan air dan adaptasi terhadap perubahan iklim, terutama di kawasan pertanian yang menjadi tulang punggung produksi pangan bagi negara.

Berita Terkait: Tinjauan pakar geologi soal fenomena sinkhole di dunia, nomor 5 di Sukabumi

Pernah terjadi di Sukabumi 

Fenomena sinkhole atau lubang misterius di Sukabumi - Ist
Fenomena sinkhole atau lubang misterius di Sukabumi – Ist

Fenomena sinkhole atau lubang raksasa di Sukabumi merupakan peristiwa geologi yang telah beberapa kali terjadi, terutama di Kampung Legoknyenang RT 005/002, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.

Ahad, 28 April 2024, muncul sebuah sinkhole di area persawahan warga dengan kedalaman mencapai belasan meter. Peristiwa serupa juga pernah terjadi di lokasi yang sama pada April 2019 dengan diameter mencapai 16 meter dan kedalaman 12 meter.

Berdasarkan penelitian dari Badan Geologi dan Pusat Vulkanologi & Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap kejadian di Kadudampit, penyebab utama fenomena ini adalah:

  • Saluran Air Bawah Tanah: Lapisan tanah tergerus oleh debit saluran air bawah tanah atau sungai yang tertimbun namun kembali aktif akibat curah hujan tinggi.
  • Struktur Tanah: Wilayah Sukabumi memiliki dinamika tektonik yang aktif, termasuk pengaruh dari Sesar Cimandiri yang sering memicu gempa bumi dangkal (seperti yang terjadi pada September 2025), yang dapat memperlemah struktur tanah.

Berita Terkait

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut
Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang
Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa
Tentara AS di Kapal Induk USS Abraham Lincoln dan USS Tripoli kekurangan makanan
Blokade Selat Hormuz, militer AS tak punya nyali cegah tanker China lewat

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 03:58 WIB

Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP

Senin, 4 Mei 2026 - 22:47 WIB

10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026

Senin, 4 Mei 2026 - 07:00 WIB

Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Minggu, 26 April 2026 - 17:55 WIB

Prediksi Muhammadiyah jika Iran kalah perang

Berita Terbaru