Gempa Bumi 400 Tahunan, Prediksi Ahli Sukabumi dan 7 Kabupaten Ini Dalam Bahaya

- Redaksi

Minggu, 18 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peta jalur api gempa bumi 400 tahunan melintasi delapan kabupaten di Pulau Jawa. l Istimewa

Peta jalur api gempa bumi 400 tahunan melintasi delapan kabupaten di Pulau Jawa. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Media massa gencar memberitakan bencana besar yang diprediksi akan menerjang wilayah selatan Pulau Jawa.

Kabar tersebut disampaikan oleh para ahli, termasuk oleh Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kegempaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari.

Abdul Muhari menjelaskan mengenai kemungkinan gempa megathrust yang akan melanda wilayah Indonesia. Ia memberikan contoh mengenai gempa megathrust yang pernah terjadi di Indonesia yaitu salah satunya di Provinsi Aceh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gempa tersebut mengguncangkan Tanah Rencong dengan kekuatan 9,1 SR yang kemudian diikuti dengan bencana Tsunami yang meluluhlantakkan sejumlah kota dan kabupaten di provinsi tersebut.

Abdul Muhari mengilustrasikan mengenai megathrust yang merupakan sebuah kuncian pada zona lempeng laut yang menghujam ke bawah zona lempeng darat yang terus bergerak karena terdapat magma di bawahnya.

Baca Juga :  Lagi, Kali Ini Pelajar SMP di Kota Sukabumi Tawuran

Namun, lanjut Abdul Muhari, pergerakan magma dibawa zona laut tersebut tidak sama ada kuncian yang menahannya, sehingga jika kuncian tersebut tidak dapat menahan maka akan terlepas.

Para ilmuwan pun telah memetakan zona megathrust di seluruh wilayah Indonesia yang memiliki periode ulangnya masing-masing.

Namun demikian, para ilmuwan mengatakan bahwa yang menjadi masalah saat ini adalah kurangnya data sehingga lebih sulit menentukan kapan bencana tersebut terjadi.

Ia menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust dihitung dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) yang mengatakan bahwa gempa bumi di Selatan Jawa diprediksi setiap 400 tahun.

Meskipun para peneliti mengetahui prediksi aktivitas kegempaan tersebut, namun hingga saat ini mereka belum dapat mengestimasi kapan gempa megathrust kembali terjadi.

Baca Juga:

5 Fakta Pusat Gempa di Sukalarang Sukabumi, Kerusakan Parah di Cianjur

Baca Juga :  2 dari 3 Pelaku Penikaman Perangkat Desa di Nyalindung Sukabumi Ditangkap

5 Berdampak Langsung ke Wilayah Sukabumi, Waspada Tujuh Sesar Aktif di Jawa Barat

Sejarah menyebutkan bahwa gempa bumi megathrust yang terakhir mengguncang selatan Jawa terjadi pada tahun 1818.

“Dia bisa sampai itu dengan pereda akumulasi energi 400 tahun, sedangkan kita masih punya catatan sejarah terakhir di 1818, kita belum punya nih yang crossing sampai 400 tahun, jadi kita nggak tahu nih ini terakhir, ini terjadinya kapan, sehingga kita masih belum bisa menentukan ini kira-kira berapa puluh tahun lagi dia akan mengulang dengan kekuatan 8,8 hingga 9,” papar Abdul Muhari.

Abdul Muhari menambahkan, berdasarkan interpretasi model gempa dan tsunami area yang paling terdampak jika terjadi gempa adalah Pandeglang, Lebak, Sukabumi, Cianjur, Kulonprogo, Gunung Kidul, Bantul serta Pacitan.

Berita Terkait

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara
RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?
Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026
Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman
5 hal paling banyak terjadi dan dikeluhkan warga Sukabumi sepanjang 2025
Jutaan bayi lahir di Indonesia pada 2025, Sukabumi berapa?
5 tantangan dan ancaman sektor pertanian di Sukabumi

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:35 WIB

Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan

Rabu, 14 Januari 2026 - 01:17 WIB

Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Senin, 12 Januari 2026 - 15:29 WIB

RI masuk 5 besar, China juaranya: Berapa produksi buah lengkeng Sukabumi?

Minggu, 11 Januari 2026 - 02:56 WIB

Mengintip potensi perikanan Kabupaten Sukabumi 2026

Minggu, 4 Januari 2026 - 03:06 WIB

Fakta-fakta tentang Owa Jawa di Sukabumi: Spesies langka, habitat dan ancaman

Berita Terbaru

Ilustrasi sebaran hoaks di dunia digital - sukabumiheadline.com

Tekno & Sains

2025 Sukabumi tertinggi, JSH: Hoaks di Jawa Barat naik signifikan

Kamis, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB