Menganiaya dan Merusak Mobil di Cikole Sukabumi, 4 Pemuda Ditangkap

- Redaksi

Selasa, 1 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terduga pelaku penganiayaan dan perusakan mobil di Cikole. l Istimewa

Terduga pelaku penganiayaan dan perusakan mobil di Cikole. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CIKOLE – Polsek Cikole, Polres Sukabumi Kota mengamankan 4 pemuda yang terlibat dalam tindak pidana penganiayaan dan perusakan satu unit mobil di Jl. Ciaul Baru, Kelurahan Subangjaya, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Ahad (30/7/2023) dinihari.

Keempat pemuda itu diamankan usai menganiaya korban, Thoriq Ashidiq (27), warga Ciaul, dan terlibat dalam aksi perusakan kaca mobil milik H. Junaedi di belakang Puskesmas Sukabumi yang terletak di Jl. Baru Ciaul, Cikole.

“Dari belasan pemuda yang datang dan menganiaya Thoriq Ashidiq, serta merusak kaca mobil yang diketahui milik Junaedi, kami berhasil mengamankan empat orang berinisial AA (20), SS (21), HA (19) dan RMR (18). Dua diamankan di TKP dan dua lainnya di wilayah Cisaat,” ungkap Kapolsek Cikole, AKP Cepi Hermawan, Selasa (1/8/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cepi membeberkan, peristiwa penganiayaan dan pengrusakan tersebut diduga bermula saat korban dan kedua temannya sedang makan bubur di Jalan Suryakencana, Kota Sukabumi.

Kemudian korban berniat pulang, namun di depannya ada kendaraan motor yang diduga milik para pelaku.

“Pada saat korban akan keluar setelah makan bubur, mobilnya terhalang oleh para pengendara motor. Korban meminta untuk dipindahkan tapi orang itu marah-marah,” jelas Cepi.

“Setelah itu si korban pulang, tapi ternyata diikuti oleh beberapa orang sampai ke rumahnya, sehingga terjadilah penganiayaan yang mengakibatkan korban mengalami luka di bagian bibir (pecah) dan pelipis kanan, serta perusakan kaca mobil jenis Nissan Terran ,” bebernya.

Pasca diamankannya keempat terduga pelaku tersebut, Cepi menyebut, jajarannya telah mengidentifikasi para pelaku lainnya dan melakukan pengejaran.

Alhamdulillah, untuk terduga pelaku lainnya sudah teridentifikasi dan sedang kami kejar,” sebut Cepi.

“Untuk mencegah kejadian serupa, kami akan terus meningkatkan KRYD, berpatroli ke lokasi-lokasi yang rawan terjadinya kriminalitas. Kemudian, kepada para orang tua, tolong diimbau anak-anaknya kalau memang keluar lebih dari jam 22:00 WIB, ya disuruh pulang, biar tidak kelayapan atau keluar rumah apalagi sampai melakukan hal-hal negatif,” ucapnya.

Berita Terkait

Terlibat kejar-kejaran bak film, maling motor asal Sukabumi akhirnya dibekuk warga
Baru dua pekan kerja, buruh proyek Hotel Sayan Terrace asal Sukabumi ditemukan tak bernyawa
Kisah Aiptu Hikmatuloh, polisi di Sukabumi rela jual motor demi bantu warga
Polres Sukabumi ungkap dugaan penipuan Rp2 miliar didirikan dapur MBG
Lansia biadab hamili gadis di bawah umur di Sukabumi
Dirugikan secara materi, warga protes Jalan Kabupaten Sukabumi hancur di Nyalindung
Teganya si Robi, pria asal Sukabumi mau tagih utang malah dicuri motornya
Ini jumlah ASN Kota Sukabumi 2026 menurut tingkat pendidikan dan jenis kelamin

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 16:23 WIB

Terlibat kejar-kejaran bak film, maling motor asal Sukabumi akhirnya dibekuk warga

Senin, 20 April 2026 - 16:32 WIB

Baru dua pekan kerja, buruh proyek Hotel Sayan Terrace asal Sukabumi ditemukan tak bernyawa

Minggu, 19 April 2026 - 17:23 WIB

Kisah Aiptu Hikmatuloh, polisi di Sukabumi rela jual motor demi bantu warga

Sabtu, 18 April 2026 - 23:59 WIB

Polres Sukabumi ungkap dugaan penipuan Rp2 miliar didirikan dapur MBG

Jumat, 17 April 2026 - 18:35 WIB

Lansia biadab hamili gadis di bawah umur di Sukabumi

Berita Terbaru

Ilustrasi Jahe - sukabumiheadline.com

UMKM

28 kecamatan penghasil jahe di Sukabumi, 1,4 juta kg!

Kamis, 23 Apr 2026 - 02:03 WIB

Presiden RI, Prabowo Subianto - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Musik

Prabowo mau perbanyak konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 Apr 2026 - 23:50 WIB

Sains

Mengungkap alasan dipilihnya Hari Bumi 22 April

Rabu, 22 Apr 2026 - 22:49 WIB